4 Universitas Kedokteran Terbaik di Dunia

Melalui beasiswa LPDP jalur PTUD dan Dokter Spesialis atau Dokter Subspesialis, kalian dapat melanjutkan pendidikan kedokteran ke universitas terbaik di dunia! Untuk mempermudah perencanaan kalian, dalam artikel ini kita akan membahas 4 universitas kedokteran terbaik dunia yang patut kalian pertimbangkan.

Jurusan kedokteran yang akan kita bahas kali ini tidak terbatas pada jurusan yang meluluskan dokter dengan gelar MD saja, tapi juga gelar lain yang berkaitan dengan kesehatan seperti gelar MSc pada bidang Public Health, Biomedical Informatics, Clinical Investigation, Medical Education, dan program lainnya yang disediakan oleh universitas terkait.

Pemeringkatan yang ditulis dalam artikel ini didasarkan pada peringkat yang dipublikasikan oleh salah satu lembaga yang paling sering menjadi rujukan calon mahasiswa, yakni QS World Universities Ranking pada subjek keilmuan Medicine. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita bahas keempat universitas tersebut!

 

1. Harvard University

Jurusan kedokteran di Harvard University berada di Harvard Medical School (HMS). Sekolah kedokteran ini didirikan sejak tahun 1782 di Boston, Massachusetts, dan telah melahirkan banyak ilmuwan dan penemuan yang mengubah dunia. Beberapa penemuan yang dilakukan oleh ilmuwan dari HMS adalah:

  1. Vaksin cacar
  2. Penggunaan anestesi selama operasi 
  3. Insulin untuk pengguna diabetes
  4. Penemuan khasiat vitamin B12 untuk mengobati anemia
  5. Pengembangan jaringan pada virus polio yang memberikan terobosan pembuatan vaksin polio
  6. Pengembangan kemoterapi untuk leukemia pada anak
  7. Melakukan operasi pompa jantung untuk yang pertama kalinya di dunia
  8. Pengembangan jaringan kulit buatan untuk korban kulit terbakar
  9. Penemuan penyebab penyakit preeklamsia
  10. Penemuan gen yang menyebabkan penyakit Alzheimer

Dan masih banyak penemuan lainnya yang dikembangkan oleh para ilmuwan di HMS.

Sebagai universitas kedokteran terbaik di dunia, HMS juga melakukan kerjasama untuk penelitian dan praktek para mahasiswanya di banyak tempat di kota Boston; dari rumah sakit anak-anak, rumah sakit ibu dan anak, rumah sakit rehabilitasi, hingga institut penelitian kanker juga terafiliasi dengan HMS.

HMS dibekali banyak fasilitas riset unggulan untuk menunjang para ilmuwan dan mahasiswanya.  Beberapa fasilitas riset yang tersedia adalah:

  1. Dana-Farber/Harvard Cancer Center
  2. Harvard NeuroDiscovery Center
  3. Harvard Stem Cell Institute

Beberapa alasan mengapa sekolah ini dianggap unggul adalah karena reputasinya dalam inovasi medis dan penelitian, serta pengajaran dan pelatihan yang diberikan oleh staf pengajar dengan latar belakang yang beragam dan teruji.

Beberapa alumni terkenal dari HMS adalah:

  1. William Mayo, yang mendirikan Mayo Clinic.
  2. C. Everett Koop, seorang mantan Surgeon General yang sangat terkenal di Amerika Serikat.
  3. Paul Farmer, pendiri Partners In Health dan penerima penghargaan MacArthur Genius Grant.

Beberapa contoh program studi yang ditawarkan di HMS antara lain:

  1. Jenjang Doktor (S3)
    1. Bioinformatics and Integrative Genomics
    2. Biological and Biomedical Sciences
    3. Biophysics
    4. Chemical Biology
    5. Immunology
    6. Neuroscience
    7. Systems Biology
    8. Virology
  2. Jenjang Master (S2)
    1. Bioethics
    2. Clinical Investigation
    3. Clinical Service Operations
    4. Global Health Delivery
    5. Healthcare Quality and Safety
    6. Media, Medicine, and Health
  3. Jenjang S1 (MD)
    Untuk menjadi seorang dokter di HMS, kalian harus melalui 3 pathways yang didesain oleh para profesor di HMS:

