5 Tips IELTS untuk Beasiswa LPDP Agar Nilaimu Melejit Tinggi

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah beasiswa Magister/Doktor yang disediakan oleh Kementerian Keuangan RI, berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama. Beasiswa LPDP merupakan salah satu beasiswa populer di Indonesia, dengan jumlah pendaftar sebanyak 78.000 orang pada tahun 2025.

LPDP menyediakan beasiswa untuk calon mahasiswa S-2/S-3 dengan kampus tujuan di dalam atau luar negeri. Dalam menempuh studi, setiap calon mahasiswa wajib menguasai bahasa Inggris dengan fasih. Oleh karena itu, salah satu syarat pendaftaran LPDP adalah sertifikat bahasa Inggris.

 

Lembaga Tes Bahasa Inggris untuk Beasiswa LPDP

Pendaftar beasiswa reguler wajib memiliki sertifikat kemahiran bahasa Inggris. LPDP memperbolehkan pendaftar untuk melakukan tes kemahiran di beberapa lembaga. Berdasarkan ketentuan beasiswa LPDP 2025, berikut ini adalah tes bahasa Inggris yang dapat kamu ikuti.

 

  1. International English Language Testing System (IELTS) → www.ielts.org/ 
  2. Test of English as a Foreign Language (TOEFL), khusus ITP dan IBT.
  3. English Testing Service (ETS) → ets.org/
  4. PTE Academic → pearsonpte.com

 

Untuk dapat lolos ke tahap berikutnya, kamu harus menguasai bahasa Inggris pada tingkat tertentu. Tingkatan tersebut ditentukan oleh nilai yang kamu capai dalam tes kemahiran bahasa Inggris.

 

Nilai Minimal Tes Bahasa Inggris untuk LPDP

LPDP menetapkan jumlah nilai minimal tes bahasa Inggris yang berbeda-beda di tiap skema dan jenjangnya. Berikut adalah rinciannya!

 

1. Beasiswa Reguler Dalam dan Luar Negeri

 

  • Program Magister Dalam Negeri → TOEFL® ITP 500, TOEFL® iBT 61, PTE Academic 50; atau IELTS™ 6,0.
  • Program Doktor Dalam Negeri → TOEFL® ITP 530, TOEFL® iBT 70, PTE Academic 50; atau IELTS™ 6,0.
  • Program Magister Luar Negeri → TOEFL iBT® 80; PTE Academic 58; atau IELTS™ 6,5.
  • Program Doktor Luar Negeri → TOEFL iBT® 94; PTE Academic 65; atau IELTS™ 7,0.

 

2. Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD)

 

  • Program Magister Luar Negeri → TOEFL iBT® 80; PTE Academic 58; atau IELTS™ 6,5.
  • Program Doktor Luar Negeri → TOEFL iBT® 94; PTE Academic 65; atau IELTS™ 7,0.

 

3. Beasiswa Afirmasi

 

  • Program Magister Luar Negeri → TOEFL® ITP 500, TOEFL iBT® 61; PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 500.
  • Program Doktor Luar Negeri → TOEFL® ITP 500, TOEFL iBT® 61; PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 500.
  • Pendaftar dengan tujuan kampus dalam negeri tidak dipersyaratkan menggunakan tes bahasa Inggris.

 

4. Beasiswa Penyandang Disabilitas

 

  • Program Magister Luar Negeri → TOEFL® ITP 500, TOEFL iBT® 61; PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 500.
  • Program Doktor Luar Negeri → TOEFL® ITP 500, TOEFL iBT® 61; PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 500.
  • Pendaftar dengan tujuan kampus dalam negeri tidak dipersyaratkan menggunakan tes bahasa Inggris.

 

5. Beasiswa Prasejahtera

 

  • Program Magister Luar Negeri → TOEFL® ITP 500, TOEFL iBT® 61; PTE Academic 50, IELTS™ 6.0, Duolingo English Test 95, TOEP 500.
  • Program Doktor Luar Negeri tidak tersedia untuk skema beasiswa ini.
  • Pendaftar dengan tujuan kampus dalam negeri tidak dipersyaratkan menggunakan tes bahasa Inggris.

 

 Mau kuliah di kampus terbaik Amerika? Yuk mulai persiapanmu bareng Schoters!
Tim expert Schoters siap bantu kamu dari pemilihan jurusan, strategi aplikasinya, hingga bimbingan esai dan beasiswa.

Tips IELTS Beasiswa - 5 Tips IELTS untuk Beasiswa LPDP Agar Nilaimu Melejit Tinggi

 

 

Tips Persiapan IELTS untuk LPDP

Salah satu tes yang umum dilaksanakan adalah IELTS. Sangat penting untuk mempersiapkan dengan maksimal dan belajar sebelum mengikuti tes IELTS. Yuk simak tips IELTS LPDP berikut ini!

