20 Istilah Study Abroad yang Penting untuk Diketahui

Kuliah di Luar Negeri, 10 Nov 2022

Bagi sebagian besar orang, membuat rencana untuk melanjutkan studi di luar negeri adalah sebuah pengalaman baru yang menyenangkan namun juga terkadang membingungkan, terutama saat menemukan istilah-istilah asing yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Untuk membantu anda menyusun rencana pendidikan tinggi di luar negeri, berikut adalah penjelasan singkat dari beberapa istilah study abroad yang akan sering anda temukan dan penting untuk diketahui.

1. College dan University

Meskipun bisa diartikan menjadi perguruan tinggi dalam bahasa Indonesia, college dalam pendidikan luar negeri memiliki makna yang berbeda dengan universitas (university) karena pada umumnya, program pendidikan yang dibuka di college biasanya adalah program studi jenjang diploma dengan periode 2-3 tahun. Dengan kata lain, college bisa diartikan setara dengan sekolah tinggi di Indonesia. Sedangkan university atau universitas adalah perguruan tinggi yang membuka program studi lanjutan setelah college, baik di tingkat S-1, S-2 maupun S-3. 

2.  Degree

Degree dapat diartikan secara harfiah menjadi “gelar” dalam bahasa Indonesia. Sama halnya dengan pendidikan di Indonesia, jenis degree yang diperoleh oleh pelajar juga tergantung dengan jenis pendidikan yang ditempuh. Secara umum, terdapat 3 (tiga) jenis degree yang bisa diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di luar negeri,yaitu:

  1. Associate Degree: setara dengan gelar di Diploma di Indonesia
  2. Bachelor Degree: setara dengan gelar Sarjana di Indonesia atau lulusan jenjang S-1
  3. Master Degree: setara dengan gelar Master di Indonesia atau lulusan jenjang S-2
  4. Doctoral Degree: setara dengan gelar Doktor di Indonesia atau lulusan jenjang S-3

3. Double Degree

Dua gelar berbeda yang diperoleh pada saat yang bersamaan setelah menempuh program studi yang diselenggarakan oleh dua atau lebih instansi pendidikan.

              Baca Juga: Kupas Tuntas Persiapan Awal Study Abroad untuk Kamu

4. Undergraduate

Masih berhubungan dengan penjelasan terkait degree di atas, undergraduate berarti jenjang pendidikan setara S-1 pada instansi pendidikan di luar negeri. Undergraduate program berarti program studi pada jenjang S-1.

 5. Postgraduate

Postgraduate berarti jenjang pendidikan setara S-2 dan S-3 pada instansi pendidikan di luar negeri dan postgraduate program berarti program studi yang tersedia untuk jenjang S-2 dan S-3 di instansi pendidikan di luar negeri. Di beberapa negara seperti Australia, postgraduate program di tingkat S-2 dibagi menjadi 2 (jenis) program berbeda yaitu postgraduate coursework dan postgraduate research.

6. Postgraduate Coursework

Postgraduate coursework adalah program studi di jenjang S-2 yang menggunakan metode pembelajaran yang kurang lebih mirip dengan metode yang digunakan di jenjang S-1 seperti perkuliahan di kelas, tugas kuliah dan ujian apabila diperlukan. Umumnya program ini tidak mengharuskan mahasiswa untuk menyusun tesis sebagai syarat kelulusan (beberapa program postgraduate coursework tetap meminta mahasiswa menyusun minor thesis di akhir perkuliahan).

 7. Postgraduate Research

Berbeda dengan postgraduate coursework, postgraduate research adalah program studi yang mengharuskan mahasiswa untuk melakukan riset mandiri tentang bidang studi yang menjadi spesialisasi di bawah pengawasan supervisor dan universitas.      

8. Supervisor

Masih terkait program postgraduate research di atas, supervisor atau supervising professor adalah profesor yang bertugas untuk menjadi mentor, memberikan dukungan dan panduan selama proses riset berlangsung serta mengawasi proses riset dan perkembangan penyusunan tesis mahasiswa secara keseluruhan. Menemukan supervisor yang sesuai dengan minat penelitian sering menjadi kunci utama keberhasilan studi di program postgraduate research.

9. Post-Doctoral Research

Post-doctoral research merujuk pada riset lanjutan yang dilakukan jenjang S-3.

