Contoh Personal Statement LPDP dan Langkah Pengerjaan

Tips & Trik, 22 Des 2022

Halo Scholarship Hunters! Ada yang kemarin ketinggalan LPDP Gelombang 1 dan sekarang lagi persiapan untuk Gelombang 2? Sebelumnya Schoters pernah membahas tentang essay kontribusi pasca studi untuk pelamar LPDP 2022. Kali ini, Schoters akan membahas dokumen lain yang juga sering diminta, yaitu contoh personal statement LPDP. 

Singkatnya contoh personal statement LPDP merupakan esai yang memuat resume kamu, mulai dari prestasi hingga kelebihan diri, yang nantinya akan jadi bahan pertimbangan bagi penyeleksi beasiswa. 

Berbeda dengan esai kontribusi yang lebih menampilkan tentang komitmen dan perubahan positif yang akan kamu bawa untuk negara nantinya, contoh personal statement LPDP lebih fokus menonjolkan sisi personal dan pengalaman-pengalaman yang kamu miliki. 

Yuk, simak tips membuat dan contoh personal statement LPDP dari Schoters dan apa saja yang perlu kamu perhatikan!

Persyaratan Personal Statement LPDP

Tidak ada persyaratan tertentu untuk menulis personal statement LPDP. Namun pastikan jumlah kata yang digunakan sesuai ketentuan. Jika tidak ada, kamu bisa lihat batas jumlah karakter dari kapasitas form esai online.  

          Baca Juga: Ingin Tahu Lebih Lanjut Mengenai Beasiswa Santri? Yuk Simak Artikel Ini! 

Apa Saja Cakupan Isi Personal Statement LPDP?

Meski tidak ada persyaratan tertentu untuk menulis contoh personal statement LPDP, ada beberapa hal yang harus kamu tuliskan agar personal statement kamu menjadi lebih powerful. Simak pembahasan masing-masing bagiannya berikut ini!

1. Perkenalkan Diri Kamu Secara Ringkas

Ceritakan tentang siapa kamu serta target jurusan, universitas, dan negara yang akan kamu tuju. Lalu setelah itu kamu bisa mulai menjabarkan riwayat pendidikan dan prestasi yang kamu punya, termasuk kesibukan yang kamu jalani sekarang.

Sebaiknya kamu juga menuliskan dampak positif dan tanggung jawab yang sudah dilakukan saat menjalankan peran tersebut. Pilih satu atau dua pengalamanmu yang relevan dengan target bidang yang kamu minati. Jadi kamu bisa memberi kesan kepada LPDP, bahwa beasiswa yang diberikan dapat membantu kontribusi kamu kepada Indonesia di masa depan. 

2. Pengalaman Pendukung Lainnya

Jika kamu punya pengalaman kerja dan pernah ikut serta dalam komunitas/kegiatan sosial, hal itu juga bisa jadi pertimbangan untuk poin tambahan dari pemberi beasiswa. Itu dapat menjadi bukti nyata kontribusi yang pernah kamu lakukan untuk masyarakat.

Selain pencapaian di berbagai bidang akademik dan non-akademik, bisa juga menjabarkan seberapa kapabel dirimu dengan hardskill dan softskill yang kamu miliki. Pastikan semua hal itu berhubungan dan mendukung rencana studi kamu ya!

3. Tunjukkan Keunggulan Kenapa Kamu Pantas Menerima Beasiswa LPDP

Uraikan dengan jelas alasan mengapa kamu membutuhkan beasiswa tersebut dan korelasikan dengan target/tujuan karir kamu, tulis juga upaya-upaya yang sudah kamu kerjakan agar pihak penerima beasiswa bisa menilai bahwa kamu pantas menjadi penerima beasiswa LPDP.

“Pamerkan diri” dengan bahasa yang baik dan humble ketika menceritakan pengalamanmu. Tunjukkan bahwa apa yang kamu lakukan dulu, sekarang dan masa depan akan bermanfaat bagi negeri ini, dan bahwa kamu adalah kandidat terbaik yang layak menerima beasiswa LPDP.

          Baca juga: Tips Menulis Essay LPDP yang Menarik 

Tips Menulis Personal Statement LPDP

Pada dasarnya personal statement LPDP kurang lebih sama dengan personal statement yang biasa digunakan untuk mendaftar universitas/beasiswa. 

