Perbedaan Bachelor Degree, Associate Degree, dan Diploma

Kalau kamu ingin melanjutkan pendidikan jenjang S1 di luar negeri, kamu mungkin familiar dengan istilah Bachelor Degree. Namun, sebenarnya, apa yang disebut dengan Bachelor Degree? Apakah Bachelor of Degree adalah sarjana?

Lalu bagaimana dengan gelar akademik lain yang bisa didapatkan di luar negeri seperti Diploma dan Associate Degree? Apa saja perbedaan Diploma, Associate Degree, dan Bachelor of Degree? Mari mengenal berbagai gelar akademik tersebut dalam artikel Schoters di bawah ini.

Pengertian Bachelor Degree

Secara umum, Bachelor Degree adalah gelar yang setara dengan gelar Sarjana (S1) di Indonesia. Di luar negeri, Bachelor Degree bisa didapatkan setelah menyelesaikan pendidikan di jenjang undergraduate, dengan program studi beragam yang dapat dipilih sesuai minat dan durasi studi berkisar kurang lebih 3-5 tahun.

Untuk mendapatkan gelar Bachelor of Degree, mahasiswa biasanya diminta untuk menyelesaikan 120-130 kredit perkuliahan selama duduk di jenjang undergraduate. Jenis Bachelor Degree yang bisa didapatkan di luar negeri bisa berbeda-beda, tergantung lokasi tempat pendidikan diselenggarakan. Ada dua jenis Bachelor Degree yang sering ditawarkan di luar negeri. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bachelor of Arts (BA): Gelar ini biasanya diberikan kepada mahasiswa yang belajar di program studi di bawah kategori liberal arts, seperti program studi communication, education, foreign languages, psychology, sociology dan lain sebagainya. 

  2. Bachelor of Science (BS). Gelar ini biasanya diberikan kepada mahasiswa yang belajar di program studi terkait science, seperti biology, chemistry, computer science, engineering, mathematics, physics, dan lain sebagainya. 

 

Tentu saja, masih banyak lagi jenis Bachelor Degree yang bisa didapatkan di kampus-kampus luar negeri, seperti Bachelor of Fine Arts, Bachelor of Law, dan lain-lain. Selain Bachelor Degree yang konvensional, di beberapa negara tertentu, seperti Inggris atau Australia, juga dikenal istilah Bachelor Degree with Honours.

Bachelor Degree with Honours biasanya didapatkan apabila mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan di jenjang undergraduate melalui riset atau studi lanjutan di program studi pilihan. Kualifikasi Bachelor Degree with Honours dinilai lebih tinggi dari Bachelor Degree biasa. Sebab, gelar ini menunjukkan kualifikasi dalam hal penelitian, penulisan akademik, serta potensi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Menariknya, Bachelor Degree bukanlah satu-satunya kualifikasi akademik yang bisa diperoleh di jenjang undergraduate di luar negeri. Selain Bachelor Degree, Hunters juga bisa mendapatkan gelar atau kualifikasi, seperti Associate Degree dan Diploma Degree.

Pengertian Associate Degree

Salah satu kualifikasi akademik yang bisa diperoleh mahasiswa ketika menyelesaikan pendidikan di jenjang undergraduate di luar negeri adalah associate degree. Secara garis besar, gelar ini setara dengan gelar D3 di Indonesia.

Ada beberapa perbedaan mendasar yang bisa ditemukan antara bachelor degree dan associate degree, termasuk di antaranya fokus program studi dan durasi studi yang harus ditempuh. Untuk Associate Degree, rata-rata mahasiswa biasanya menempuh studi dalam waktu 2 tahun.

Associate Degree juga biasanya didapatkan setelah mahasiswa menyelesaikan 60 kredit perkuliahan, yang dalam beberapa kasus juga bisa ditransfer atau diperhitungkan sebagai kredit perkuliahan saat melanjutkan ke jenjang Bachelor of Degree.

Gelar Associate Degree adalah gelar di jenjang undergraduate yang umum ditemukan di negara-negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Belanda, Hongkong dan masih banyak lagi. Di Amerika Serikat, gelar Associate Degree juga banyak tersedia di berbagai college, seperti community college, junior college, technical college, dan di berbagai college yang terafiliasi dengan universitas dan university institutes.

