fbpx

Anak Supir Truk Raih Leadership Award di Kampus Top Amerika

Cerita Inspiratif

Simak kisah seorang anak supir truk yang berhasil raih award dari kampus top Amerika berikut ini!

Membahagiakan orang tua merupakan tugas seorang anak untuk membalas budi orang tua. Tidak terkecuali yang dilakukan Dodik Wijaya Pranata, peraih Platinum Leadership Award dari Kampus Top Amerika. Sebagai anak supir truk dan ibu pedagang nasi yang hidup da­lam garis kesederhanaan. Bagi Dodik arti kebahagiaan adalah saat melihat orang tua menjatuhkan air mata kebanggaannya dan Dodik adalah alasan dari kebahagian orangtuanya.

Sewaktu masih di Sekolah Dasar, 3 kali Dodik mendapat rangking 2 di kelas, 3 kali Dodik pulang menangis. Bukan karena merasa kalah bersaing dengan siswa lain, akan tetapi karena takut kedua orang tuanya tidak lagi dapat tersenyum bangga.

Dodik bersama orangtuanya/instagram @dodik.pw

Dodik bersama orangtuanya/instagram @dodik.pw

Dodik terngiang kata-kata Ibu sebelum masuk S1,

Nak, ibu dan ayahmu tidak memiliki harta untuk kami wariskan kelak, tapi ibu dan ayah akan selalu berusa­ha, walau kepala ibu menjadi kaki, kaki ibu menjadi kepala untuk memperjuangkanmu menuntut ilmu. Kamu lahir dari seorang ayah yang Sekolah Dasar pun tidak lulus. Ibumu bahkan tidak pernah mengenal bagaimana bentuk bangku sekolah. Jadi perjuangan ibu dan ayah agar kamu dapat mengenyam pendidikan hingga paling ting­gi adalah satu-satunya warisan terbaik yang bisa kami berikan padamu.

Sejak itu pendidikan bagi Dodik bukan sekadar pemuas rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan, namun juga cara terbaik untuk memberikan sebuah pernyataan secara tidak langsung kepada Ibu.

Setelah lulus SMA, Dodik tidak memiliki cukup dana untuk membayar uang pendaftaran kampus. Karenanya Dodik harus mengikhlaskan diri untuk bergelut di desa sambil mengajar dan menekuni organisasi kepemudaan selama satu tahun. Di tahun berikutnya setelah masuk kuliah dan memulai masa ospek universitas.

Dodik tidur di halte pertigaan kampus. Sedikit beruntung bagi Dodik  karena ada yang menyediakan gerobak mie ayam sebagai tempat berteduh. Bukan karena Ibu Dodik tidak memberikan Dodik uang untuk tinggal di kos-kosan, hanya saja waktu itu Dodik tidak tega untuk meminta biaya kos. Takutnya, beliau akan memberikan uang yang Dodik tidak tahu uang itu mereka dapatkan dari mana.

Pada akhirnya, perjuanganku ini berbuah manis saat  melihat Ibu mengalirkan air mata bahagia berkali-kali di acara wisuda. pada waktu itu Dodik  memberikan pidato kelulusan di podium mewakili seluruh wisudawan.

Setelah Lulus S1 Dodikpun memiliki impian lain. 

Dodik Pranata Wijaya Mendapatkan Beasiswa LPDP/instagram @dodik.pw

Dodik Pranata Wijaya Mendapatkan Beasiswa LPDP/instagram @dodik.pw

Motivasi dan ketertarikan Dodik dalam bidang pendidikan menuntun Dodik untuk mendaftar beasiswa LPDP. Dengan berbagai keterbatasan waktu maupun biaya, Dodik mem­persiapkan beasiswa luar negeri ini dengan maksimal dan teliti. Dodik juga harus merelakan menjual beberapa barangnya agar bisa memiliki modal untuk belajar bahasa Inggris. Dengan bermodalkan restu orang tua, dukungan dari sahabat, dosen serta pimpinan kampus Dodik pun me­mantapkan diri untuk mendaftar. Akhirnya, di awal tahun 2016, Dodik dinyatakan lo­los sebagai penerima beasiswa LPDP dengan negara tujuan Amerika Ser­ikat.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2021 Dibuka; Programnya Diperluas!

Sebulan sebelum Dodik menginjakkan kaki di Negeri Paman Sam, tepatnya 4 November 2016. Dodi pun membulatkan tekad untuk melangsungkan akad nikah dengan seorang gadis bernama Shinta Nurissyima. Banyak orang bertanya-tanya, “belum juga kerja, sudah mau nikahi anaknya orang?”.

Sebuah ungkapan pedas, namun benar adanya. Dodik sama sekali tidak tersinggung oleh mereka yang berkata demikian.

Banyak juga yang bertanya, “Kamu mau lamar pakai apa?”  Dodik pun menjawab dengan tenang, “Akan aku lamar dia dengan beasiswa LPDP”. Sontak hal ini menjadi gelak tawa orang-orang. Ya, memang begitulah adanya.

