Format & Contoh Surat Rekomendasi Beasiswa Bahasa Inggris

Surat rekomendasi beasiswa adalah dokumen yang ditulis oleh dosen, atasan, atau profesional yang mengenal kemampuan pelamar. Isinya menilai prestasi, karakter, potensi, dan kesiapan pelamar untuk mengikuti program. Format, jumlah surat, bahasa, serta cara pengiriman harus mengikuti panduan resmi beasiswa atau universitas tujuan.


Surat rekomendasi beasiswa adalah dokumen yang ditulis oleh dosen, atasan, supervisor, atau pihak profesional yang mengenal kemampuan pelamar. Surat ini membantu reviewer menilai prestasi, karakter, potensi, dan kesiapan kandidat dari sudut pandang orang lain. Jumlah surat, bahasa, format, hingga cara pengirimannya harus mengikuti ketentuan beasiswa atau universitas tujuan.

Surat rekomendasi sebaiknya ditulis oleh orang yang benar-benar pernah mengajar, membimbing, atau bekerja langsung denganmu. Rekomendasi yang kuat tidak hanya menyebut kamu “rajin” atau “berprestasi”, tetapi memberikan contoh konkret tentang kemampuan, pencapaian, karakter, dan potensimu untuk mengikuti program yang dituju.

Persyaratan setiap program berbeda. Chevening, misalnya, meminta dua referee, sedangkan Stanford Graduate Admissions meminta tiga recommendation letters. Oxford meminta pendaftar mendaftarkan tiga referee, meskipun aplikasi dapat mulai dinilai setelah minimal dua reference diterima. Jadi, jangan menggunakan satu format surat sebagai aturan universal.

 

Apa Itu Surat Rekomendasi Beasiswa?

Surat rekomendasi beasiswa atau letter of recommendation merupakan penilaian dari pihak ketiga mengenai kemampuan dan potensi seorang pelamar. Surat ini bukan esai yang ditulis pelamar tentang dirinya sendiri. Idealnya, referee adalah seseorang yang pernah mengamati langsung performa akademik, profesional, riset, kepemimpinan, atau kontribusimu.

Reviewer menggunakan rekomendasi untuk mendapatkan perspektif yang tidak selalu terlihat dari CV, transkrip, atau personal statement. Misalnya, nilai bagus dapat menunjukkan performa akademik, tetapi dosen pembimbing dapat menjelaskan bagaimana kamu melakukan riset, menerima kritik, bekerja secara mandiri, atau menyelesaikan masalah ketika penelitian tidak berjalan sesuai rencana.

Karena itu, rekomendasi berbasis contoh biasanya jauh lebih kuat daripada kumpulan pujian. Kalimat seperti “Anisa is hardworking and intelligent” belum banyak memberi informasi. Akan lebih bermakna jika referee menjelaskan proyek yang dikerjakan Anisa, keputusan yang ia ambil, hasilnya, dan mengapa pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ia siap mengikuti studi lanjut.

Pada Chevening, misalnya, referee diminta memberikan gambaran tentang hubungan mereka dengan kandidat sekaligus penilaian terhadap leadership, networking, personal and interpersonal qualities, serta kemampuan kandidat menyelesaikan program akademik yang demanding di Inggris.

 

Siapa yang Sebaiknya Menulis Surat Rekomendasi?

Jawabannya tergantung program dan tahap kariermu. Prinsip utamanya sederhana: pilih orang yang memenuhi requirement dan benar-benar mengenal kualitas kerjamu, bukan sekadar orang dengan jabatan paling tinggi.

 

1. Dosen atau pembimbing akademik

Dosen cocok menjadi referee jika program ingin melihat kemampuan akademik, riset, analytical thinking, kualitas tugas akhir, atau kesiapan kandidat untuk studi lanjutan.

Referee akademik akan jauh lebih kuat jika pernah mengajar atau membimbingmu dalam waktu yang cukup lama. Stanford Graduate Admissions, misalnya, menyarankan recommendation berasal dari academic atau professional references yang mengenal kandidat dengan baik dan mampu menilai potensinya untuk graduate study. Stanford juga sangat menyarankan sedikitnya satu surat berasal dari professor yang familiar dengan pekerjaan akademik kandidat.

Jadi, dosen yang membimbing skripsimu selama satu tahun biasanya dapat memberikan informasi lebih bernilai daripada profesor terkenal yang hanya pernah bertemu dua kali.

