5 Alumni MIT Asal Indonesia yang Mendunia dan Menginspirasi

Indonesia memang tidak pernah kekurangan pemuda pemudi berprestasinya. Salah satu buktinya adalah beberapa alumni MIT asal Indonesia ini yang telah membuktikan dampak dan prestasinya pada dunia. Punya cita-cita sama seperti mereka? Yuk kenal lebih jauh dengan 5 profil alumni MIT asal Indonesia berikut ini!

 

Selayang Pandang Massachusetts Institute of Technology

MIT atau Massachusetts Institute of Technology adalah perguruan tinggi terkemuka yang ada di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Didirikan pada tahun 1861, MIT dikenal luas karena keunggulannya dalam bidang ilmu dan teknologi, serta menjadi pusat inovasi dan penelitian yang berpengaruh di dunia. 

Selain melalui kualitas pendidikannya, MIT juga dikenal dengan hubungan alumni dan jaringan internasionalnya yang kuat. MIT sendiri telah menghasilkan banyak alumni yang sukses dalam banyak bidang dan keterlibatan mereka dalam berbagai proyek inovatif dan kewirausahaan. Tak terkecuali dengan 5 alumni MIT asal Indonesia berikut ini.

 

5 Alumni MIT Asal Indonesia

Bagi Hunters yang punya mimpi untuk kuliah di MIT (Massachusetts Institute of Technology), yuk kenalan dengan 5 alumni MIT asal Indonesia berikut ini yang telah terkenal di berbagai bidang dan kenali sepak terjang mereka.

1. Nyoman Anjani, Founder Gently Indonesia

Kak Nyoman Anjani, atau biasa dipanggil Nyoman merupakan wanita asal Bandung yang melanjutkan studi Magisternya di Engineering & Management , MIT, Integrated Design & Management dan lulus pada tahun 2021 kemarin. Kak Nyoman sendiri mendapatkan kesempatan belajar gratis di MIT melalui beasiswa LPDP loh, Hunters.

Kak Nyoman sendiri memutuskan untuk menjadi entrepreneur untuk memberikan dampak bagi masyarakat, terlebih bagi ibu dan anak pada produknya Gently Indonesia. 

Meski memiliki ijazah di bidang mesin, banyak hal lain yang dia dapatkan selama belajar yang sangat bermanfaat ketika membangun usahanya, salah satunya dalam bidang logika berpikir saat mengembangkan usaha. Apakah Hunter juga memiliki tujuan yang sama dengan kak Nyoman?

2. Nadia Amalia, CEO dan Co-Founder Sribuu

Alumni MIT asal Indonesia selanjutnya ada dari jurusan Master of Finance, kak Nadia Amalia. Mimpi kak Nadia untuk bersekolah di Amerika Serikat ternyata didasarkan saat melihat aktivitas industri keuangan di Wall Street, loh

Saat ini kak Nadia merupakan CEO dan Co-Co Founder dari Sribuu. Sebuah aplikasi AI untuk manajemen keuangan yang dapat membantu Milenial dan Gen Z dalam mengatur keuangannya. Mulai dari budgeting, track spending, dan lain sebagianya. Apakah Hunters punya ketertarikan yang sama dengan kak Nadia?

3. Vita Alamsyah, Engineer di SpaceX

Alumni MIT asal Indonesia lainnya yang tidak kalah keren datang dari kak Vita Alamsyah. Kak Vita Alamsyah, merupakan muslimah Indonesia pertama yang bekerja sebagai engineer di SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk. 

Kak Vita mulia bekerja di SpaceX sejak Agustus 2021 dengan posisi sebagai Supply Chain Reliability Engineer II. Sedangkan kak Vita sendiri merupakan alumni MIT asal Indonesia di jurusan Supply Chain Management di jenjang S2. Selain SpaceX, kak Vita juga punya pengalaman di perusahaan bergengsi lainnya seperti NASA, Northrop Grumman, dan lain sebagainya.

4. Irmandy Wicaksono, Peneliti Interdisiplin Forbes Asia 2022

Alumni MIT asal Indonesia lainnya datang dari kak Irmandy Wicaksono, mahasiswa S3 dan kandidat PhD di MIT Media Lab, Massachusetts Institute of Technology dengan gelar Media Arts and Sciences.

Melalui dedikasinya, kak Irmandi terpilih menjadi salah satu kategori Forbes 30 Under 30 dalam kategori Healthcare and Science sebagai seorang peneliti MIT. Namun sebelumnya, kak Irmandy juga telah banyak menorehkan prestasi di SXSW, World Economic Forum, MIT Museum, dan Lexus Intersect Tokyo. Nah, apakah Hunters juga tertarik menjadi peneliti seperti kak Irmandy?

5. Noor Titan, Postdoctoral Researcher

Alumni MIT asal Indonesia selanjutnya adalah kak Noor Titan, seorang peneliti yang menempuh pendidikannya di Massachusetts Institute of Technology di jurusan Mechanical Engineering dan sekarang bekerja di Helmholtz-Zentrum Berlin sebagai peneliti.

Kak Noor mengembangkan perovskite, sebuah bahan sel surya yang menggantikan silikon pembangkit listrik tenaga surya lebih efisien dan murah. Menarik bukan?

 

Baca Juga: Yuk Ketahui Sosok Alumni Sukses MIT Lainnya disini!

 

Rekomendasi Bimbingan Persiapan Beasiswa dan Kuliah di MIT

Ingin jadi salah satu alumni MIT asal Indonesia seperti tokoh di atas? Yuk konsultasi dengan konsultan expert Schoters agar persiapan daftar universitasmu lebih terarah.

Butuh program lain untuk persiapan dapat universitas luar negeri? Cek program terbaik dari Schoters untuk bimbingan persiapanmu, dijamin terlengkap

alumni MIT asal Indonesia