10. Pathway Program/Foundation Program

Pathway program atau foundation program adalah program persiapan yang umumnya ditujukan untuk mahasiswa internasional agar dapat beradaptasi dengan kurikulum, bahasa dan metode belajar di luar negeri. Pathway program biasa ditemui di negara-negara berbahasa Inggris seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia atau Kanada. Program ini biasanya berlangsung selama 1 (satu) tahun. 

11. Letter of Acceptance (LoA)

Letter of Acceptance (LoA) adalah surat dari perguruan tinggi di luar negeri yang menyatakan bahwa pelajar sudah resmi diterima sebagai salah satu mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. LoA biasanya menjadi syarat utama untuk melamar beasiswa atau student visa. Umumnya terdapat 2 (dua) jenis LoA, yaitu: conditional LoA dan unconditional LoA.

Unconditional LoA adalah surat dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa pelajar sudah resmi diterima tanpa syarat lain yang harus dipenuhi, sedangkan conditional LoA adalah surat dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa pelajar akan diterima di perguruan tinggi apabila memenuhi syarat-syarat tertentu yang disebutkan dalam surat. 

12. Scholarship dan Fellowship

Scholarship atau beasiswa dalam bahasa Indonesia adalah bentuk pendanaan finansial yang diberikan oleh penyedia beasiswa kepada pelajar yang digunakan untuk menunjang proses studi. Scholarship biasanya diberikan kepada pelajar yang dinilai memenuhi persyaratan oleh penyedia beasiswa.

Selain scholarship, terdapat juga fellowship yang merupakan salah satu bentuk beasiswa yang umumnya ditujukan untuk jenjang pascasarjana. Fellowship memiliki fokus di pengembangan kemampuan professional di bidang atau area yang spesifik.

 13. Self-Funded

Self-funded berarti semua biaya yang diperlukan selama proses studi baik biaya kuliah maupun biaya hidup sehari-hari menjadi tanggungan pribadi

14.  Fully Funded Scholarship

Fully funded berarti semua biaya yang diperlukan selama proses studi baik biaya kuliah maupun biaya hidup sehari-hari menjadi tanggungan penyedia beasiswa

 15.  Partially Funded Scholarship

Partially funded berarti sebagian komponen biaya yang diperlukan selama proses studi ditanggung oleh penyedia beasiswa, sementara sisanya menjadi tanggung jawab pribadi

 16. Tuition Fee

Tuition fee bisa diartikan sebagai uang atau biaya kuliah yang harus dibayar selama periode studi

 17. Tuition Waiver

Tuition waiver berarti pembebasan uang atau biaya kuliah oleh pihak universitas atau penyedia beasiswa

 18.  Scholastic Aptitude Test (SAT)

Scholastic Aptitude Test adalah tes terstandarisasi yang mengukur kemampuan calon mahasiswa tingkat S-1 untuk mengikuti pendidikan di luar negeri. SAT menjadi syarat wajib bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi di jenjang S-1 di universitas di Amerika Serikat. Beberapa negara lain juga menerima SAT seperti Inggris, Kanada, Singapura dan Australia. SAT memiliki beberapa bagian berbeda antara lain reading, writing and language dan yang terakhir, math test. 

19. Graduate Record Examination (GRE)

Graduate Record Examination (GRE) adalah tes terstandarisasi yang mengukur kemampuan calon mahasiswa tingkat S-2 untuk mengikuti pendidikan di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya. Tes ini mengukur kemampuan calon mahasiswa dalam memahami bacaan dengan tingkat kesulitan tinggi serta menganalisis informasi kuantitatif.  

20. Graduate Management Admission Test (GMAT)

Graduate Management Admission Test (GMAT)  adalah tes berbasis komputer yang digunakan untuk mengukur kemampuan analisis, menulis, kuantitatif, verbal dan membaca yang biasanya digunakan sebagai syarat untuk masuk ke dalam program studi manajemen di tingkat pascasarjana seperti program MBA. 

                     Baca Juga: Rekomendasi Beasiswa S-2 Luar Negeri

Siap Mendaftar Beasiswa Impianmu?

Masih ragu atau sudah yakin bisa menaklukkan beasiswa incaran kamu? Konsultasikan keraguan kamu kepada konsultan experts Schoters.

Ingin mendapatkan program bimbingan persiapan beasiswa yang paling tepat untuk kamu? Dapatkan program terbaik di sini.

Istilah Study Abroad