 

2. Atasan atau supervisor

Atasan atau supervisor dapat menjadi pilihan yang lebih tepat untuk kandidat dengan pengalaman kerja, terutama jika beasiswa ingin melihat kemampuan profesional, leadership, collaboration, problem solving, atau impact.

Chevening bahkan memperbolehkan kombinasi dua professional referees, dua academic referees, atau satu dari masing-masing kategori. Hal terpenting adalah referee dapat menjelaskan kemampuan kandidat secara kredibel.

Professional reference juga berguna ketika kamu sudah lama meninggalkan dunia akademik. UCL, misalnya, pada banyak graduate programme mengizinkan professional referee menggantikan academic reference dalam kondisi tertentu, termasuk bagi kandidat yang sudah beberapa tahun tidak berada di pendidikan tinggi. Namun, requirement akhirnya tetap mengikuti program yang dituju.

 

3. Pembimbing organisasi atau proyek

Project supervisor atau pembimbing organisasi dapat dipertimbangkan jika program memperbolehkannya dan orang tersebut memang memiliki hubungan profesional yang nyata dengan pelamar.

Misalnya, jika kamu memimpin proyek sosial selama satu tahun dan supervisor proyek melihat langsung cara kamu mengelola tim, menyelesaikan konflik, serta mengukur impact, ia mungkin dapat memberikan rekomendasi yang lebih informatif daripada seseorang dengan jabatan lebih tinggi tetapi hampir tidak pernah bekerja bersamamu.

Intinya, kedekatan profesional dan kemampuan referee memberikan bukti jauh lebih penting daripada titel semata.

 

Perbedaan Surat Rekomendasi dan Dokumen Esai Lain

Surat rekomendasi sering tertukar dengan motivation letter, personal statement, dan study plan. Padahal, perbedaan paling mendasarnya ada pada siapa yang menulis dan perspektif yang diberikan. 

Dokumen Penulis Fokus
Surat rekomendasi Dosen, atasan, atau referee Penilaian pihak ketiga terhadap pelamar
Motivation letter Pelamar Motivasi dan alasan mendaftar
Personal statement Pelamar Perjalanan, nilai, pengalaman, dan karakter
Study plan Pelamar Rencana studi, riset, dan tujuan akademik

Definisi dokumen dapat berbeda menurut universitas dan beasiswa. Karena itu, jangan mengganti satu jenis dokumen dengan dokumen lain hanya karena isinya terasa mirip. 

 

Baca Juga: Contoh Motivation Letter Beasiswa Bahasa Inggris yang Benar!

 

Format Surat Rekomendasi Beasiswa

Tidak ada satu template universal yang berlaku untuk semua program. Bahkan requirement mengenai letterhead dan tanda tangan bisa berbeda. Chevening, misalnya, menyatakan reference tidak wajib menggunakan official letterhead maupun handwritten signature, sedangkan program lain dapat memiliki ketentuan berbeda.

Secara umum, struktur berikut dapat digunakan sebagai kerangka sebelum disesuaikan dengan guideline resmi.

Jika universitas atau beasiswa meminta official letterhead, gunakan kop institusi referee. Jika tidak diwajibkan tetapi institusi memang memilikinya, penggunaan letterhead dapat membantu menunjukkan konteks profesional surat.

Cantumkan juga tanggal penulisan surat. Tanggal ini jangan dianggap formalitas karena beberapa program memiliki aturan masa berlaku. Untuk LPDP 2026, misalnya, surat rekomendasi secara umum harus diterbitkan paling lama satu tahun pada bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.

 

1. Kop surat dan tanggal

Jika nama penerima diketahui, gunakan nama atau posisi tersebut. Jika tidak, gunakan sapaan profesional seperti:

Dear Members of the Scholarship Selection Committee,

atau

Dear Admissions Committee,

Sesuaikan dengan konteks program. Chevening secara khusus meminta reference ditujukan kepada British embassy atau high commission di negara pelamar.

 

2. Alamat atau sapaan

Gunakan nama komite jika diketahui. Jika tidak, gunakan sapaan profesional seperti Dear Scholarship Selection Committee.

 

3. Perkenalan referee

Paragraf awal harus memberi reviewer konteks: siapa yang menulis surat dan seberapa baik orang tersebut mengenal pelamar.

Referee dapat menjelaskan nama, jabatan, institusi, hubungan dengan pelamar, serta berapa lama mengenalnya. Informasi ini membantu reviewer menilai seberapa kuat dasar penilaian yang diberikan.

