fbpx

Sukses Dapat Beasiswa dari Jenjang D3 ke S1 di Luar Negeri

Cerita Inspiratif

Ceritaku Mendapat Beasiswa di Luar Negeri

Hai Scholarship Hunters! Aku Lavenia mahasiswa teknik di Zhengzhou University China, yang sebelumnya juga mahasiswa Diploma 3 asal Indonesia. Aku mau sharing sedikit mengenai kisahku yang berhasil mendapatkan beasiswa dari jenjang D3 ke S1 di luar negeri. 🙂

Awalnya, sebelum lulus aku sudah mencoba mencari informasi tentang kuliah maupun beasiswa D3 ke S1 di luar negeri, seperti syarat-syarat umum dan ketentuannya. Semua aku persiapkan jauh-jauh hari sebelum aku lulus.

Cara pertama yang aku lakukan waktu itu  sungguh penuh. Untuk mencari kampus ideal, hampir semua pameran pendidikan di kota tempat aku belajar aku datangi, di situlah aku  banyak bertanya ke representative universitasnya, sambil bawa transkrip nilai dan tak ketinggalan aku juga bertanya tentang sistem transfer credits.

Cara kedua yang aku lakukan waktu itu  ialah  surfing website universitas incaranku lalu email pihak international admission-nya, aku juga bertanya tentang sistem transfer credits di universitas ini sembari melampirkan transkrip di email tersebut.

Cara ketiga aku menghubungi pihak agensi pendidikan dan masih tetap tanya tentang transfer credits juga, mereka pasti akan bantu dengan menyesuaikan universitas yang sudah ada kerjasama dengan mereka.

In results, aku berhasil dapat dua universitas di Belanda dan  satu di Malaysia, bahkan aku sudah bertemu juga dengan perwakilan universitas dari Belanda yang juga bekerja di bagian penerimaan murid,  School of International Education.  Waktu itu aku dibantu banyak oleh representative tersebut, mereka bahkan sempat datang dan mengobrol sama ketua departement jurusanku di kampus untuk mengadakan kerjasama dan membantuku untuk transfer kuliah ke kampus mereka.

Perlu Digaris Bawahi Mengenai Beasiswa Ini

Beasiswa D3 ke S1 memang jarang ada yang dibiayai penuh atau full funded. Oleh karena itu, akibat permasalahan biaya di mana ketiga universitas tadi menawarkan beasiswa yang menurutku masih belum bisa mencakup kebutuhan hidupku di sana, aku memilih mundur dari 3 pilihan universitas tadi.

FYI, aku sempat menghubungi senior yang kuliah di salah satu universitas di Belanda waktu itu, ada 1 orang mahasiswa D3  yang sedang lanjut juga ekstensi S1 di sana. Kakak tersebut mendapat beasiswa penuh dari beasiswa yang ditawarkan Nuffic Neso, aku lupa kalau tidak salah STTHS. Biaya hidupnya berhasil ter-cover dengan beasiswa DIKTI. Sayangnya, di tahun aku mendaftar, beasiswa tersebut sudah tidak dibuka lagi.

Baca Juga: Kuliah di China? Kenapa Nggak?

Kejarlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina

Fortunately, ada informasi dari kampus bahwa baru-baru ini mereka mengadakan kerjasama untuk ekstensi ke china. Alhamdulillah setelah mengurus dokumen, proses seleksi, dll akhirnya aku bisa kuliah di sini dan sudah 2 tahun kuliahnya. Untuk transfer credits, prosesnya berbeda tiap kampus ya, yang aku cari sendiri dengan email pihak universitas itu durasi berkuliah bisa sekitar 2,5-3 tahun, ini tergantung silabus dan learning outcomes-nya.

Walaupun beasiswa yang aku dapat juga hanya mecakup setengah biaya kuliah dari pemerintah provinsi Henan, tapi aku dapat akomodasi asrama gratis.

Nominalnya menurutku hampir sama dengan jumlah yang aku keluarkan  jika aku lanjut ekstensi di universitas dalam negeri.

Begitu Hunters ceritaku, terus semangat ya dan jangan menyerah.🙂

Orang yang sukses dan yang tidak tak memiliki banyak perbedaan dalam kemampuannya. Yang membedakan cuma keinginan untuk meraih potensi diri mereka. –John Maxwell

Temui Lavenia di Instagram: @lavenialdp

 

Ingin seperti Lavenia? Persiapkan dari sekarang! Schoters bisa membantumu mulai dari pemilihan jurusan, beasiswa, persiapan dokumen, dan simulasi tahap wawancara. 

Pin It on Pinterest

Share This