Berikut beberapa tips menulis personal statement yang apik:

A. Buat rencana dan jadwal menulis

Aturlah jadwal kamu sendiri. Idealnya, Hunters harus mengerjakan tulisan personal statement LPDP minimal satu bulan sebelumnya.

B. Perhatikan beda personal statement dan esai kontribusi LPDP

Tidak ada salahnya untuk mengecek jenis pertanyaan yang disajikan dan mencari contohnya. Perlu diingat, personal statement lebih menggambarkan diri kamu berdasarkan apa yang telah dilakukan.

C. Research dan persiapan

Langkah selanjutnya ialah melakukan riset terhadap jurusan, universitas, dan negara yang dituju. Hunters bisa mengidentifikasi kualifikasi, fakta menarik, atau hal – hal penting lain seputar tiga hal tersebut. Lalu, buatlah daftar mengenai pengalaman yang pernah dimiliki, baik pengalaman kerja, organisasi, kepanitiaan, sukarelawan, penghargaan, pelatihan maupun kegiatan lain. Tentunya pilih yang terbaik dan relevan dengan hasil riset kamu.

D. Cek tingkat kesulitan mengerjakan

Tanyakan pada diri sendiri terkait hal – hal yang akan menunjang tulisan kamu, seperti keterampilan apa yang sudah dikuasai untuk menunjang karir dan pendidikan, lalu aspek diri yang membuat kamu berhasil, dan sebagainya. Tujuannya untuk lebih mengenal diri kamu, tentunya hal ini akan memudahkan kamu saat menulis personal statement sebab Hunters sudah kenal dan mengetahui tentang diri kamu sendiri.

E. Buat kata kunci

Buatlah kata kunci untuk setiap kalimat sebelum menulis, pastikan semua komonen dalam pertanyaan yang ada dapat terjawab.

F. Tulis sebanyak mungkin terlebih dahulu

Meski jumlah kata untuk personal statement LPDP dibatasi, akan tetapi sebaiknya jangan dulu terpaku pada jumlah tersebut. Sebab, terlalu memikirkan batasan saat baru mulai menulis justru membuat proses kamu menjadi buntu. Lenoh baik, Hunters jabarkan pengalaman – pengalaman relevan dengan mengalir, Jangan hanya menyebutkan, tetapi juga menceritakan apa saja yang diperoleh dari pengalaman tersebut. Sebab, hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri loh, mengingat orang lain bisa saja memiliki pengalaman yang sama.

G. Gunakan pernyataan yang lebih personal

Hindari pernyataan yang menjadikan fakta umum sebagai poin utama. Paparkan pernyataan yang lebih spesifik dan bersifat personal.

H. Baca ulang apa yang telah kamu tulis

Setelah memaparkan informasi yang kamu tuliskan, langkah selanjutnya ialah membaca ulang dan menyeleksi bagian yang lebih penting. Artinya, pada tahap ini kamu menyesuaikan kembali tulisan dengan jumlah kata yang ditentukan. Selain itu, kamu jadi tahu mana saja kalimat yang sekiranya memerlukan perbaikan.

I. Proofreading dari ahlinya

Tahap ini sangat penting untuk dilakukan, agar kamu dapat masukan baru yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan. Sebaiknya pengecekan ini dilakukan oleh tiga pihak dengan kapasitas berbeda ya Hunters. Pertama, pihak yang ahli dalam bahasa Inggris untuk menilai kesesuaian kata. Kedua, pihak ahli dalam bidang yang diambil guna menilai kesesuaian substansi dan korelasi pengalaman yang ditulis. Ketiga, pihak yang memiliki pengalaman terkait universitas atau beasiswa yang didaftarkan, fungsinya untuk menilai kesesuaian kriteria tulisan yang biasanya lolos.

J. Perbaiki dan sesuaikan feedback

Setelah kamu mendapati hasil proofreading yang diberikan, akan lebih maksimal jika kamu dapat memperbaiki hasil feedback ahli tersebut. Alangkah baik, jika kamu bisa mengajukan proofreading kembali setelah kamu perbaiki. Maka hasil terakhir itulah yang merupakan versi terbaik dari personal statement LPDP yang akan kamu ajukan.

Kamu bisa merujuk ke template ini untuk panduan saat menulis personal statement, ya!

Nah, itu dia beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat menulis personal statement LPDP. Masih kebingungan dan merasa perlu support dan sharing dari mentor yang lebih berpengalaman? Yuk segera konsultasiin bareng mentor experts di Schoters.