Ini Dia 4 Beasiswa Wajib Pulang ke Indonesia

Info Beasiswa, 14 Okt 2022

Hunters ingin melanjutkan pendidikan agar bisa membangun negeri? Nah ini dia beberapa beasiswa yang mengharuskan kamu kembali ke Indonesia, setelah selesai pendidikan. Beasiswa yang ditawarkan pun adalah beasiswa fully funded, jadi mari simak pembahasan di bawah ini ya!

1. Beasiswa Chevening

Bagi Hunters yang berminat dan mengincar beasiswa kuliah di Inggris, Chevening bisa menjadi pilihan menarik. Beasiswa yang didanai pemerintah Inggris untuk kandidat internasional berprestasi, calon-calon pemimpin masa depan, orang-orang berpengaruh, dan lainnya.

Beasiswa ini meliputi biaya kuliah di universitas Inggris, tunjangan hidup bulanan, biaya perjalanan pulang-pergi dari/ke Inggris, tunjangan kedatangan, tunjangan saat pulang, biaya tesis, biaya bahan studi, biaya visa, serta dana perjalanan untuk menghadiri acara Chevening di Inggris.

Persyaratan untuk mendaftar beasiswa ini adalah: a) Warga negara dari negara atau wilayah yang memenuhi syarat Chevening; b) Wajib kembali ke negara asal selama minimal dua tahun setelah beasiswa berakhir; c) Telah menyelesaikan semua komponen gelar sarjana untuk masuk ke program pascasarjana di universitas Inggris pada saat mengirimkan aplikasi; d) Memiliki setidaknya dua tahun (setara dengan 2.800 jam) pengalaman kerja; e) Pilih tiga program universitas UK berbeda yang memenuhi syarat dan telah menerima tawaran tanpa syarat dari salah satu pilihan, paling lambat 13 Juli 2023.

Adapun dokumen yang dibutuhkan, yaitu: 

  1. Transkrip dan sertifikat kelulusan; 
  2. Sertifikat pendidikan atau penghargaan (jika ada); 
  3. Dua surat referensi; 
  4. Esai;
  5. Surat penerimaan dari universitas yang dipilih; 
  6. KTP/Paspor; g) Skor IELTS minimal 6.5, TOEFL iBT minimal 79.

2. Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

Beasiswa selanjutnya, yaitu LPDP. Beasiswa ini diberikan bagi pelajar terbaik di Indonesia yang tengah menempuh program pendidikan magister/doktor di bawah tanggung jawab Kementerian Keuangan. Pelajar yang dinyatakan lolos menerima beasiswa LPDP akan mendapatkan biaya pendidikan untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri. Selain itu, pelajar juga akan mendapatkan dana transportasi, dana aplikasi visa/residence permit, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana keadaan darurat (jika diperlukan). LPDP membuka pendaftaran setahun dua kali.

Persyaratan untuk mendaftar beasiswa ini adalah: a) Warga negara Indonesia; b) Telah menyelesaikan studi sebelumnya; c) Bagi pendaftar lulusan perguruan tinggi luar negeri, wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; d) Tidak sedang menempuh studi baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi di luar negeri; e) Tidak sedang mendaftar atau menerima beasiswa dari sumber lain yang berpotensi double funding selama menjadi penerima beasiswa LPDP; f) Pelamar yang melampirkan LoA Unconditional dengan waktu mulai studi yang tidak sesuai dengan ketentuan LPDP, maka wajib melampirkan surat keterangan penundaan jadwal perkuliahan dari perguruan tinggi yang diunggah bersamaan dengan LoA Unconditional; g) Memilih perguruan tinggi dan program studi sesuai dengan ketentuan LPDP; h) Pelamar jenjang pendidikan magister berusia paling tinggi 35 tahun; i) Wajib memiliki IPK pada jenjang studi sebelumnya sekurang-kurangnya 3,00 pada skala 4,00; j) Skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 80; PTE Academic 58; atau IELTS™ 6,5.

Adapun dokumen yang dibutuhkan, yaitu: a) Biodata diri; b) Kartu tanda penduduk (KTP); c) Scan ijazah asli atau SKL (Surat keterangan lulus); d) Scan transkrip nilai; e) Sertifikat bahasa asing yang masih berlaku (asli); f) Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan perguruan tinggi serta program studi yang dipilih; g) Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi; h) Surat usulan dari pejabat setingkat eselon II/setara yang membidangi SDM (khusus pendaftar yang berprofesi sebagai PNS/TNI/POLRI); i) Profil diri pada formulir pendaftaran; j) Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.