Tiga hari setelah diterima beasiswa LPDP, dengan gagah berani Dodik seorang diri datang kerumah Shinta dengan tujuan untuk melamarnya. Sebuah kelakuan konyol yang jarang ditemui di Madura, karena lazimnya orang melamar di sini, datang bersama dengan pihak keluarga.

pernikahan Dodik/wisuda dodik/instagram @dodik.pw

pernikahan Dodik/wisuda dodik/instagram @dodik.pw

Di malam itu, hanya dengan berbekal LPDP, Dodik menyampaikan niat tulus untuk meminang Shinta. Dengan usaha kerja keras akhirnya Dodik diterima dan akhirnyapun mereka menikah.

Setelah Pernikahan Dodik pun membawa isterinya ke Amerika untuk bersama-sama berjuang melewati masa-masa awal pernikahan. Tidak lama setelah memulai perkuliahan, Dodik mendapatkan email dari kampus yang menyatakan bahwa Dodik lolos seleksi kandidat summer program di Kroasia, Eropa.

Dodik di Universitas Michigan USA Ameri/instagram @dodik.pw

Dodik di Universitas Michigan USA/instagram @dodik.pw

Pada saat itu Mata Dodi berkaca-kaca karena menginjakkan kaki di Eropa adalah mimpi sejak kecil. Perasaan tidak sabar untuk menyelesaikan semester pertamapun muncul saat itu.

Kejutan tidak henti-hentinya mendatangi Dodik. Ketika istrinya Shinta membangunkan tidur dengan riang dan perlahan Shinta menyampaikan, “Adek positif, kita akan punya bayi, kita akan jadi orang tua”. Sungguh sebuah kabar yang luar biasa membuat Dodik bahagia. Esoknya pun Dodik dan Shinta mendatangi dokter untuk mengetahui kepastiannya, dan dokter menyampaikan hasil yang sama, “Congratulation, you are gonna be a father, and the due date of your baby should be on May 15”.

Hal ini bukan hanya kabar gembira. Di bulan yang sama, akan tetapi Dodik juga harus membuat sebuah keputusan penting. Memilih menjaga istri atau meninggalkan istri ke Eropa dalam kondisi hamil. Sebuah pilihan berat, namun gampang untuk diputuskan. Dodikpun memutuskan untuk menunda mimpi melintasi batas benua Eropa. Kareana Dodik yakin, suatu saat batas benua itu akan tetap Dodik lintasi.

Undangan Menghadiri Leadership Award dari Universitas Michigan

Mendapatkan Leadership Award dari Universitas Michigan/instagram @dodik.pw

Mendapatkan Leadership Award dari Universitas Michigan/instagram @dodik.pw

Di bulan April, Dodik mendapatkan email yang menyatakan bahwa Dodik lolos sebagai nominee pada pada 16th Annual Student Leadership Award Michigan State University. Dodik masuk kategori The Spartan Leadership Certified Certificate, sebuah penghargaan yang menyoroti keterlibatan mahasiswa dalam pengalaman pengembangan kepemimpinan di dalam dan luar kampus Michigan State University.

Penghargaan ini memiliki tiga tingkatan, yaitu, BronzeGold, dan Platinum. Penerima penghargaan akan diumumkan di salah satu hotel di East Lansing, Amerika Serikat. Rasa senang dan bimbang pun bercampur aduk karena ini adalah pengalaman Dodik untuk kali pertama mengikuti penghargaan tingkat internasional yang harus bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara.

Dodik datang menghadiri momen pemberian penghargaan bersama istri. Nampak sebuah acara yang megah dan bergengsi, dengan nominee terdiri dari mahasiswa di semua tingkatan, staff, dosen, sampai veteran pun hadir sebagai nominee di kategori masing-masing. Satu persatu nama penerima penghargaan dipanggil. Namun, hingga menjelang akhir acara, nama Dodik Pranata Wijaya tidak kunjung disebutkan. Dodik beserta istri mengira tidak mendapatkan award.

Dan kejutan besar itu pun datang. Pada sambutan terakhir, nama Dodik disebutkan sebagai satu-satunya peraih Platinum Certified Certificate! Rasa bangga, senang, dan haru bercampur aduk dalam hati Dodik, terlebih karena nama Indonesia juga disertakan saat Dodik dipanggil ke depan.

Dodik di tanah Eropa/instagram @dodik.pw

Dodik di tanah Eropa/instagram @dodik.pw

Terakhir, keyakinan dan mimpi yang diterus diperjuangkan memang tidak pernah mengecewakan. Pada bulan Januari 2018, mimpi Dodik untuk bisa menapakkan kaki di benua Eropa yang sempat tertunda pun kembali menjadi nyata. Di bulan Maret 2018, Dodik diundang untuk mempresentasikan paper Dodik di salah satu konferensi internasional di Eropa.

Tidak peduli siapa kita di masa lalu, kita memiliki kesempatan yang sama untuk membentuk masa depan kita sendiri.

Ingin juga kuliah di luar negeri dengan beasiswa seperti Kak Dodik? Yuk, mulai persiapkan sejak sekarang! Expert di Schoters siap membantu mewujudkan impianmu. Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

Pin It on Pinterest

Share This