fbpx

Sering Gagal Mendapat Beasiswa? Mungkin Ini Alasannya

Tips & Trik

Scholarship Hunters pernah apply beasiswa dalam negeri dan luar negeri dan ternyata gagal terus? Mungkin Hunters melakukan beberapa kesalahan yang seharusnya tidak perlu diakukan. Apa saja penyebabnya?  Berikut Schoters sajikan untukmu.

1. Kurang Aktif Beroganisasi

faktor gagal mendapat beasiswa
Kurang Aktif Organisasi Bisa Menjadi Salah Satu Sebab Kamu Gagal Mendapatkan Beasiswa

Beroganisasi sangat penting dimulai sejak dini. Bisa dimulai dari SMP atau SMA, kamu aktif di OSIS maupun kegiatan luar sekolah yang bisa menunjang skill-mu. Kemudian dilanjutkan ketika kamu kuliah. Dengan aktif di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) ataupun kegiatan ekstrakurikular dil uar kampus.

Kebanyakan pendaftar yang gagal apply beasiswa  mereka hanya fokus di IPK (indeks prestasi kumulatif) atau nilai rapor tanpa mementingkan keaktifan organisasi. Karena salah satu penilaian diterima beasiswa adalah keaktifan organisasi dan sejauh mana kamu berkontribusi di organisasi itu untuk masyarakat.

2. Tidak Suka Membaca Informasi Ataupun Menulis

Minat baca di Indonesia disebut masih rendah, yaitu menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara. Hal itu diungkapkan Kepala Perpustakaan Nasional Muh Syarif Bando. Mungkin salah satu penyebab kamu gagal, kurangnya membaca informasi terbaru. Dengan selalu Up-To-Date membuatmu tidak akan ketinggalan informasi terbaru. Syarat dan mekanisme seleksi juga dapat berubah pada setiap periode. Rajin-rajin buka website dan baca berita untuk mengetahui informasi terbaru terkait beasiswa.

Udah zaman internet, masa sih masih kudet?

Selain itu anda mungkin kurang suka juga menulis baik jurnal, karya  tulis ilmiah, opini publik dll. Padahal dengan rajin menulis, akan mengasah anda membuat essay, motivation letter bahkan akan memudahkanmu untuk dapat LoA (Letter of acceptance) dari kampus maupun profesor yang akan dituju. Karena kamu sudah punya bukti tulisan yang dinikmati masyarakat luas.

3. IPK/Rapor

Ingat untuk mendaftar beasiswa di samping kamu aktif beroganisasi jangan lupa pertahankan nilaimu. Untuk yang masih sekolah pastikan nilaimu masih di atas rata-rata maupun masuk rangking 10 besar sedangkan yang masih kuliah, ayo coba lihat lagi berapa IPK kamu? Faktor ini sama halnya dengan kemampuan bahasa loh. Beasiswa memiliki persyaratan IPK yang berbeda. Kalau IPK kamu masih kurang, kemungkinan untuk lolos jelas kecil, tapi jangan sedih dulu! Setiap beasiswa mempunyai ketentuan sendiri,  bisa saja memiliki kebijakan tersendiri untuk hal ini, misalnya mempertimbangkan potensi lain yang ada pada dirimu. Selalu semangat ya.

4. Mengabaikan Skor TOEFL/IELTS

Pertama, kamu harus tahu dulu jalur mana yang mau kamu ambil. Kemudian, berapa skor TOEFL/IELTS yang dibutuhkan? Setiap jalur memiliki persyaratan nilai sertifikat bahasa yang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada jalur apa yang kamu pilih dan universitas mana yang menjadi tujuanmu. Nah kesalahan yang acap kali terjadi, pelamar tidak menghiraukan nilai yang tidak memenuhi standar.

Makanya kamu perlu persiapan panjang perihal faktor ini. Belum tentu sekali tes TOEFL/IELTS, skormu langsung memenuhi syarat, bukan? Jadi, kamu harus menyediakan waktu yang banyak untuk dapat hasil yang maksimal. Kalau masih SMA, les bahasa Inggris lah sejak SMA, namun apabila  masih kuliah S1 punya rencana setelah lulus S1 lanjut S2, persiapkanlah dengan les di Lembaga kursus maupun belajar komunikasi setiap hari menggunakan bahasa Inggris.

