Ingin Dapat Beasiswa dari D3 ke S1 di Luar Negeri? Ini Caranya!

Tips & Trik, 02 Sep 2022

Simak cerita Lavenia, mahasiswa asal Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa dari jenjang D3 ke S1 di luar negeri.

Mendapatkan Beasiswa S1 dari D3

Hai, aku Lavenia mahasiswa teknik di Zhengzhou University China, aku adalah mahasiswa Diploma 3 asal Indonesia yang ingin melanjutkan studi di luar negeri dengan beasiswa dan ini kisahku 🙂

Sebelum lulus, aku sudah mencoba mencari informasi tentang beasiswa dari D3 ke S1 di luar negeri dan memahami syarat-syarat beasiswa pada umumya. Aku mempersiapkan semuanya jauh-jauh sebelum aku lulus.

Cara pertama yang aku lakukan waktu itu ialah mengunjungi semua pameran pendidikan di kota tempat aku belajar, di situlah aku bertanya ke representative kampus ataup pemberi beasiswanya, sambil membawa transkrip nilai. Tak lupa,  aku juga bertanya tentang sistem transfer credits.

Cara kedua yang aku lakukan waktu itu aku surfing website universitas incaranku lalu email pihak international admissionnya, tanya juga tentang transfer credits ini dan lampirka pula transkrip nilaimu di email tersebut.

Cara ketiga aku menghubungi pihak agensi pendidikan, masih tetap bertanya tentang transfer credits juga, mereka pasti akan bantu dengan menyesuaikan universitas yg sudah ada kerjasama dengan mereka.

In results, aku dapat dua universitas di Belanda dan 1 di Malaysia. Aku juga berkesempatan untik bertemu dengan orang Belanda dari School of International Education bagian admission students yang merupakan representatif kampus. Aku banyak dibantu sama representative-nya dan mereka  juga sempat datang dan mengobrol sama ketua departemen jurusanku di kampus untuk berkooperasi dan bantu aku buat transfer kuliah ke kampus mereka.

Perlu Dicatat untuk Beasiswa ini

Kasus beasiswa D3 ke S1 memang agak susah untuk dapat yang dibiayai penuh atau full funded. Karena permasalahan biaya, di mana tiga universitas yang menawarkan beasiswa kepadaku tadi masih belum bisa ter-cover, aku memilih mundur dari 3 pilihan universitas tersebut.

FYI, aku sempat menghubungi senior yang kuliah di salah satu universitas di Belanda waktu itu dan ada 1 mahasiswa D3 yang juga lanjut ekstensi S1 di sana, kakak tersebut mendapat beasiswa penuh dengan biaya kuliahnya dari beasiswa Nuffic Neso, aku lupa kalau tidak salah STTHS. Biaya hidupnya ter-cover dengan beasiswa DIKTI (karna sudah lama banget dan LPDP belum ada). Waktu itu, beasiswa tersebut sudah tidak dibuka di tahun aku mendaftar, sekarang aku selalu cek di kalender beasiswa yang ada di sini.

Baca Juga: Kuliah di China? Kenapa Nggak?

Fortunately, ada informasi di kampus yang baru-baru ini mengadakan cooperation buat ekstensi ke Cina. Alhamdulillah, setelah mengurus dokumen, proses seleksi, dan lainnya akhirnya aku bisa kuliah di sini. Sekarang aku sudah 2 tahun berkuliah di sini.  Mengenai masalah terkait transfer credits, aku cari tahu sendiri dengan cara mengirim email  kepihak universitas. Durasi kuliahnya beragam ya, bisa 2,5-3 tahun tergantung silabus dan learning outcomes dari masing-masing universitas.

Beasiswa yg aku dapat disini juga beasiswa sebagian atau partial dari pemerintah provinsi Henan (mencakup setengah biaya kuliah dan gratis asrama.)

Nominalnya menurutku hampir sama dengan jumlah yang aku keluarkan kalau aku lanjut ekstensi di universitas dalam negeri. Begitulah ceritaku, terus semangat ya dan jangan menyerah!

Orang yang sukses dan yang tidak tak memiliki banyak perbedaan dalam kemampuannya. Yang membedakan cuma keinginan untuk meraih potensi diri mereka. –John Maxwell

 

Temui Lavenia di Instagram: @lavenialdp

 

Ingin seperti Lavenia? Yuk, persiapkan dari sekarang! Schoters bisa membantumu melanjutkan studi di luar negeri mulai dari pemilihan jurusan, beasiswa, persiapan dokumen, dan simulasi tahap wawancara. Untuk info lengkapnya klik di sini!