    1. Preclerkship Phase
    2. Principal Clinical Experience (PCE) Phase
    3. Post-PCE Phase

2. University of Oxford

Ilmu kedokteran di University of Oxford diajarkan di Oxford University Medical School. Sekolah kedokteran ini sudah beroperasi sejak abad ke-12 dan mendirikan clinical school pada tahun 1936. Berada di kota Oxford di Inggris, sekolah kedokteran ini memiliki beragam program studi. Di antaranya adalah:

  1. Jenjang Doktor (S3)
    1. Clinical Medicine
    2. Medical Sciences
    3. Evidence-based Health Care
    4. Neuroscience
    5. Cardiovascular Science
  2. Jenjang Master (S2)
    1. Applied Cancer Medicine
    2. Applied Digital Health
    3. Clinical Embryology
    4. Experimental and Translational Therapeutics
    5. Medical Physics and Radiobiology
  3. Jenjang S1 (MD)
    Untuk lulus menjadi dokter dari Oxford, kalian harus melalui tiga tahap yang ditetapkan oleh para profesor di Oxford:

    1. The Pre-clinical Stage
    2. Clinical Training

Sekolah kedokteran di University of Oxford memiliki fasilitas riset unggulan, termasuk laboratorium terkini yang dilengkapi dengan peralatan medis terbaru. Beberapa fasilitas riset yang tersedia di sekolah ini adalah:

  1. Target Discovery Institute
  2. Centre for Medicines Discovery
  3. Micron Bioimaging Facility
  4. Oxford-Zeiss Centre of Excellence in Biomedical Imaging
  5. MR-Linac Clinical Research Facilities
  6. Clinical Biomanufacturing Facility
  7. Botnar Research Center

Dan masih banyak laboratorium lainnya yang memberikan fasilitas terbaik kepada ilmuwan dan para mahasiswa kedokteran di Oxford University. Sekolah ini juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit terkemuka di Inggris, seperti John Radcliffe Hospital dan Churchill Hospital. Tak hanya rumah sakit, sekolah ini juga terafiliasi dengan fasilitas riset nasional, seperti Diamond Light Source dan the Rosalind Franklin Institute di Harwell yang mengembangkan teknik pengembangan protein dan virus.

Alasan mengapa sekolah ini unggul adalah karena para profesornya yang sangat berpengalaman dalam bidang kedokteran dan penelitian medis. Selain itu, fakultas ini memiliki program pendidikan yang sangat komprehensif yang mencakup kelas teori, laboratorium, dan pengalaman klinis.

Banyak alumni terkenal yang berasal dari Fakultas Kedokteran di University of Oxford. Dua di antaranya adalah:

  1. Sir William Osler, seorang dokter dan profesor yang dianggap sebagai salah satu pendiri kedokteran modern.
  2. Sir John Vane, pemenang Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun 1982.

Tertarik kuliah di salah satu kampus kedokteran kenamaan dunia dan ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan konsultan expert? Schoters bisa bantu kamu mulai dari persiapan memilih universitas, beasiswa, persyaratan dokumen hingga interview. Silakan klik tombol “Konsultasi Kuliah di Luar Negeri” di bawah ini dan kamu bisa bebas tanya apapun 👇🏽 

[Schoters] Form Konsultasi Harvester

3. Stanford University

Di Stanford Medicine, kalian dapat mempelajari berbagai program studi yang berkaitan dengan kedokteran dan kesehatan. Berlokasi di Palo Alto, California, Stanford Medicine yang berdiri sejak tahun 1908 ini telah berkembang dengan pesat yang menawarkan berbagai program studi dari jenjang S1 hingga S3. Beberapa program yang tersedia di Stanford Medicine adalah:

  1. Jenjang S3
    1. Bioengineering
    2. Biosciences
    3. Biomedical Physics
    4. Epidemiology and Clinical Research
    5. Health Policy
  2. Jenjang S2
    1. Biomedical Informatics
    2. Community Health and Prevention Research
    3. Epidemiology & Clinical Research
    4. Health Policy
    5. Human Genetics & Genetic Counseling
  3. Jenjang S1
    Di Stanford Medicine, kalian dapat menjadi dokter dengan kurikulum pengajaran yang fleksibel dan beragam kesempatan untuk mempelajari ilmu klinis dan kepemimpinan tak hanya di sekolah kedokteran, tapi juga di sekolah lain di Stanford.