 

1. Perkaya Kosakata Bahsa Inggris

Salah satu aspek penting yang harus kamu lakukan dalam mempersiapkan ujian bahasa Inggris adalah memperbanyak kosakata. Dengan memahami kosakata, kamu dapat menguasai subtest reading dan writing. Memperbanyak perbendaharaan kosakata dapat dilakukan dengan membaca bacaan dalam bahasa Inggris, baik fiksi, nonfiksi, ilmiah, maupun berita. Apabila kamu mengalami kesulitan memahami suatu kata, kamu dapat mencari maknanya di kamus terpercaya, seperti Oxford dan Cambridge University.

 

2. Mengasah Kemampuan Listening

Salah satu subtes penting dalam IELTS adalah listening, yaitu subtes menyimak. Dalam subtes ini, kamu diminta untuk menjawab pertanyaan dan menentukan respons yang tepat sesuai dengan audio yang diperdengarkan. Kamu dapat mengasah kemampuan listeningmu dengan mendengarkan audio atau video berbahasa Inggris. Pastikan audio yang kamu dengarkan sebagai latihan memiliki pelafalan yang jelas dan sempurna.

 

3. Mendalami Grammar Bahasa Inggris

Selain kosakata, grammar atau tata bahasa juga merupakan materi yang tidak boleh kamu lewatkan. Materi grammar adalah materi esensial untuk subtes writing. Dalam subtes tersebut, kamu diminta untuk menjawab dua pertanyaan dengan minimal jumlah kata tertentu. Substansi, diksi, dan grammar sangat dipertimbangkan dalam subtes ini.

 

 

Baca Juga: Tidak Hanya Tenses, Ini 7 Macam Macam Grammar Lainnya

 

 

4. Berlatih Berbicara Bahasa Inggris

Seringkali, subtes speaking menjadi momok bagi peserta tes kemahiran bahasa Inggris. Padahal, dengan persiapan yang matang, kamu dapat menguasai subtes ini. Setelah belajar banyak kosakata dan pelafalan, kamu dapat mempraktekkannya secara langsung. Kamu dapat berlatih monolog atau meminta bantuan teman untuk menjadi mitra tutur dan mengoreksi pelafalanmu.

 

5. Mengevaluasi Hasil Latihan

Evaluasi sangat dibutuhkan ketika sedang berlatih untuk mengikuti tes. Kamu dapat mengevaluasi hasil latihanmu dengan mengikuti mock up test atau tes simulasi. Dengan mengikuti simulasi, kamu dapat mengira-ngira sejauh mana kemampuan bahasa Inggrismu sebelum mengerjakan tes.

Setelah mengetahui tips mempersiapkan tes IELTS, kamu juga harus membangun ekosistem belajar yang teratur.

 

Strategi Latihan Persiapan IELTS

 

1. Ciptakan Jadwal yang Konsisten

Buatlah jadwal yang menyesuaikan waktu dan keseharianmu saat ini. Membuat jadwal juga penting agar kamu bisa tracking hasil belajar dan menghindari proses belajar berhenti di tengah jalan. Buatlah target belajar sesuai dengan kemampuanmu. Jangan lupa untuk membuat evaluasi bulanan untuk melihat sejauh mana persiapanmu, ya, Hunters!

 

2. Ikuti Komunitas Belajar IELTS

Teman yang memiliki tujuan yang sama juga dapat mendorong kesiapanmu. Bersama komunitas belajar, kamu dapat bertukar materi dan berlatih dengan satu sama lain. Kamu bisa eksplorasi komunitas belajar IELTS melalui sosial media, Telegram, Discord, YouTube hingga siniar. Melalui komunitas ini kamu berkesempatan untuk belajar banyak dari teman-temanmu, atau bahkan mengajarkan teman sesama komunitasmu.

 

3. Ikuti Kursus Persiapan IELTS

Mengikuti kursus bisa menjadi cara belajar bagi kamu yang kesulitan mengatur jadwal dan target sendiri. Dengan mengikuti kursus, kamu akan dibimbing oleh tentor dan advisor yang akan mengarahkan proses belajarmu.

 

Bingung mau kuliah di luar negeri mulai dari mana? Jangan khawatir, ada Study Abroad Academy!

Schoters menyediakan program Study Abroad Academy buat kamu yang mau dibimbing untuk kuliah di luar negeri. Hingga saat ini, Study Abroad Academy telah berhasil membantu ribuan siswa memperoleh beasiswa di 400+ universitas di 46 negara.

 

Fasilitas yang akan kamu dapatkan di program ini antara lain:

 

  • Video call 1-on-1 dengan mentor.
  • Akses 200+ video & modul pembelajaran.
  • Sesi QnA dengan fasilitator.
  • Rekomendasi personal beasiswa.
  • Review Dokumen (esai, resume, motivation letter, dan lainnya) oleh mentor.

 

Yuk, segera daftarkan dirimu di Study Abroad Academy dan dapatkan bimbingan eksklusif kuliah di luar negeri bersama mentor-mentor berpengalaman!

 

Tips IELTS Beasiswa - 5 Tips IELTS untuk Beasiswa LPDP Agar Nilaimu Melejit Tinggi