fbpx

8 Kemampuan yang Anda Pelajari Selama Kuliah S-3

Cerita Inspiratif

8 Kemampuan yang Anda Pelajari Selama Studi S-3 untuk Karir di Dunia Industri

 

Halo Scholarship Hunters! Pada artikel kali ini, Schoters akan membagikan pengalaman yang sangat berharga dari Ricky Andriansyah, PhD yang telah menyelesaikan studi S-3 di Belanda.  Artikel ini akan membahas apa saja kemampuan yang dapat kalian pelajari selama kuliah S-3 khususnya di luar negeri sehingga dapat meyakinkan Hunters untuk lanjut kuliah ke jenjang S-3.

 

Studi S-3 lebih sulit daripada kedua strata studi lainnya. Berbeda dengan studi S-1 / S-2, tujuan studi S-3 adalah meneliti dan menjawab pertanyaan yang belum ada seorangpun di dunia ini tahu jawabannya. Studi S3 menuntut Anda berargumentasi dengan tepat menggunakan data untuk merumuskan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Tentunya Anda diharapkan menulis hasil penelitian tersebut untuk publikasi di konferensi dan/atau jurnal internasional sebagai persiapan disertasi Anda. Pembuatan skripsi saat S-1 atau tesis saat S-2 sedikit banyak menggambarkan studi S-3, namun tentunya penelitian S3 lebih mendalam dan menyeluruh.

Saat ini hampir 5 tahun setelah menyelesaikan studi S-3, saya makin merasakan banyaknya manfaat dari studi S3 pada karir saya di dunia industri. Tentunya jika karir Anda berhubungan langsung dengan topik saat penelitian S-3, Anda akan mempunyai pengetahuan lebih di bidang keahlian tersebut. Namun disamping itu ada banyak kemampuan yang Anda latih selama studi S-3, diantaranya 8 hal berikut ini.

 

1. Handal menangani ambiguitas

Ada kalanya kita diminta melakukan suatu pekerjaan yang rasanya begitu ambigu atau tidak jelas. Entah karena tidak jelas apa yang sebenarnya diharapkan atau karena pengetahuan kita tidak cukup. Seringkali respons kita adalah merasa tidak nyaman, resah, khawatir, bahkan panik karena takut tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Studi S3 melatih Anda bersikap positif menghadapi ambiguitas, karena selama penelitian Anda akan menghadapi hal-hal yang tidak Anda mengerti pada awalnya. Bahkan itulah esensi penelitian: mencari jawaban atas fenomena yang belum dimengerti seorangpun, termasuk Anda sendiri. Dengan kata lain, Anda akan terlatih dan terbiasa menghadapi ketidakpastian, sampai pada titik dimana Anda melihat ketidakpastian sebagai kesempatan untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi. Salah seorang atasan saya pernah berkata: “belajarlah merasa nyaman menghadapi sedikit ketidaknyamanan”. Inilah hal penting yang akan Anda kuasai selepas studi S-3.

2. Berpikir kritis dan kreatif saat menciptakan solusi

Studi S-3 melatih Anda mengemukakan pertanyaan yang tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Melalui pertanyaan tersebut, Anda menentukan asumsi dan merancang hipotesis untuk diuji kebenarannya. Disini Anda dilatih kreatif saat mendekati suatu masalah dan kritis dalam menilai kebenaran asumsi dan hipotesis. Anda akan mampu melihat berbagai sudut pandang sebelum menarik kesimpulan dan menciptakan solusi. Anda akan menemukan bahwa solusi yang demikian sangat dihargai, lebih mudah diterima dan disetujui. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang Anda kembangkan selama studi S-3 akan mencegah Anda menciptakan solusi satu arah berdasarkan kepercayaan buta terhadap suatu asumsi yang ternyata tidak benar.

 

Baca Juga : Cek Informasi Lengkap Beasiswa StuNed untuk Kuliah di Belanda

 

3. Bekerja secara terstruktur

Adanya struktur yang jelas di setiap pekerjaan Anda adalah nilai tambah besar dalam karir Anda. Para atasan dan rekan kerja Anda sangat menghargai kerja terstruktur karena ini sedikit banyak membantu mereka untuk mengerti proses dan hasil kerja Anda. Anda pun lebih mudah menjelaskan pekerjaan Anda ke orang lain. Bekerja terstruktur adalah bagian yang tak terpisahkan dari studi S-3 Anda. Keseluruhan proses penelitian menuntut dan melatih Anda untuk bekerja terstruktur, mulai dari merumuskan hipotesis, melaksanakan eksperimen, berargumentasi dan menarik kesimpulan, sampai menulis hasil penelitian Anda. Anda akan mendengar profesor pembimbing Anda berkali-kali menekankan kerja terstruktur, baik tersirat maupun tersurat, dalam penelitian Anda. Ulangi keseluruhan proses di atas dengan intensif selama 4 tahun penelitian Anda, dan struktur akan menjadi aksen yang jelas pada gaya bekerja Anda.

4. Berargumen menggunakan data

Studi S-3 membiasakan Anda untuk menentukan data yang dibutuhkan setiap kali Anda berusaha memecahkan suatu masalah. Anda lalu mampu merencanakan tahapan pengolahan data dan pendekatan analisis yang diperlukan untuk menarik kesimpulan. Anda dan rekan kerja Anda akan menyadari besarnya nilai tambah dari kemampuan ini terutama saat Anda diminta membuat rekomendasi untuk memutuskan suatu perkara. Di sisi lain, Anda menjadi lebih kritis dalam menilai argumen orang lain. Apakah data yang benar digunakan saat menarik kesimpulan? Apakah ada faktor penting lain yang seharusnya diperhitungkan? Apakah data telah diinterpretasikan secara tepat? Anda terbiasa bertanya hal-hal ini dan banyak lainnya sebelum menerima argumen atau pernyataan orang lain.

