Tips Sukses Menghadapi Wawancara Beasiswa

Persyaratan Beasiswa, 19 Okt 2022

Perjuangan untuk mendapatkan beasiswa bukanlah perjuangan yang mudah. Setiap program beasiswa umumnya memiliki proses seleksi yang cukup ketat untuk menentukan kandidat terbaik yang berhak menerima beasiswa.

Memahami Wawancara Untuk Beasiswa

Dari seluruh metode seleksi yang ada, salah satu metode yang paling sering digunakan dalam proses seleksi beasiswa adalah wawancara. Wawancara biasanya dipakai oleh penyedia beasiswa untuk membantu mengenal kandidat lebih dalam, sekaligus untuk menilai kesesuaian kandidat dengan kriteria penilaian yang sudah ditetapkan. Wawancara umumnya berlangsung selama 15-45 menit.

Hal menarik, wawancara biasanya diletakkan pada bagian akhir proses seleksi beasiswa. Dengan kata lain, kandidat yang terpilih mendapatkan undangan wawancara biasanya sudah masuk ke dalam daftar calon penerima beasiswa (short-listed).

Kalau begitu, setelah menerima undangan wawancara, apa yang harus dilakukan sehingga kesempatan mendapatkan beasiswa menjadi lebih besar?

Berikut adalah beberapa tips wawancara beasiswa yang bisa dicoba.

kuliah ke luar negeri

Persiapan Sebelum Wawancara

  1. Cari tahu pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan

    Sebelum wawancara, cari tahu terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan yang mungkin mungkin muncul pada saat wawancara. Selain itu, lihat dan pelajari kembali dokumen beasiswa yang dulu kamu kirimkan, khususnya essay/personal statement/motivation letter. Biasanya, pewawancara akan menggunakan essay yang kamu tulis sendiri sebagai dasar utama saat memberikan pertanyaan. Jadi ada baiknya kamu mengingat kembali inti dari dokumen beasiswa yang kita ajukan.

              Baca Juga: Pertanyaan Wawancara Beasiswa dan Cara Menjawabnya

    Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul saat wawancara beasiswa :

     

    1. Ceritakan tentang diri anda, latar belakang pendidikan anda dan minat anda
    2. Ceritakan tentang kekuatan dan kelemahan anda
    3. Ceritakan tentang pengalaman terbaik/terburuk anda
    4. Mengapa anda memilih program studi ini?
    5. Bagaimana program studi yang anda pilih membantu pembangunan sosial ekonomi di negara anda?
    6. Bagaimana komitmen anda untuk mengembangkan negara anda?
    7. Khusus untuk pelamar yang memilih gelar research atau Doktoral – Jelaskan tentang penelitian dan tahap penelitian yang akan anda lakukan.
    8. Ceritakan tentang rencana karier anda dalam 5-10 tahun ke depan
    9. Apa yang membedakan anda dari kandidat lainnya?  

    Jangan lupa untuk mencari tahu informasi tentang program beasiswa yang akan kamu lamar, untuk mendapatkan sedikit gambaran tentang kriteria kandidat yang sedang dicari oleh penyedia beasiswa. Selain itu, penting juga untuk mempelajari tentang isu-isu terbaru (current affairs) yang sedang terjadi saat ini, yang mungkin relevan dengan program beasiswa yang sedang kamu lamar.  

  2. Latihan yang cukup
    Kedengarannya mungkin sepele, tapi kunci utama dari keberhasilan menembus wawancara beasiswa adalah persiapan dan latihan yang memadai. Mulailah berlatih menjawab pertanyaan wawancara bersama teman, keluarga atau diri sendiri di depan kaca. Latihan yang cukup dapat membantu kamu merasa lebih tenang dan percaya diri saat menghadapi wawancara yang sebenarnya.  

  3. Cek kesiapan gadget yang akan digunakan
    Mengingat semakin banyak wawancara yang dilakukan melalui daring, jangan lupa untuk memastikan kesiapan gadget seperti komputer, laptop atau mobile phone, dan kecepatan internet yang akan dipakai pada saat wawancara nanti. Pastikan juga kalau perangkat lunak (software) gadget yang dipakai sudah diperbaharui sebelum sesi wawancara dimulai.