Di Inggris, Associate Degree lebih banyak dikenal dengan istilah foundation degree. Sebab, gelar ini didapatkan melalui program studi yang menjadi dasar (foundation) untuk melanjutkan studi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pengertian Diploma Degree

Apabila Associate Degree setara dengan gelar D3 di Indonesia, lalu bagaimana dengan Diploma Degree? Dalam sistem pendidikan di luar negeri, Diploma Degree adalah kualifikasi akademik yang biasanya diberikan kepada mahasiswa yang berhasil menyelesaikan courses, pelatihan, atau kursus professional di bidang tertentu, seperti design, pharmacy, dan engineering.

Dengan demikian, fokus studi untuk mendapatkan Diploma Degree lebih kecil dibandingkan Associate Degree. Mahasiswa yang memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti Bachelor of Degree (gelar sarjana), lebih disarankan untuk mengambil Associate Degree dibandingkan diploma degree. Sebab, kredit perkuliahan Associate Degree dapat diperhitungkan di jenjang yang lebih tinggi.

Untuk mendapatkan gelar Diploma Degree, mahasiswa biasanya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 tahun. Sementara itu, untuk mendapatkan gelar associate degree, mahasiswa harus menghabiskan waktu rata-rata 2 tahun.

 

Baca Juga: Kuliah Jurusan Science? Wajib Tau Bachelor of Science!

 

Pilih yang Mana? Associate Degree atau Bachelor Degree?  

Memilih antara Associate Degree atau Bachelor Degree memerlukan pemikiran yang matang dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

1. Biaya pendidikan

Pertimbangan pertama dalam memilih gelar yang akan dituju, tentu saja, adalah dana yang dimiliki untuk melanjutkan studi. Ini disebabkan fokus studi yang terbatas, durasi studi yang lebih singkat, dan biaya pendidikan yang harus dikeluarkan untuk Associate Degree juga jauh lebih murah ketimbang untuk Bachelor of Degree. Selain itu, Associate Degree juga bisa didapatkan di berbagai institusi pendidikan lain yang lebih informal dan lebih murah daripada universitas, seperti community colleges dan lain sebagainya.

2. Persyaratan masuk

Persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar ke Associate Degree juga relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan persyaratan masuk ke Bachelor of Degree (gelar sarjana). Oleh sebab itu, mahasiswa yang belum bisa memenuhi persyaratan masuk ke Bachelor of Degree bisa mencoba untuk masuk Associate Degree terlebih dahulu sambil menyiapkan diri masuk ke jenjang lebih tinggi.

3. Rencana karier masa depan

Selain budget dan persyaratan masuk, rencana karier adalah faktor utama yang perlu diperhitungkan saat memilih kualifikasi akademik yang diinginkan. Untuk mendapatkan entry level position, banyak perusahaan menerima pelamar dengan kualifikasi Associate Degree. Selain itu, banyak juga lowongan pekerjaan yang lebih membutuhkan pelamar dengan keahlian praktis yang biasanya didapatkan dengan menempuh pendidikan Associate Degree.

Meskipun demikian, pekerjaan dengan posisi yang lebih tinggi dalam suatu jenjang karier biasanya membutuhkan pendidikan dan kualifikasi lanjutan yang didapatkan dari gelar sarjana. Gelar sarjana juga diperlukan jika mahasiswa memiliki rencana menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, seperti Master, Doktoral, atau gelar professional lainnya.

Selain itu, gelar sarjana juga mempersiapkan mahasiswa yang ingin menempuh karier di bidang akademik, medicine, law, atau executive leadership. Terakhir, gelar sarjana umumnya memberikan potensi pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Associate Degree.

 

Baca Juga: Ingin Tahu Juga Perbedaan Master dan Magister?

 

Siap Mendapatkan gelar Diploma, Associate Degree, atau Bachelor Degree?

Jika kalian tertarik ingin mendapatkan salah satu gelar dari Diploma, Associate Degree, dan Bachelor Degree. Namun, masih bingung ingin memilih yang mana, segera konsultasikan dengan mentor expert Schoters!

Bachelor Degree