 

4. Penilaian akademik atau profesional

Bagian inti menjelaskan kualitas kandidat. Hindari membuatnya menjadi daftar adjective seperti intelligent, hardworking, excellent, dan outstanding tanpa bukti.

Lebih baik pilih beberapa kompetensi paling relevan, misalnya kemampuan analisis, riset, komunikasi, leadership, collaboration, ketekunan, atau professional judgement, lalu tunjukkan melalui pengalaman nyata.

 

5. Contoh pencapaian konkret

Contoh membuat rekomendasi terasa kredibel.

Referee dapat menggunakan pola sederhana:

situasi → peran kandidat → tindakan → hasil → penilaian referee.

Misalnya, seorang dosen bisa menjelaskan bahwa kandidat merancang penelitian terhadap 180 responden, memperbaiki metodologi setelah menerima feedback, kemudian menghasilkan analisis yang digunakan sebagai dasar tugas akhirnya.

Tidak setiap pencapaian harus memiliki angka. Namun, jika terdapat data yang benar dan dapat diverifikasi, hasil terukur dapat memperjelas skala kontribusi kandidat.

 

6. Kecocokan dengan program

Surat yang baik tidak hanya mengatakan kandidat “hebat”, tetapi menjelaskan mengapa kualitas tersebut relevan dengan studi atau scholarship berikutnya.

Jika kandidat ingin mengambil Environmental Policy, misalnya, referee dapat menghubungkan latar belakang engineering, pengalaman riset lingkungan, dan kemampuan policy analysis kandidat dengan tuntutan program tersebut.

 

7. Penutup dan kontak

Di akhir surat, referee sebaiknya menyatakan rekomendasinya dengan jelas. Misalnya, “I strongly recommend Anisa for…” kemudian mencantumkan nama, jabatan, institusi, dan detail kontak sesuai requirement.

Untuk aplikasi online, metode akhirnya bisa berbeda. Stanford dan Oxford, misalnya, mengirimkan link langsung kepada recommender agar mereka mengunggah recommendation sendiri. Oxford bahkan menegaskan bahwa reference harus disubmit oleh referee, bukan pelamar

 

Sudah Punya Surat Rekomendasi?

Bingung menyiapkan dokumen beasiswa dan memastikan surat rekomendasimu sesuai persyaratan? Konsultasikan persiapan aplikasimu bersama konselor Schoters.

Klik tombol di bawah ini dan tanyakan apa saja 👇

 

Cara Meminta Surat Rekomendasi Beasiswa

1. Periksa Requirement Sebelum Menghubungi Referee

Cari tahu terlebih dahulu berapa surat yang diminta, jenis referee yang diterima, bahasa, deadline, dan mekanisme submission.

Ini penting karena requirement bisa sangat berbeda. GKS Graduate 2026 meminta satu Letter of Recommendation, Stanford meminta tiga, sementara Chevening meminta dua referee.

 

2. Pilih Orang yang Benar-benar Mengenal Kinerjamu

Pilih referee yang dapat menceritakan bagaimana kamu bekerja, bukan hanya mengetahui namamu.

Tanyakan juga secara langsung apakah mereka bersedia memberikan strong recommendation, bukan sekadar apakah mereka bersedia “menandatangani surat”.

 

3. Hubungi Jauh Sebelum Deadline

Jangan mengirim chat H-2 dengan pesan, “Pak maaf mengganggu, boleh minta LoR besok?”

Berikan waktu beberapa minggu jika memungkinkan. Referee mungkin sedang mengajar, melakukan penelitian, bekerja, bepergian, atau menulis recommendation untuk kandidat lain.

Oxford juga menyarankan pelamar menghubungi dan mendaftarkan referee sedini mungkin dalam proses aplikasi.

 

4. Berikan Konteks Program

Jelaskan scholarship, universitas, jurusan, alasan kamu mendaftar, dan apa yang ingin kamu capai. Referee akan lebih mudah menulis surat yang spesifik jika memahami tujuan aplikasimu.

 

5. Kirim Supporting Materials

Berikan CV terbaru, transkrip jika relevan, personal statement atau study plan, serta ringkasan pengalaman dan pencapaian yang mungkin pernah mereka lihat langsung.

Tujuannya bukan meminta referee menyalin CV, tetapi membantu mereka mengingat konteks. Oxford juga menyebut CV dapat membantu referee mendapatkan gambaran mengenai aktivitas atau pencapaian pelamar, terutama jika interaksi terakhir sudah cukup lama.

