Profil Isyana Sarasvati, Pendidikan, hingga Karier

Pencinta musik Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Isyana Sarasvati. Tidak hanya terkenal karena kemampuannya bernyanyi, penyanyi solo wanita Indonesia yang mulai naik daun sejak merilis album di tahun 2015 ini juga terkenal karena keahliannya menulis lagu sekaligus kepribadiannya yang humoris dan acap kali mengundang tawa.

Namun, tahukah kamu kalau Isyana Sarasvati pernah menempuh pendidikan tinggi di luar negeri? Simak biografi Isyana Sarasvati beserta latar belakang pendidikannya dalam ulasan singkat di bawah ini.

Biografi Isyana Sarasvati

Lahir pada tanggal 2 Mei 1993, Isyana Sarasvati sudah menunjukkan bakat bermusiknya sejak kecil dengan menjadi solois dan resitalis di berbagai kompetisi dan pertunjukan musik klasik. Di usia 15 tahun, komposisi lagunya yang berjudul “Wings of Your Shadow” berhasil menjadi salah satu komposisi terbaik pada International Junior Original Concert (IJOC). Isyana remaja kemudian tampil pada konser IJOC pada tahun 2008 di Bunkamura Hall, Tokyo, Jepang.

Karier Isyana di dunia musik Indonesia semakin melesat di tahun 2014, setelah bergabung dengan Sony Music Indonesia dan merilis 2 (dua) single yang sukses di pasaran. Sejak saat itu, Isyana terus  menulis dan merilis album yang menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta musik dan kritikus, termasuk di antaranya Explore! (2015), Paradox (2017), dan Lexicon (2019). Saat ini, Isyana terus mengembangkan sayapnya di industri musik Indonesia dengan mendirikan sebuah label rekaman pribadi yang diberi nama Redrose Records pada tahun 2020.

 

Baca Juga: Ingin Menempuh Pendidikan di Bidang Seni? Simak Daftar Universitas Seni Terbaik di Dunia

 

Riwayat pendidikan Isyana Sarasvati

Lalu di mana saja Isyana Sarasvati belajar sebelum menjadi penyanyi kenamaan Indonesia?

Isyana tercatat pernah menempuh pendidikan tinggi di 2 (dua) institut seni di luar negeri, yaitu Nanyang Academy of Fine Arts di Singapura dan Royal College of Music di London.

1. Nanyang Academy of Fine Arts

Di usia 16 tahun, Isyana Sarasvati berhasil mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Singapura untuk melanjutkan studi di bidang Music Performance di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) yang berlokasi di Singapura. NAFA, yang sudah berdiri sejak tahun 1938, merupakan salah satu institusi pendidikan pertama di Singapura yang menawarkan pendidikan di bidang seni. Saat ini, NAFA secara resmi menjadi bagian dari University of Arts Singapore yang akan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2024.

NAFA sendiri menawarkan beragam program studi terkait bidang seni di beberapa jenjang pendidikan, termasuk di antaranya Diploma, Sarjana dan Master. Program studi yang dibuka di NAFA tersebar dalam 3 (tiga) fakultas yang berbeda antara lain :

  1. Faculty of Arts and Design, yang terdiri dari School of Fine Art, School of 3D Design, School of Design and Media dan School of Fashion Studies;
  2. Faculty of Performing Arts, yang terdiri dari School of Dance, School of Music dan School of Theatre;
  3. Faculty of Interdiciplinary Practices, yang terdiri dari School of Arts Management dan School of Interdiciplinary Arts.

 

Menariknya, pendidikan Diploma yang ditawarkan oleh NAFA dilaksanakan bekerja sama dengan institusi perguruan tinggi ternama di bidang seni lainnya, termasuk dengan University of Arts, London dan Royal College of Music, London.

2. Royal College of Music, London

Setelah menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan gelar diploma di NAFA, Isyana kemudian melanjutkan studi jenjang S1 di Royal College of Music (RCM), sebuah konservatori seni musik yang berlokasi di South Kensington, London. Konservatori yang sudah berdiri sejak tahun 1882 ini merupakan insitusi pendidikan yang menawarkan pendidikan untuk seluruh aspek yang berhubungan dengan seni musik, termasuk di antaranya seni pertunjukan, composition, conducting sampai teori dan sejarah musik.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh QS pada tahun 2023, RCM berhasil menduduki peringkat pertama di dunia untuk bidang performing arts – peringkat yang sudah didapatkan Royal College of Music London selama 2 (dua) tahun berturut-turut. Selain menjadi universitas dengan program studi performing arts terbaik di dunia, RCM juga merupakan sekolah performing arts terbaik di Inggris dan Eropa.

Tidak hanya itu, RCM juga sudah melahirkan banyak sekali tokoh-tokoh terkenal di industri musik internasional, termasuk di antaranya penyanyi Dame Joan Sutherland dan Sir Thomas Allen, instrumentalis Sir James Galway dan Natalie Clein, sampai konduktor musik ternama, Leopold Stokowski dan Sir Roger Norrington.

Beberapa program studi yang bisa diikuti di Royal College of Music, London saat ini adalah :

  1. Bachelor of Music;
  2. Graduate Diploma in Vocal Performance;
  3. Master of Performance;
  4. Master of Composition;
  5. Master of Music in Performance;
  6. Master of Music in Composition;
  7. Master of Science in Performance Science;
  8. Master of Education;
  9. Artist Diploma in Performance;
  10. Artist Diploma in Opera;
  11. Artist Diploma in Composition.

 

Baca Juga: Studi di Universitas Seni Terbaik di Korea Selatan dengan Beasiswa. Simak Info Lengkapnya disini!

 

Rekomendasi bimbingan lolos universitas luar negeri seperti Isyana Sarasvati

Ingin lolos masuk ke universitas luar negeri seperti Isyana Sarasvati? Yuk konsultasi dengan konsultan expert Schoters agar persiapan daftar universitasmu lebih terarah.

Butuh program lain untuk persiapan menembus universitas luar negeri? Cek program terbaik dari Schoters untuk bimbingan persiapanmu, dijamin terlengkap.

Isyana Sarasvati