Apa Itu Personal Statement Beasiswa dan Tips Menulisnya

Personal statement adalah dokumen kunci diterima atau tidaknya pengajuan beasiswa kalian. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk mengetahui secara detail apa itu personal statement beasiswa, mulai dari definisi, hal yang harus ditulis, cara menulisnya, dan tentunya tips menulis personal statement. 

Apa itu personal statement beasiswa?

Sering juga disebut esai, motivation letter, letter of purpose, letter of intent, dan statement of purpose, personal statement adalah dokumen penting yang menjadi media branding kamu di depan para penentu pemberi beasiswa dan menjadi showcase kenapa kamu cocok untuk mendapatkan beasiswa. 

Personal statement beasiswa ini setara dengan wawancara tatap muka. Oleh karena itu, kalian harus berhati-hati mengenai konten dan cara kalian mempresentasikan personal statement beasiswa. Adapun Ciri-ciri personal statement beasiswa yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  1. Jelas arah tulisannya;
  2. Kaya akan konten namun tetap singkat dan padat;
  3. Menjawab prompts atau pertanyaan yang diajukan oleh pemberi beasiswa.

 

Biasanya personal statement ini dibagi menjadi dua bentuk, yakni:

  1. Menjawab pertanyaan spesifik;
  2. Format umum.

 

Bentuk yang pertama biasanya diberikan jika universitas/pemberi beasiswa sedang mencari kandidat spesifik yang sesuai dengan kriteria yang mereka cari. Selain itu, kalian tidak perlu menjelaskan hal yang tidak terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan karena hal itu akan dianggap tidak relevan dan hanya membuang-buang kuota kata yang diberikan.

Dalan penulisan personal statement beasiswa, tentu saja ada batasan maksimal kata yang bisa kalian tulis, tergantung pemberi beasiswa. Namun, pada umumnya, panjang kata dari personal statement beasiswa berkisar dari 300 kata hingga 2 halaman A4 (sekitar 1500-1600 kata)

Untuk penjelasan format umum, dapat kalian simak penjelasannya di bawah ini. Beberapa poin mungkin juga bisa diaplikasikan saat kalian menulis personal statement bentuk menjawab pertanyaan spesifik. Yuk, simak!

 

Baca juga: Tips Mendapatkan LoA Universitas

 

Poin yang harus ditulis dalam personal statement beasiswa?

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini dapat menjadi guide kalian dalam menulis personal statement beasiswa:

  1. Kenapa memilih untuk melanjutkan studi di bidang terkait? Bisa kalian jelaskan mengenai impian masa kecil, goals yang ingin kalian raih, pengalaman yang ingin kalian miliki, atau rencana karir masa depan.
  2. Apa masalah atau isu yang dapat diselesaikan saat atau setelah studi? Kalian dapat memberikan data terbaru dan relevan terkait masalah yang kalian angkat, hal ini dapat menjadi nilai plus.
  3. Kenapa memutuskan studi di universitas/menggunakan beasiswa ini? Apa pembeda dengan universitas lain? Jabarkan mengenai fasilitas unik yang ada di universitas tujuan atau alasan pribadi sehingga universitas tujuan menjadi pilihan yang tepat bagi kalian.
  4. Kenapa kalian tepat untuk menerima beasiswa? Elaborasikan dengan pengalaman, rencana masa depan, dan masalah yang kalian miliki, termasuk pencapaian akademik, portofolio, dan kegiatan ekstrakurikuler.
  5. Apa tujuan kalian setelah lulus menggunakan beasiswa tersebut dan imbal balik apa yang bisa kalian berikan kepada pemberi beasiswa dan masyarakat luas? Elaborasikan pula poin ini dengan poin-poin sebelumnya agar menjadi bagian penutup yang singkat namun menyeluruh.

 

Baca juga: Tips yang Dapat Kamu Lakukan untuk Mendapatkan Skor Bagus di IELTS 

 

Tips menulis personal statement 

Ikuti tips berikut dan jadikan mereka sebagai check list personal statement kamu!

  1. Baca arahan atau aturan. Beberapa pemberi beasiswa memberi batasan panjang personal statement. Jangan sampai kelebihan ya!
  2. Jadi dirimu sendiri! Pikirkan pengalaman pribadi yang membentuk diri kalian hari ini. Pengalaman, kegigihan, potensi, dan determinasi yang menjadi kekuatan serta bagaimana cara kalian menggunakannya untuk mengurangi kekurangan diri.
  3. Be memorable. Tuliskan konteks diri kalian secara terperinci namun tetap singkat.
  4. Pahami nilai dan tujuan yang dimiliki oleh pemberi beasiswa, program studi, atau universitas yang kalian tuju.
  5. Tentukan relevansi pengalaman kalian terhadap beasiswa, program studi, dan rencana masa depan kalian.
  6. Buat outline menggunakan metode mind mapping sehingga kalian tahu mana yang menjadi prioritas.
  7. Gunakan metode STAR: Situation, Task, Action, Result.
  8. Pelajari isu terkini agar kalian dinilai sebagai calon mahasiswa yang relevan!

 

Ingin mendapatkan bimbingan menulis personal statement?

Jika Hunters masih menemui kesulitan dalam menulis personal statement beasiswa yang menentukan keberhasilan kalian, segera hubungi Schoters untuk mendapatkan review langsung dari para mentor yang telah berpengalaman, ya!

Personal Statement Beasiswa