 

6. Jelaskan Deadline dan Cara Submit

Beri tahu apakah surat perlu dikirim lewat email, portal, link khusus, atau diunggah pelamar.

Untuk Stanford, misalnya, recommender menerima personalised link dari sistem. Pada GKS-G 2026, recommendation letter diunggah dalam proses aplikasi dan kandidat yang lolos first round kemudian menyerahkan original document sesuai mekanisme program.

 

7. Kirim Reminder dengan Sopan

Jika deadline mendekat dan reference belum masuk, reminder singkat sangat wajar. Jangan menunggu sampai beberapa jam sebelum portal ditutup.

 

8. Ucapkan Terima Kasih

Setelah surat rekomendasi dikirim, sampaikan ucapan terima kasih kepada referee. Jika nantinya kamu menerima hasil seleksi, kamu juga dapat memberikan kabar singkat sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan dukungan yang telah diberikan selama proses aplikasi. 

 

Informasi yang Perlu Diberikan kepada Referee

Kamu tidak perlu mengirim seluruh isi laptop. Cukup berikan informasi yang membantu referee menulis surat yang spesifik:

  • nama scholarship, universitas, dan program;
  • deadline dan instruksi submission;
  • CV terbaru dan transkrip bila relevan;
  • personal statement atau study plan;
  • ringkasan pengalaman dan pencapaian yang pernah mereka observasi;
  • informasi mengenai kemampuan yang penting bagi program;
  • link requirement resmi; dan
  • kontak yang akan digunakan referee untuk submission.

Jangan menyebarkan email pribadi, nomor telepon, tanda tangan, atau data pribadi referee pada template publik, forum, ataupun dokumen contoh yang bisa diakses siapa saja.

 

Contoh Surat Rekomendasi Bahasa Inggris yang Lengkap

Semua nama, universitas, program, angka, dan pengalaman dalam contoh berikut bersifat fiktif. Jangan menyalinnya langsung. Surat sebenarnya harus mencerminkan hubungan dan pengalaman nyata antara referee dan pelamar. 

 

Konteks Contoh

Elemen Contoh
Pelamar Anisa Rahma Putri
Program Master of Environmental Policy
Referee Dr. Budi Santoso, dosen pembimbing tugas akhir
Hubungan Mengenal pelamar selama tiga tahun
Pencapaian utama Riset pengelolaan sampah dan proyek komunitas
Status Fiktif

Letter of Recommendation

[Official Letterhead]
[Date]

Dear Members of the Scholarship Selection Committee,

I am pleased to recommend Ms. Anisa Rahma Putri for admission to the Master of Environmental Policy programme and consideration for the [Scholarship Name]. I am an Associate Professor in the Department of Environmental Engineering at [University Name], where I taught Anisa in several courses and supervised her undergraduate research project. I have known her for approximately three years.

Anisa is one of the most thoughtful and consistent students I have worked with. She graduated with a Bachelor’s degree in Environmental Engineering and achieved a GPA of 3.72 out of 4.00. In my course on Environmental Management, she demonstrated strong analytical skills and the ability to connect technical evidence with policy implications.

I supervised Anisa’s final-year research on household waste-separation behaviour in Bandung. She designed a survey involving 180 households, organised the data carefully, and presented her findings with clarity. Her research showed that residents were more likely to separate waste when collection schedules were reliable and public instructions were easy to understand. What impressed me most was her willingness to revise her methodology after receiving feedback and to explain the limitations of her findings honestly.

Anisa also applied her academic knowledge outside the classroom. After graduation, she worked with a community waste-management organisation and helped coordinate an awareness programme across six neighbourhoods. According to the project report she shared with me, the number of participating households increased from 90 to 146 within four months. This achievement reflects her ability to work with diverse stakeholders, manage practical challenges, and evaluate results using evidence.

I believe Anisa is well suited to graduate study in environmental policy. She understands that environmental problems cannot be solved through engineering solutions alone; they also require effective institutions, community participation, and data-informed decision-making. Her proposed study plan demonstrates a clear interest in evaluating municipal waste-management programmes and applying the lessons to Indonesian cities.

In addition to her academic ability, Anisa is responsible, receptive to feedback, and respectful in collaborative work. She often helped classmates understand difficult concepts and contributed constructively during group projects. I am confident that she would participate actively in an international academic community and represent Indonesia with integrity.