 

alasan kuliah S3

5. Menulis dengan ringkas dan jelas

Seluruh kemampuan Anda menganalisa, merancang solusi, dan memecahkan masalah adalah sia-sia apabila Anda tidak mampu menyampaikan hasil kerja Anda dengan efektif. Sudah beberapa kali saya mendapati rekomendasi yang sebenarnya baik, namun tidak diterima karena lemah penyampaiannya. Studi S-3 mengasah kemampuan Anda dalam menyampaikan ide dan solusi khususnya secara tertulis. Selama penelitian Anda akan menghabiskan banyak waktu menulis artikel hasil penelitian, dimana artikel Anda harus memenuhi syarat batas jumlah halaman yang diajukan suatu konferensi atau jurnal ilmiah. Isi artikel Anda juga harus mencakup inti permasalahan, solusi/penemuan, argumen, dan bukti ilmiah dari solusi/penemuan Anda. Belum lagi penggunaan tata bahasa yang benar dan tidak bertele-tele. Jika salah satu hal di atas tidak Anda penuhi, bisa jadi artikel Anda ditolak publikasi padahal solusi/penemuan yang Anda tawarkan sangat menjanjikan. Pengalaman menulis selama penelitian adalah saat Anda belajar menyampaikan intisari hasil kerja Anda dengan tingkat detil yang sesuai untuk hadirin yang Anda tuju. Kemampuan ini sangat terpakai di dunia industri.

6. Manajemen proyek

Penelitian Anda adalah sebuah proyek besar dengan tenggat waktu tertentu yang berakhir pada penerbitan disertasi. Setiap topik yang Anda bahas di disertasi Anda memerlukan kajian literatur, perancangan eksperimen, eksperimentasi, dan penulisan artikel. Di sela-sela penelitian, Anda juga akan terlibat di berbagai kegiatan seperti menghadiri perkuliahan, asistensi perkuliahan (contohnya membuat dan memeriksa ujian mahasiswa S-1/S-2), membimbing skripsi atau tesis mahasiswa S-1/S-2, dan lain sebagainya. Artinya, Anda harus merencanakan kegiatan Anda sedemikian rupa agar Anda dapat menyelesaikan disertasi tepat pada waktunya. Jika tidak, pendanaan studi S-3 Anda bisa terhenti sebelum Anda menyelesaikan disertasi Anda. Nantinya saat Anda berhadapan dengan berbagai proyek besar atau kecil di dunia industri, Anda akan mendapati manajemen proyek selama studi S-3 sebagai suatu pengalaman yang berharga.

 

Baca Juga : Beasiswa Erasmus+ untuk Kuliah S-2 dan S-3 di Uni Eropa

 

7. Gigih, pantang menyerah atau putus asa

Yakinlah bahwa studi S-3 Anda tidak terlepas dari halangan dan rintangan. Sebaik apapun persiapan Anda, ada hal-hal di luar kontrol Anda yang akan Anda hadapi. Contohnya peralatan eksperimen tiba-tiba rusak, data hasil penelitian tidak tersimpan, penyetelan alat keliru sehingga eksperimen harus diulang, profesor pembimbing terlambat bereaksi atas permintaan Anda, hasil ekperimen sama sekali diluar dugaan Anda, dan lain-lain. Selain itu, bisa jadi ada kegiatan yang tidak Anda sukai selama penelitian namun harus Anda lakukan demi keberhasilan penelitian Anda. Pada akhirnya Anda mampu mengatasi semua rintangan tersebut, yang kemudian membentuk Anda menjadi pribadi yang tangguh; menjadi seseorang yang mampu belajar dan memetik hikmah dari setiap pekerjaan, baik yang Anda sukai maupun tidak sukai, untuk keberhasilan jangka panjang karir Anda.

8. Memberikan hasil kerja berkualitas tinggi

Semua kemampuan di atas dan banyak hal lainnya yang Anda pelajari saat studi S-3 pada akhirnya akan menciptakan etos kerja yang mengutamakan kualitas tinggi di setiap pekerjaan. Pada dasarnya Anda tidak perlu pengawasan orang lain untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan Anda. Bahkan, Anda akan berkali-kali mengejutkan kolega Anda dengan hasil kerja yang terstruktur, inovatif, dan kreatif. Setelah melihat kualitas hasil kerja Anda, atasan Anda cenderung akan menjelaskan hanya garis besar dari pekerjaan yang Anda harus lakukan tanpa detil yang berlebihan. Hal ini menyediakan ruang berpikir kreatif untuk pekerjaan Anda berikutnya yang juga akan Anda selesaikan dengan kualitas tinggi. Dengan demikian Anda menciptakan spiral positif untuk meningkatkan karir Anda.

Persiapkan diri Anda dari sekarang. Jangan ragu untuk meneruskan studi S-3 sedini mungkin dalam karir Anda!
Penulis :
Ricky Andriansyah, PhD
Eindhoven, 22 Februari 2016

 

 

Persiapkan rencana kuliah keluar negeri dan dapatkan beasiswa dengan  konsultasi bersama mentor experts Schoters. Klik gambar di bawah ini atau langsung chat untuk informasi paket bimbingan dan layanan lainnya ya!

Cek juga Kalender Beasiswa Schoters  untuk informasi beasiswa di negara lain! Good luck!

 

alasan kuliah S3

Pin It on Pinterest

Share This