Perbedaan Antara TOEFL IBT dan PBT yang Perlu Kamu Ketahui

Bahasa Asing, 07 Mar 2023

Saat mendaftar kuliah di luar negeri, biasanya Hunters akan diminta untuk menyediakan bukti nilai tes kemampuan bahasa Inggris TOEFL (Test Of English as a Foreign Language) atau IELTS (International English Language Testing System).

Ini dilakukan untuk memastikan kamu memiliki kemampuan membaca, berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris yang cukup untuk mengikuti pelajaran di universitas nantinya.

Kali ini, Schoters akan membahas terkait perbedaan TOEFL IBT dan PBT. Mari simak ulasannya, Hunters!

 

Apa itu TOEFL?

TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris dengan logat Amerika. Ujian ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh di dunia.

Pada umumnya tes TOEFL diminta oleh universitas di Amerika Serikat dan Kanada. Tes TOEFL terdiri dari dua cara ujian, yaitu TOEFL IBT dan TOEFL PBT.

Pada umumnya, tes TOEFL yang sering digunakan adalah tes TOEFL IBT (Internet Based Test). Di mana kamu akan diminta untuk merekam semua jawaban di komputer yang telah terhubung langsung dengan internet.

Jawaban kamu akan dikirim langsung ke ETS. Nilai tes TOEFL IBT yang terbaru memiliki nilai maksimum 120, dengan rata - rata nilai yang diminta adalah 80 atau 90. Tes TOEFL berlangsung selama hampir 4 jam.

 

Baca Juga: Bingung Pilih Antara TOEFl atau IELTS? Yuk Tentukan Sesuai Keperluanmu

 

TOEFL IBT terdiri atas empat sesi, yakni reading, listening, speaking, dan writing. Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Reading

Hunters akan menjumpai tiga sampai lima teks bacaan yang memuat sekitar 700 kata yang masing- masing diikuti 12 – 14 pertanyaan seputar ide pokok, tujuan, kesimpulan, kosakata, detail khusus, pernyataan tersirat, hingga tuntutan untuk melengkapi isi tabel dan kesimpulan.

Teks yang diberikan memuat bacaan ilmiah atau yang bersifat akademik, sehingga dibutuhkan pemahaman kosakata dan gramatika yang cukup tinggi, agar tidak kesulitan mengerjakannya. Durasi yang diberikan sekitar 60-100 menit.

2. Listening

Di sesi ini, Hunters akan menjumpai sejumlah percakapan umum dan diskusi akademik yang masing- masing diikuti oleh beberapa pertanyaan. Satu audio percakapan berdurasi sekitar tiga menit diikuti lima pertanyaan.

Sedangkan audio diskusi akademik, berdurasi tiga sampai lima menit dengan diikuti enam buah pertanyaan seputar pemahaman ide pokok, implikasi, detail penting, kesatuan informasi, tujuan pembicara, hingga sikap pembicara. Sesi ini berlangsung sekitar 60-90 menit.

3. Speaking

Pada sesi ini, kemampuan bicara akan diuji dalam enam latihan. Dua latihan pertama bersifat independen, di mana Hunters akan diminta untuk mengutarakan opini seputar topic yang sedang hangat atau familiar, untuk dievaluasi kemampuan bicaranya secara spontan.

Selanjutnya, Hunters akan diberi bacaan pendek atau mendengar audio percakapan, kemudian respons dan jawab pertanyaan yang berkaitan dengan informasi di dalamnya.

Hunters diperbolehkan mencatat poin-poin penting yang dapat membantu memberi respon. Setiap respons dan jawaban yang kita berikan, akan direkam secara digital untuk selanjutnya dievaluasi. Durasi untuk ini berlangsung selama 20 menit.

4. Writing

Hunters akan diminta untuk memberikan dua respons tertulis dari dua soal latihan. Pertama, membuat kesimpulan berisikan detail atau poin penting di dalamnya. Kedua, Hunters harus membuat respons yang memuat pendapat dalam bentuk esai.

Sementara, PBT (Paper Based Test TOEFL) atau dalam bahasa kita adalah tes TOEFL berbasis kertas. Seperti namanya, tes ini dilakukan di atas kertas dengan tiga sesi ujian yaitu Listening, Structure, dan Reading. Semuanya tertuang dalam soal pilihan ganda.

Pada sesi listening, Hunters diuji pemahaman akan bahasa Inggris melalui pendengaran. Kemudian pada sesi structure, pemahaman akan grammar atau tata bahasa akan diuji, Hunters akan menjumpai soal finding errors dari struktur kalimat yang diberikan. Sedangkan sesi reading, tingkat pemahaman Hunters dalam memahami suatu teks bacaan akan diuji.