I strongly recommend Anisa for the [Scholarship Name]. Please feel free to contact me at [institutional email address] if further information is required.

Sincerely,

Dr. Budi Santoso
Associate Professor, Department of Environmental Engineering
[University Name]
[Institutional Email]
[Telephone Number]

 

Mengapa Contoh Ini Baik?

Paragraf pertama langsung menjelaskan siapa referee, dalam kapasitas apa ia mengenal kandidat, dan sudah berapa lama. Reviewer jadi tahu bahwa penilaiannya memang memiliki dasar.

Paragraf berikutnya tidak berhenti pada pujian seperti “Anisa pintar”, tetapi memberi bukti akademik dan perilaku nyata. Contoh metodologi penelitian juga menunjukkan kualitas yang sulit terlihat hanya dari transkrip: kemampuan menerima feedback dan intellectual integrity.

Pencapaian proyek komunitas kemudian memberi bukti bahwa kemampuan kandidat tidak hanya muncul di kelas. Terakhir, referee menghubungkan seluruh evidence tersebut dengan target graduate programme sebelum memberikan endorsement yang tegas.

 

Baca Juga: Contoh Study Plan Beserta Tips Menulisnya

 

Contoh Format Bahasa Indonesia

Contoh berikut hanya digunakan sebagai referensi struktur. Gunakan bahasa Indonesia hanya jika program memang menerimanya. Jika scholarship atau universitas meminta bahasa Inggris, ikuti requirement tersebut. Chevening, misalnya, mewajibkan reference berbahasa Inggris; reference dalam bahasa lain harus disertai notarised English translation. 

[Kop Institusi, jika diperlukan]
[Tanggal]

Kepada Yth. Komite Seleksi Beasiswa [Nama Beasiswa],

Saya dengan senang hati memberikan rekomendasi kepada Anisa Rahma Putri untuk mengikuti program Master of Environmental Policy di [Nama Universitas] dan memperoleh [Nama Beasiswa]. Saya merupakan dosen di Departemen Teknik Lingkungan [Nama Universitas] dan telah mengenal Anisa selama kurang lebih tiga tahun sebagai dosen sekaligus pembimbing tugas akhirnya.

Selama masa studi, Anisa menunjukkan kemampuan akademik dan analisis yang baik. Dalam penelitian tugas akhirnya mengenai perilaku pemilahan sampah rumah tangga di Bandung, ia merancang survei terhadap 180 rumah tangga, mengolah data secara sistematis, serta mampu menjelaskan keterbatasan penelitiannya secara terbuka setelah menerima masukan.

Hal yang paling menonjol bagi saya adalah kemampuannya menghubungkan pengetahuan teknis dengan persoalan yang lebih luas. Setelah lulus, Anisa terlibat dalam program pengelolaan sampah komunitas di enam wilayah. Pengalaman tersebut semakin memperkuat minatnya untuk memahami bagaimana kebijakan publik, data, dan partisipasi masyarakat dapat digunakan bersama untuk meningkatkan layanan pengelolaan sampah.

Berdasarkan pengalaman saya membimbingnya, saya menilai Anisa memiliki dasar akademik, kedewasaan intelektual, dan motivasi yang baik untuk mengikuti studi pascasarjana di bidang Environmental Policy. Saya yakin ia dapat berkontribusi secara positif dalam lingkungan akademik internasional dan menggunakan pengalaman studinya untuk mendukung pengelolaan lingkungan di Indonesia.

Dengan demikian, saya merekomendasikan Anisa Rahma Putri untuk program dan beasiswa tersebut. Saya dapat dihubungi melalui [email institusi] apabila diperlukan informasi lebih lanjut.

Hormat saya,

Dr. Budi Santoso
Associate Professor
Department of Environmental Engineering
[Nama Universitas]
[Email Institusi]

 

Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan pertama adalah memilih referee hanya karena jabatannya terlihat impresif. Surat dari dekan yang hampir tidak mengenal pelamar belum tentu lebih kuat daripada surat dari dosen pembimbing yang dapat memberikan contoh konkret selama dua tahun.

Kesalahan lain adalah menjadikan recommendation sebagai formalitas yang seluruhnya ditulis oleh pelamar lalu hanya meminta tanda tangan. Pada Chevening, panduannya bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa pelamar tidak boleh menulis reference sendiri atas nama referee.