Pada Saat Wawancara

  1. Gunakan metode STAR saat menjawab pertanyaan

    Untuk membantu menjawab pertanyaan tentang perilaku atau pengalaman terdahulu pada saat wawancara beasiswa, kamu bisa menggunakan salah satu metode yang diberi nama STAR (Situation – Task – Action – Result). Melalui metode ini, kamu bisa menceritakan pengalaman terdahulu menggunakan beberapa komponen cerita antara lain :

    1. Situation : Ceritakan terlebih dahulu situasi yang dihadapi untuk pengalaman tadi
    2. Task : Uraikan tanggung jawab yang kamu pegang dalam situasi tersebut
    3. Action : Jelaskan langkah-langkah yang kamu ambil untuk mengatasi situasi
    4. Result : Ceritakan hasil yang dicapai dari langkah-langkah yang diambil

    Metode ini bisa membantu kamu mengemas jawaban menjadi lebih terfokus, sekaligus membantu pewawancara untuk memahami pokok utama dari jawaban yang diberikan.  

  2. Bersikap tenang saat menghadapi pertanyaan sulit

    Pada saat wawancara, ada kalanya kamu menerima pertanyaan yang sulit dan tidak terduga dari pewawancara. Tidak perlu panik – kamu bisa meminta waktu sejenak untuk memikirkan jawaban yang harus diberikan. Kalau kamu tidak yakin dengan pertanyaan yang ditanyakan, kamu juga bisa balik bertanya untuk mengklarifikasi pertanyaan sehingga jawaban yang kamu berikan akan tepat sasaran.
  3. Percaya diri

    Pada saat wawancara, banyak kandidat yang merasakan fenomena yang dinamakan Impostor Syndrome, sebuah fenomena psikologis dimana seseorang merasa tidak pantas menerima semua pencapaian yang diperoleh saat ini termasuk kesempatan mengikuti wawancara beasiswa. Apabila kamu merasakan fenomena ini, yang perlu dilakukan adalah mengingat kembali bahwa dari ratusan atau ribuan pelamar yang masuk, kamu sudah masuk dalam daftar calon kandidat terbaik yang pantas untuk menerima beasiswa.
  4. Menutup wawancara dengan baik

    Di bagian akhir wawancara, kamu juga boleh mengajukan beberapa pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada pewawancara, khususnya yang terkait dengan program beasiswa dan proses seleksi lanjutan setelah wawancara. Melalui pertanyaan yang diajukan, kamu bisa menunjukkan kepada pewawancara bahwa kamu menganggap penting program beasiswa yang sedang kamu lamar dan bahwa kamu tahu persis apa yang kamu inginkan.  

    Lalu setelah wawancara selesai, jangan lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada pewawancara untuk kesempatan yang telah diberikan.

              Baca Juga: Ingin Lolos Beasiswa LPDP? Simak tips wawancara LPDP berikut!

Hal-Hal Lain Yang Perlu Dipertimbangkan Saat Wawancara

Pakaian yang dipakai

  1. Gunakan pakaian yang resmi namun tetap nyaman (casual business wear). Tidak perlu menggunakan pakaian yang terlalu berlebihan.
  2. Untuk wawancara yang dilakukan secara daring, disarankan untuk tidak menggunakan pakaian dengan motif yang terlalu mencolok atau garis-garis karena tidak akan muncul dengan baik di kamera

Body language yang sesuai

  1. Untuk wawancara yang dilakukan secara langsung, jangan lupa untuk melatih body language yang akan dipakai pada saat wawancara agar body language yang ditunjukkan tidak berlebihan
  2. Untuk wawancara yang dilakukan secara daring, disarankan untuk menempatkan kamera sehingga pewawancara dapat melihat wajah dan bahu kamu dengan jelas.   

Gunakan latar belakang dan hindari distraksi yang berlebihan untuk online interview

  1. Pada saat wawancara daring, disarankan untuk menggunakan latar belakang yang netral dan tidak terlalu mencolok.
  2. Disarankan juga untuk mencari ruang yang sepi dan minim distraksi sehingga proses wawancara dapat berlangsung dengan lancar

Jangan lupa mematikan notifikasi dari aplikasi yang ada di komputer atau laptop yang digunakan dan merubah pengaturan mobile phone menjadi mode getar atau silent untuk mengurangi gangguan saat wawancara.

Kuasai Wawancara Beasiswa dengan Bimbingan Schoters

Ingin berlatih menjawab pertanyaan wawancara dengan baik? --> Ikuti kelas persiapan wawancara beasiswa dengan awardee beasiswa

Masih perlu bantuan dalam menyiapkan LoA, essay, dll? --> Konsultasikan segera dengan mentor expert Schoters!

kuliah ke luar negeri