fbpx

5 Tips Patahkan Stigma Buruk untuk Raih Beasiswa Luar Negeri

Tips & Trik

Scholarship Hunters, pernahkah kalian mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti ini saat berjuang mencari beasiswa ke luar negeri? 

“Ngapain sih kuliah di luar negeri? Kan disini banyak perguruan tinggi!” atau “Emang kamu bisa dapet beasiswa ke luar negeri? Kan mahal!”

Dikutip dari podcast kolaborasi Schoters dan Inspigo “Rancang Rencana Raih Tujuan” bersama Gugi Yogaswara (Alumni S2 di Kyoto University), mencari beasiswa ke luar negeri merupakan perjuangan yang membutuhkan kegigihan yang kuat, baik dalam persiapan kemampuan diri maupun kesiapan mental. Kesiapan mental yang matang akan membantu kalian untuk menghadapi berbagai rintangan, salah satunya stigma buruk tentang berkuliah di luar negeri. Bagaimana caranya patahkan stigma buruk tersebut? Berikut 5 tips mematahkan stigma buruk untuk raih beasiswa ke luar negeri bersama Kak Gugi Yogaswara.

1. Perbaiki Niat dan Tujuan 

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan melihat kembali niat dan tujuanmu dalam meraih beasiswa ke luar negeri. Niat dan tujuan yang baik tidak hanya membantu Hunters untuk sukses, tetap juga akan membantu Hunters tahan banting dengan segala perkataan buruk tentang target yang ingin dicapai. Niat dan tujuan yang baik juga akan membantu Hunters untuk stay motivated dalam berbagai situasi. Termasuk dalam situasi yang tidak menguntungkan, lho!

Hunters dapat menggunakan berbagai framework untuk membantu menentukan tujuan dan prioritas yang ideal untuk kamu, seperti SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Time-Bound), WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan), atau Eisenhower Matrix. Hal ini dibuktikan oleh pengalaman pribadi Kak Gugi, bahwa memperbaiki niat dan tujuan akan memperjelas action plan dan mempermudah jalannya mendapatkan beasiswa full ke Kyoto University.  

2. Berikan Usaha Lebih (Make The Most Out of It!)

Tentu niat dan tujuan yang baik saja tidak cukup untuk mengejar mimpi berkuliah di luar negeri. Hunters juga harus memberikan usaha yang lebih untuk bisa meraih mimpi tersebut. Dalam hal ini, Hunters harus berusaha mengulik informasi tentang beasiswa ke luar negeri, mengidentifikasi ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan, serta meningkatkan kemampuan diri yang mendukung, seperti meningkatkan kemampuan bahasa asing dari negara yang ingin kamu datangi.

Contohnya, Kak Gugi bercerita di podcast kolaborasi Schoters dan Inspigo sudah mengulik beasiswa selama 5 tahun sebelum akhirnya lolos beasiswa ke Kyoto University. Selama 5 tahun, Kak Gugi Yogaswara selalu memperbaiki kemampuan dirinya sesuai kualifikasi yang diminta penyedia beasiswa.  Jangan menunda-nunda ya Hunters!  Mulai dari sekarang agar mendapatkan hasil yang optimal. Apabila rasa ragu menghampiri, ingatlah bahwa you will never have this day again, so make it count! You can do it!

Baca Juga: 10 Negara Terbaik untuk Kuliah di Luar Negeri

3. Pantang Menyerah Raih Beasiswa ke Luar Negeri

Kesulitan terbesar yang dihadapi dalam menghadapi stigma buruk ingin berkuliah di luar negeri adalah berjuang untuk tidak pantang menyerah. Seringkali stigma buruk dan komentar yang menjatuhkan membuat Hunters merasa tak mampu dan ingin melepaskan semua mimpi tersebut.

Namun, ingatlah bahwa difficult doesn’t mean impossible. Suatu saat, kesulitan yang Hunters hadapi justru akan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada. Hal ini dibuktikan oleh Kak Gugi yang sebelumnya tidak memiliki prestasi akademik yang menonjol atau mengikuti perlombaan bergengsi seperti olimpiade. Namun Kak Gugi bisa membuktikan dirinya dengan lolos beasiswa full ke jepang, lho! 

4. Keluar dari Zona Nyaman (Step Outside Your Comfort Zone)

Kuliah di luar negeri terkadang memang terlihat membutuhkan keberanian yang tinggi.  Tetapi, di samping itu, berkuliah di luar negeri akan memberikan berbagai tantangan dan pelajaran baru bagi Hunters. Madeline Brewer pernah mengatakan bahwa “step outside your comfort zone because that’s the only way you’re going to grow”.

Untuk meraih berbagai tujuan besar dalam hidup, keluar dari zona nyaman dapat menjadi pilihan yang paling tepat. Terlebih, ketika ingin mematahkan stigma buruk mengenai mimpi kita, kita harus benar-benar membuktikan bahwa kita memiliki kemauan dan kemampuan untuk meraih mimpi tersebut.

Berdasarkan pengalaman Kak Gugi, Ia bertekad untuk keluar dari zona nyamannya sebagai auditor di perusahaan besar dan akhirnya mendapatkan beasiswa S2 ke Jepang. Oleh karena itu, cobalah hal-hal baru yang tidak biasa kalian lakukan dan cari tahu kelebihanmu!

Baca Juga: 5 Cara Planning yang Baik untuk Kuliah di Luar Negeri

5. Buktikan dengan Aksi (Act on It!)

Kesalahan lazim yang sering dilakukan Hunters adalah bermimpi tanpa aksi. Mimpi harus setinggi langit, tetapi mimpi yang tinggi harus disertai dengan aksi dan usaha yang kuat pula. Buat mimpimu menjadi kenyataan dengan melakukan aksi yang selaras dengan tujuan yang ingin kamu capai. 

Hunters, tanamkan dari sekarang bahwa “A goal without an action plan is a daydream” -Nathanael Branden. Tunggu apa lagi nih? Yuk siapkan esai dan cari informasi beasiswa dari sekarang!

 

Kelima tips di atas akan membantu Hunters tetap on track dengan tujuan yang ingin dicapai dan kuat menghadapi permasalahan termasuk stigma buruk. Permasalahan ada untuk dihadapi dan diselesaikan, jadi persiapkan mentalmu dari sekarang. 

Hm.. memangnya apa saja permasalahan yang mungkin terjadi ketika ingin mendaftar beasiswa ke luar negeri? Bagaimana cara mengatasinya? Simak podcast “Rancang Rencana Raih Tujuan” bersama Gugi Yogaswara (S2 di Kyoto University) untuk mengetahui cerita lengkapnya melalui https://player.inspigo.id/KzEdLIdUgt 

Pin It on Pinterest

Share This