Hindari juga surat yang penuh pujian tanpa evidence, menggunakan template internet secara utuh, atau salah menyebut scholarship dan universitas. Recommendation yang generic justru membuat reviewer kesulitan memahami apa yang sebenarnya membedakan kandidat.

Masalah administratif juga tidak kalah penting. Jumlah surat, bahasa, format, institutional email, tanda tangan, dan metode pengiriman harus dicek satu per satu. Oxford, misalnya, meminta referee mengirimkan reference sendiri melalui sistem dan menganjurkan institutional atau professional email. Stanford juga mengirim personalised upload link langsung kepada recommender.

 

Checklist Sebelum Surat Dikirim

  • Referee memenuhi ketentuan program.
  • Nama pelamar dan program sudah benar.
  • Hubungan referee dengan pelamar jelas.
  • Ada bukti konkret, bukan hanya pujian.
  • Isi sesuai bidang studi.
  • Bahasa dan panjang surat sesuai panduan.
  • Kop surat digunakan jika diwajibkan.
  • Tanda tangan dan kontak referee tersedia.
  • Format file sesuai instruksi.
  • Surat dikirim melalui kanal yang benar.
  • Pelamar menyimpan bukti pengiriman.

 

Sudah siap melengkapi dokumen beasiswa?

Pastikan surat rekomendasi, motivation letter, CV, dan dokumen lainnya sesuai dengan persyaratan program tujuanmu. Dapatkan pendampingan dari konselor Schoters untuk mempersiapkan aplikasi beasiswa dengan lebih terarah.

Schoters menyediakan program Study Abroad Academy buat kamu yang mau dibimbing untuk kuliah di luar negeri. Hingga saat ini, Study Abroad Academy telah berhasil membantu ribuan siswa memperoleh beasiswa di 400+ universitas di 46 negara.

Fasilitas yang akan kamu dapatkan di program ini antara lain: 

  • Video call 1-on-1 dengan mentor.
  • Akses 200+ video & modul pembelajaran.
  • Sesi Q&A dengan fasilitator.
  • Rekomendasi personal beasiswa.
  • Review Dokumen (esai, resume, motivation letter, dan lainnya) oleh mentor.

Yuk, segera daftarkan dirimu di Study Abroad Academy dan dapatkan bimbingan eksklusif kuliah di luar negeri bersama mentor-mentor berpengalaman!

 

FAQ

Apa itu surat rekomendasi beasiswa?

Surat rekomendasi adalah dokumen dari pihak yang mengenal kemampuan pelamar dan memberikan penilaian tentang prestasi, karakter, serta potensinya.

Siapa yang boleh membuat surat rekomendasi?

Dosen, pembimbing akademik, atasan, supervisor, atau profesional lain yang relevan dan memenuhi ketentuan program.

Berapa jumlah surat rekomendasi yang diperlukan?

Jumlahnya berbeda-beda. Ikuti panduan resmi beasiswa atau universitas tujuan.

Apakah surat rekomendasi harus dalam bahasa Inggris?

Tidak selalu. Gunakan bahasa yang diminta program. Jika diperlukan, siapkan terjemahan resmi.

Apakah surat rekomendasi harus menggunakan kop surat?

Kop surat diwajibkan oleh sebagian program, tetapi tidak semuanya. Periksa instruksi resmi.

Apakah surat rekomendasi harus ditandatangani?

Ikuti ketentuan program. Beberapa program meminta tanda tangan basah, tanda tangan digital, atau pengiriman langsung oleh referee.

Bolehkah pelamar menulis sendiri surat rekomendasi?

Pelamar dapat membantu menyiapkan ringkasan informasi, tetapi isi akhir harus ditinjau dan disetujui referee secara jujur.

Kapan waktu terbaik meminta surat rekomendasi?

Sebaiknya beberapa minggu sebelum tenggat agar referee memiliki waktu menulis dan mengirim surat.

Apakah surat rekomendasi dari atasan bisa digunakan?

Bisa jika program menerima rekomendasi profesional dan atasan tersebut memahami kinerja pelamar.

Apa isi surat rekomendasi yang baik?

Surat yang baik menjelaskan hubungan referee dengan pelamar, memberikan contoh konkret, menunjukkan kecocokan dengan program, dan menyatakan rekomendasi secara jelas.

 

Referensi

“Chevening Application Criteria”. chevening.org. Diakses pada 14 September 2026.

“GKS (Global Korea Scholarship) Program”. studyinkorea.go.kr. Diakses pada 14 September 2026.