Jenis TOEFL ini memiliki rentang nilai atau skor dari 310 hingga 677 sebagai nilai paling maksimum. Tes ini berlangsung selama 2 hingga 2,5 jam. Saat ini, PBT-TOEFL sudah tidak diberlakukan lagi di lingkup internasional, kecuali beberapa negara saja.

Namun, Indonesia memiliki jenis tes yang serupa dengan PBT, yaitu ITP (Institutional Testing Program) yang biasa diselenggarakan oleh perguruan tinggi dan lembaga bahasa yang sudah bekerjasama dengan ETS.

Skor TOEFL ITP bisa digunakan sebagai persyaratan melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia, menunjang karir di instansi local, mengikuti program pendidikan, pelatihan, pengembangan karir dari lembaga pemerintahan, serta berbagai keperluan lainnya.

 

Perbedaan tes TOEFL IBT dan PBT

toelf PBT

Di dalam tes TOEFL PBT, kamu harus mampu menulis, memahami dan menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar sesuai dengan struktur serta aturan dalam grammar yang berlaku.

Jika dibandingkan dengan tes IBT, TOEFL PBT memiliki biaya yang lebih murah, yaitu berkisar Rp1.700.000,-. Hal ini karena tes dilakukan secara menyeluruh dan menguji kemampuan peserta dalam berbagai aspek bahasa Inggris.

Materi yang diujikan meliputi listening, reading, dan structure dengan waktu pengerjaan berkisar 2 jam 30 menit. Biasanya Hunters diharuskan mengisi lembar jawaban menggunakan pensil 2B, sebagai salah satu ciri utama dari tes ini.

toefl IBT

Di Indonesia, TOEFL IBT biasanya digunakan sebagai persyaratan permohonan visa bagi pelajar yang sedang berada di luar negeri. Sementara di luar negeri, kebutuhan akan tes ini meningkat, khususnya untuk pelajar internasional yang ingin studi di universitas atau mendapatkan beasiswa luar negeri.

Di dalam tes TOEFL IBT, kemampuan dalam berbicara bahasa Inggris, menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh. Biaya yang harus dikeluarkan berkisar Rp2.500.000,-.

 

Baca Juga: 10 Tips buat Kamu yang Ingin Meraih Skor TOEFL Tinggi dengan Mudah

 

Cara belajar untuk tes TOEFL

Sertifikat TOEFL dibutuhkan untuk berbagai keperluan seperti syarat kelulusan sarjana, syarat melamar pekerjaan, dan lain sebagainya. Namun bagi sebagian orang, tes ini termasuk tes yang sulit terutama bagi yang kemampuan bahasa Inggrisnya belum di atas rata - rata. Tanpa persiapan, tentu akan sulit bagi Hunters untuk mengerjakannya.

1. Terus berlatih

Sayangnya, berlatih dan berlatih adalah cara belajar TOEFL yang sangat efektif. Meskipun semua orang bermalas - malasan di bawah sinar matahari, minum latte di kafe, atau mengunyah makanan ringan di warung, Hunters tetap harus belajar dan berlatih mengerjakan TOEFL.

Semakin banyak berlatih, semakin tinggi skor yang dapat dicapai. Akan tetapi juga perlu pandai mengatur waktu, uang, tenaga dan material. Jangan buru - buru mengambil tes, dan jangan juga berpuas diri.

2. Komitmen

Hunters perlu berkomitmen untuk mempersiapkan diri semaksimal dan seintensif mungkin. Buatlah rencana belajar dan ikuti setiap langkahnya. Luangkan waktu dalam seminggu untuk mengikuti tes latihan.

3. Konsisten luangkan waktu

Kemudian luangkan lebih banyak waktu untuk meningkatkan kemampuan kosakata serta grammar. Ikuti tes simulasi dan atur waktu seolah - olah ini adalah hari ujian.

4. Biasakan dengan rasa gugup

Jangan menggunakan bantuan apapun seperti kamus ataupun smartphone. Gunakan timer untuk mengatur waktu mulai dan selesai tes. Jika merasa gugup, bagus! Merasa gugup justru hal yang baik, itu membuat Hunters tetap terjaga. Berlatihlah menjadi gugup dan menjadi kebal terhadap stres. Ini akan memaksimalkan kinerja pada hari ujian yang sebenarnya.

 

Rekomendasi bimbingan persiapan TOEFL di Schoters

Butuh bimbingan persiapan TOEFL terpercaya? Join TOEFL IBT Preparation dan Prediction Test by Schoters.  Kamu juga dapat konsultasi dengan konsultan expert Schoters agar persiapan daftar universitasmu lebih terarah.

Butuh program lain untuk persiapan dapat universitas luar negeri? Cek program terbaik dari Schoters untuk bimbingan persiapanmu, dijamin terlengkap.

Banner K2 - Schoters