Stanford University School of Medicine memiliki berbagai fasilitas riset yang unggul, termasuk National Institutes of Health (NIH) yang memberikan banyak dana penelitian ke sekolah kedokteran ini. Selain itu, Stanford Medicine ini memiliki pusat riset seperti Stanford Cancer Institute dan Stanford Neurosciences Institute.

Beberapa alumni terkenal dari Stanford University School of Medicine antara lain:

  1. James Spudich, seorang biofisikawan yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 2021.
  2. Philip Pizzo, mantan Dekan Fakultas Kedokteran Stanford dan sekarang menjadi direktur Lokeren Foundation for Children’s Health di Stanford Children’s Health.

4. University of Cambridge

Di University of Cambridge, fakultas kedokterannya terletak di School of Clinical Medicine. Berlokasi di Cambridge, Inggris, dan bersebelahan dengan salah satu rumah sakit terbesar di Inggris, Addenbrooke’s Hospital. Berdiri sejak abad 16, School of Clinical Medicine di University of Cambridge memiliki banyak fasilitas penelitian dan program studi. Beberapa fasilitas penelitian yang dapat kalian pilih adalah:

  1. Wellcome-MRC Institute of Metabolic Science
  2. Cambridge Institute for Medical Research
  3. Cambridge Institute of Therapeutic Immunology & Infectious Disease
  4. Cambridge Heart and Lung Institute
  5. Cancer Research UK Cambridge Institute
  6. Cambridge Centre for Data-driven Discovery
  7. Cambridge Public Health
  8. Neuroscience
  9. Synthetic Biology

Dan masih banyak lagi fasilitas yang tersedia.

Beberapa program studi baik dari jenjang S1, S2, dan S3 juga ditawarkan di sekolah ini. Di antaranya adalah:

  1. Jenjang S3
    1. MD Doctor of Medicine
    2. Medicine
    3. Surgery
    4. Psychiatry
    5. Clinical Biochemistry
    6. Haematology
  2. Jenjang S2
    1. Genomic Medicine
    2. Clinical Medicine
    3. Computational Biology
    4. Haematology
    5. Clinical Biochemistry
  3. Jenjang S1
    Untuk menjadi dokter dari University of Cambridge, kalian harus memiliki Clinical Supervisors yang dapat membantu kalian pada setiap tahapan pendidikan kalian selama 6 tahun.

Beberapa alasan mengapa sekolah ini unggul adalah karena kurikulumnya yang diakui secara internasional dan memiliki standar yang sangat tinggi. Selain itu, fakultas ini juga memiliki dosen dan peneliti yang terkenal di bidangnya, serta dukungan yang kuat dari pemerintah dan industri.

Berkat kerja keras yang didukung lingkungan akademik yang baik dan fasilitas terkini, School of Clinical Medicine di University of Cambridge dapat mendidik banyak alumni terkenal, antara lain:

  1. Sir Alexander Fleming, penemu penisilin.
  2. Sir John Gurdon, pemenang Nobel di bidang Fisiologi tahun 2012.
  3. Dr. David Nabarro, seorang dokter Inggris yang dikenal sebagai tokoh kesehatan dunia dan mantan direktur Kesehatan Global di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
  4. Dr. Elizabeth Blackburn, seorang ahli biologi molekuler dan profesor di University of California, San Francisco. Ia memenangkan Nobel dalam Fisiologi pada tahun 2009 untuk penemuan kunci dalam memahami bagaimana kromosom dilindungi oleh struktur yang disebut telomere, yang membantu menjaga kestabilan genom sel manusia dan mencegah penyakit seperti kanker.

Baca Juga : Ingin Studi Kedokteran di Universitas Top Dunia? Simak Info Beasiswa LPDP

Rekomendasi Bimbingan Persiapan Lolos Universitas Luar Negeri

Ingin lolos universitas luar negeri? Yuk konsultasi dengan konsultan expert Schoters agar persiapan daftar universitasmu lebih terarah.

Butuh program lain untuk persiapan dapat universitas luar negeri? Cek program terbaik dari Schoters untuk bimbingan persiapanmu, dijamin terlengkap.

[Schoters] Form Konsultasi Harvester