  Baca Juga: Kenapa Anda Harus Lanjut S-2 dan S-3? Berikut Alasannya

3. Beasiswa Fulbright


Pemerintah Amerika Serikat memberikan beasiswa Fulbright yang terbuka untuk berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Beasiswa Fulbright adalah beasiswa yang prestigious dan fully funded dari awal aplikasi (interview hingga selesai study). Di Indonesia, beasiswa Fulbright dikelola oleh The American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).

Beasiswa ini diperuntukan bagi pelajar S-2 dan S-3, dengan persyaratan sebagai berikut: a) Warga negara Indonesia dan bukan penduduk tetap AS, atau saat ini tinggal di AS; b) Memiliki gelar dengan IPK minimal 3,0 (skala 4,0); c) Memiliki skor TOEFL ITP minimal 575, atau skor TOEFL iBT 90, atau skor IELTS 7,0, atau skor Duolingo 110, d) Bersedia bekerja minimal lima tahun setelah menyelesaikan program beasiswa, dan untuk gelar doktor kembali ke posisi akademik di Indonesia setelah menyelesaikan studi; e) Memiliki kualitas kepemimpinan dan menunjukkan pengalaman dalam pelayanan masyarakat; f) Memiliki persiapan dan komitmen yang ditunjukkan untuk bidang studi pilihan; g) Tunjukkan secara realistis bahwa dapat menyelesaikan studi penuh waktu atau melakukan penelitian di AS.

Adapun dokumen yang dibutuhkan, yaitu: a) Dokumen kewarganegaraan (KTP/KK/Akta); b) Formulir aplikasi; c) Curriculum vitae; d) Bukti kemahiran bahasa Inggris; e) Transkrip akademik; f) Surat referensi.

4. Australian Awards Scholarship (AAS)

Beasiswa AAS memberikan kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk meraih gelar master atau doktor dari universitas di Australia dan membukakan peluang untuk meniti karir yang membawa perubahan. Pelamar akan dipilih berdasarkan kemampuan akademik, kualitas kepemimpinan, kecakapan berbahasa Inggris dan potensi untuk berperan dalam pembangunan di Indonesia.

Beasiswa ini juga disertai dengan kursus persiapan akademis dan bahasa Inggris hingga sembilan bulan di Indonesia, sebelum keberangkatan ke Australia. Selain itu, beasiswa ini akan menanggung perjalanan pulang pergi, kontribusi untuk biaya hidup, pertanggungan kesehatan pelajar selama beasiswa, serta tunjangan kerja lapangan. Pendaftaran beasiswa dibuka dari bulan Februari–April tiap tahunnya.

Persyaratannya sebagai berikut: a) Usia minimal 18 tahun; b) Tidak menjadi warga negara Australia atau sedang mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia secara permanen; c) Tidak menikah/bertunangan dengan kewarganegaraan Australia atau Selandia Baru, selama fase aplikasi, seleksi atau mobilisasi; d) Tidak menjadi personel militer yang sedang menjabat; e) Belum pernah menerima Australia Awards; f) Telah memenuhi kriteria khusus apa pun yang ditetapkan oleh area program atau pemerintah negara kewarganegaraan pemohon; g) Dapat memenuhi semua persyaratan departemen dalam negeri untuk memiliki visa pelajar; h) Tidak sedang mengajukan beasiswa untuk program studi di tingkat akademik yang lebih rendah dari yang telah dicapai.

Dokumen yang diperlukan adalah: a) Dokumen kewarganegaraan (KTP/KK/Akta); b) Curriculum vitae, c) Ijazah; d) Bukti kemahiran bahasa Inggris (IELTS minimal 6.5, TOEFL iBT minimal 84, TOEFL PBT minimal 525); e) Transkrip akademik; f) Surat rekomendasi.

Jadi Hunters, jika kamu rindu kampung halaman dan punya impian untuk membangunnya lebih baik lagi, inilah kesempatan kamu untuk belajar di luar negeri dan dapatkan beasiswanya. Semangat!

            Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Dunia, Cek Daftar Lengkapnya! 

Siap Mendaftar Beasiswa Impianmu?

Masih ragu atau sudah yakin bisa menaklukkan beasiswa incaran kamu? Konsultasikan keraguan kamu kepada konsultan experts Schoters

Ingin mendapatkan program bimbingan persiapan beasiswa yang paling tepat untuk kamu? Dapatkan program terbaik di sini.

beasiswa yang harus kembali ke indonesia