Tips Menulis Esai Beasiswa: Apa, Mengapa, dan Bagaimana

Tips & Trik, 22 Sep 2022

Esai beasiswa barangkali adalah salah satu persyaratan utama yang diminta saat kita hendak melamar beasiswa, khususnya beasiswa luar negeri. Bagi banyak orang, menulis esai adalah momok yang menakutkan saat mempersiapkan dokumen beasiswa, mengingat tulisan singkat yang panjangnya biasanya tidak lebih dari 1-2 halaman ini, bisa jadi merupakan kunci utama yang menentukan apakah seseorang dianggap layak menerima beasiswa atau tidak.

Jadi apa sebenarnya yang dimaksud dengan esai beasiswa, mengapa penyedia beasiswa sering meminta esai sebagai persyaratan dan bagaimana cara menulis esai beasiswa dengan baik? Simak penjelasan tips menulis esai beasiswa berikut ini

Apa Yang Dimaksud dengan Esai Beasiswa?

Secara garis besar, esai beasiswa adalah esai singkat yang ditulis oleh pelamar beasiswa untuk menyakinkan penyedia beasiswa bahwa si pelamar adalah kandidat terbaik untuk menerima beasiswa. Umumnya, esai beasiswa digunakan oleh penyedia beasiswa untuk mencari tahu lebih lanjut tentang pengalaman, kemampuan, keahlian dan motivasi calon penerima beasiswa, di luar informasi yang sudah tercantum di dalam CV atau resume. 

Selain itu, esai beasiswa juga dipakai untuk mengetahui kecocokan nilai dan rencana karir seseorang dengan visi dan misi beasiswa yang hendak dituju serta untuk melihat kemampuan seseorang ketika menuangkan pikiran ke dalam tulisan. Esai beasiswa kemudian menjadi salah satu alat ukur utama yang digunakan oleh penyedia beasiswa saat melakukan seleksi beasiswa mengingat waktu seleksi yang dimiliki biasanya terbatas, sementara jumlah lamaran yang masuk tidak pernah sedikit.

           Baca juga: 8 Tips Jitu Membuat CV untuk Beasiswa yang Baik

Bagaimana Cara Menulis Esai Dengan Baik?

1. Cari Tahu Apa yang Diminta

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika menulis esai adalah membaca instruksi yang ada dengan saksama. Beberapa beasiswa hanya akan memberikan petunjuk secara garis besar tentang apa saja yang harus dimasukkan ke dalam esai, namun ada pula beasiswa yang memberikan instruksi dan pertanyaan spesifik yang harus dijawab oleh seseorang ketika melamar beasiswa tersebut.  Oleh karena itu, penting sekali bagi pelamar beasiswa untuk mencari tahu terlebih dahulu tentang ketentuan esai yang diminta oleh penyedia beasiswa. Ketentuan esai beasiswa bervariasi dan berbeda-beda satu sama lain, tapi ada beberapa pertanyaan yang umumnya harus dijawab dalam esai beasiswa :
  • Apa yang membedakan anda dengan kandidat lain?
  • Apa motivasi yang mendorong anda untuk melamar beasiswa ini?
  • Apa rencana anda setelah menerima beasiswa?

Tips!

Selain mencari tahu tentang instruksi beasiswa, cari tahu juga tentang sejarah, latar belakang dan visi misi penyedia beasiswa. Informasi ini bisa membantu memberikan gambaran umum tentang kriteria apa yang dicari penyedia beasiswa

 

2. Lakukan Brainstorming atau Buat Kerangka Berpikir

Sebelum menulis esai, lakukan brainstorm terlebih dahulu untuk membantu menata poin-poin pikiran yang akan dimasukkan ke dalam esai nantinya sesuai dengan instruksi yang ada. Selain itu, buatlah outline atau kerangka tulisan untuk membantu alur penulisan nantinya. Biasanya, terdapat tiga bagian utama dalam kerangka esai beasiswa yaitu :

  • Pembukaan. Gunakan bagian ini untuk menarik perhatian pembaca dengan cara menggunakan 1-2 kalimat singkat tapi mengena.   
  • Batang Tubuh. Gunakan bagian ini seefektif mungkin untuk menjawab pertanyaan yang diminta oleh penyedia beasiswa, sesuai dengan instruksi yang ada. Tulislah jawaban dengan kalimat yang jelas, tepat sasaran dan tidak bertele-tele. Gunakan juga contoh yang spesifik untuk mendukung jawaban.  
  • Kesimpulan. Esai yang baik perlu ditutup dengan kesimpulan yang baik pula. Buatlah kesimpulan dengan menarik benang merah antara pembukaan dan poin-poin penting yang sudah disebutkan dalam batang tubuh.  

3. Buat dengan Detail 

Salah satu kesalahan utama yang sering dilakukan ketika menulis esai beasiswa adalah menjawab pertanyaan dengan kalimat yang bersifat umum, tanpa detail yang cukup sehingga pelamar beasiswa menjadi tidak menonjol dibandingkan pelamar lainnya. Tulislah esai dengan menggunakan contoh yang spesifik berupa pengalaman pribadi yang unik dan berbeda dengan orang lain, untuk membantu menjawab pertanyaan yang diminta.   

Tips!

Salah satu metode yang sering digunakan untuk menulis esai adalah metode STAR (Situation, Task, Action dan Result). Tulislah pengalaman spesifik yang sesuai dengan pertanyaan esai menggunakan metode ini dengan cara menuliskan situasi yang dihadapi terlebih dahulu, tugas yang dipegang dalam situasi tersebut, tindakan yang dilakukan dan hasilnya.

4. Periksa Kembali 

Langkah terakhir yang harus dilakukan saat menulis esai adalah proofread. Selalu baca dan periksa kembali esai yang sudah ditulis sebelum mengirimkan esai kepada penyedia beasiswa.   

Tips!

Perhatikan deadline pengumpulan esai dan mulailah menulis esai sedini mungkin sehingga ada cukup waktu untuk melakukan proofread dan revisi

      Baca juga: Top 20 Pertanyaan Umum Interview Beasiswa Beserta Jawabannya

Tips Lolos Beasiswa Luar Negeri

Hunters, itu dia tips ampuh menulis essay beasiswa luar negeri. Selain essay, tentunya masih banyak hal yang perlu dipersiapkan secara matang agar bisa lolos beasiswa incaranmu, seperti CV dan lainnya. Butuh tips-tips persiapan dokumen beasiswa lain?  Ketahui langsung tips-tipsnya dari mentor expert Schoters

Cara praktis untuk melengkapi berkas persyaratan juga bisa kamu dapatkan di berbagai layanan Schoters

tips esai