fbpx

5 Hal yang Bikin Culture Shock Kuliah di Jepang!

Fakta Menarik

Halo Scholarship Hunters! Selain mencari tahu tentang informasi kampus dan jurusan yang dituju, Scholarship Hunters pasti kepo juga dong tentang kehidupan keseharian apabila diterima di kampus yang kalian impikan? Salah satu negara paling populer bagi Scholarship Hunters adalah Jepang. Sebelum memutuskan  kuliah ke Jepang, pasti Hunters sudah memahami bahwa Jepang dan Indonesia  memiliki budaya yang berbeda. Kira-kira perbedaan budaya apa saja ya yang akan Hunters alami?  Simak 5 fakta menarik yang dapat membuat Hunters merasakan Culture Shock saat kuliah ke Jepang!

 

Apa Saja Culture Shock Selama Kuliah di Jepang ?

1. Masa Orientasi Mahasiswa

Ketika Hunters kuliah di Jepang, masa orientasi mahasiswa atau yang biasa disebut sebagai ospek akan terasa berbeda karena masa orientasi di Jepang tidak memakan waktu hinga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan seperti di Indonesia. Masa orientasi di Jepang biasanya hanya mencakup perkenalan dari dosen mengenai kampus saja. Berbeda dengan di Indonesia yang menjadikan masa orientasi adalah masa perkenalan lingkungan hingga teman dan terdapat acara, pelatihan, hingga sebagainya.

2. Dosen yang sangat disiplin

Dosen yang disiplin menciptakan mahasiswa yang disiplin juga. Saat kamu kuliah di Jepang, di masa awal perkuliahan biasanya dosen akan memberikan jadwal dimana dosen tersebut tidak dapat menghadiri kelas. Dengan begitu, mahasiswa pun akan mengetahui kapan saja jadwal kelas akan kosong sejak di awal semester sehingga mahasiswa pun dapat membuat perencanaan juga dari awal untuk mengisi jadwal libur kelas tersebut.

3. Absen dengan barcode

Di Jepang, sistem absen yang ada berbeda dengan di Indonesia karena di Jepang sendiri absensi kehadiran menggunakan sistem barcode yang sudah dipastikan tidak dapat titip absen karena setiap mahasiswa akan memiliki barcode yang berbeda-beda. Menarik bukan? Jangan sampai suka bolos ya, Hunters!

4. Grup kelas

Di Jepang, grup whatsapp / line / telegram per kelas tidak ada. Privasi adalah nomor satu bagi masyarakat Jepang sehingga tidak sembarang orang saling berbagi nomor telepon/kontak pribadi kepada orang yang tidak begitu mereka kenal.  Tidak adanya grup kelas adalah hal yang lumrah bagi orang Jepang. Jadi, jangan kaget ya Hunters jika ingin mencari informasi mengenai tugas kelas, lebih baik langsung tanyakan ketika bertatap muka.

5. Tidak ada sosialisasi pertemanan

Berbeda dengan orang Indonesia yang sangat senang bersosialisasi, membuat peer group yang cocok adalah hal yang tidak lumrah dilakukan oleh orang Jepang. Orang Jepang memiliki tingkat individualisme yang sangat tinggi. Biasanya jika ingin bersosialisasi dengan orang Jepang,  hal yang paling memungkinkan adalah berinteraksi dengan mereka saat di kelas karena begitu keluar kelas orang Jepang akan cenderung lebih menyendiri.

 

Gimana nih, Hunters setelah tahu informasi diatas? Minters udah bocorin 5 fakta menarik yang akan Hunters alami kalau kuliah di Jepang nih, biar Hunters nggak terlalu merasakan culture shock banget.  Yuk, jangan lupa juga persiapan kuliah ke Jepang-nya lebih dimatengin lagi ya!

 

Sumber : Video Youtube Nihongo Mantappu

 

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Schoters adalah platform bimbingan persiapan beasiswa dan kuliah ke luar negeri terlengkap di Indonesia. Kami menyediakan layanan konsultasi persiapan beasiswa luar negeri, bimbingan bahasa asing, prediction test, penerjemah bahasa asing, dan lainnya. Jika Hunters tertarik untuk mendapatkan layanan tersebut, segara konsultasi dengan mentor experts Schoters yuk atau langsung klik banner di bawah ini. Selain itu, kalau Hunters  ingin tahu jadwal beasiswa lainnya, dapat cek di Kalender Beasiswa ya! Ganbatte, Hunters!

culture shock jepang

 

INGIN KAMI BANTU KULIAH KE LUAR NEGERI ?

Konsultasikan Rencana Beasiswa & Kuliah Keluar Negeri-mu bersama Konsultan Expert Kami. 100% Free! Tanpa Bayar.

Pin It on Pinterest

Share This