Baca Juga: Tips dan Trik Dapat Band Score IELTS yang Memuaskan

5.Skor Akumulatif

Setiap pelamar yang mengikuti seluruh tahap seleksi akan dapat skor akumulatif. Agar bisa mendapatkan beasiswa, skor tersebut haruslah sama, atau melebihi passing grade yang ditentukan. Coba cek lagi deh, program studi yang kamu ambil termasuk kategori apa? Pasalnya setiap  beasiswa  mengategorikan bidang ilmu prioritas dengan passing grade yang berbeda.

Baca juga: Gratis konsultasi beasiswa dengan expertnya.

6. Menyepelekan visi

Saat sesi wawancara, kamu menawarkan dirimu dihadapan interviewer. Kamu harus bisa menggambarkan seperti apa dirimu di 10, 20, atau 30 tahun ke depan secara lugas. Ingat, diantara ratusan ribu pelamar, LPDP mencari sosok yang sesuai dengan visi mereka. Bisa dilihat dari bidang-bidang prioritas yang sudah mereka tetapkan.

Kamu harus paham betul akan visimu sendiri. Kalau kamu sendiri tidak paham, bagaimana bisa membuat perekrut yakin? Visi ini haruslah konkrit dan fokus, tidak perlu terlalu bertele-tele.

7. Kesalahan dalam Focus Group Discussion (FGD)

faktor gagal mendapatkan beasiswa
Persiapkan Focus Group Discussion dengan Baik Agar Kamu Tidak Gagal Mendapat Beasiswa Impianmju

Sesi ini sering disalahartikan oleh banyak pelamar. Ketika sesi FGD (Focus Group Discussion), yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa memposisikan diri, bukan malah menonjolkan diri. Misalnya, posisikan dirimu jika menjadi akademisi, aktivis, praktisi, NGO, atau pengamat. Perhatikan caramu menyampaikan pendapat, ide, menyanggah pendapat, dan sebagainya. Ingat mennjolkan diri boleh, tapi jangan sampai membuat kita terlihat sombong dan sok tahu jadi pastikan apa yang anda sampaikan itu benar.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk menguasai topik FGD. Mulai sekarang, banyak-banyak baca berita yang ada di sekitar, baik nasional maupun internasional. Selain itu, kamu juga bisa persiapkan diri dengan banyak-banyak bertanya dan diskusi pada orang yang sudah lolos sebelumnya. Bahkan akan lebih baik jika bisa belajar bersama loh. Jika kamu banyak tahu isu terkini maka banyak juga hal yang bisa kamu jadikan inovasi untuk perbaikan ke depannya. Tentu akan menambah nilai di mata perekrut kan?

6. Surat Pernyataan

Jangan malas membaca buku panduan pendaftaran ya. Format surat pernyataan sudah terlampir di sana. Kamu bisa ikuti formatnya, tidak perlu ada penambahan maupun pengurangan. Surat pernyataan ini nantinya dikumpulkan kepada panitia saat lolos seleksi administrasi dan menuju tahap substantif. Kemudian akan diserahkan pada saat verifikasi berkas, yang tidak lain adalah salah satu tahapan pada tahap substantif. Jangan lupa bubuhkan tanda tangan di atas materai 6000.

7. Surat Keterangan Sehat

Kamu harus melampirkan surat keterangan sehat, baik bebas narkoba maupun bebas TBC. Jika tujuan universitasmu di dalam negeri, yang dibutuhkan hanyalah 2, yaitu surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba. Namun, untuk universitas luar negeri, selain kedua surat tersebut, kamu juga harus menyertakan surat keterangan bebas TBC. Perlu diketahui, surat yang diperbolehkan adalah surat yang dikeluarkan dari rumah sakit pemerintah. Jadi, selain itu tidak boleh. Ingat untuk Surat Keterangan Sehat biasanya selalu di perbarui 3 bulan sekali, jangan sampai kamu test kesehatan di bulan januari kemudian di gunakan untuk Apply beasiswa di bulan Juli. Karena apabila lebih 3 bulan biasanya itu tidak berlaku di beberapa Lembaga pemberi beasiswa.

8. Berkas Tidak Lengkap

faktor gagal mendapat beasiswa
Persiapkan dan Lengkapi Berkas Agar Kamu Tidak Gagal Mendapatkan Beasiswa yang Kamu Incar

Segala berkas yang perlu kamu siapkan dijelaskan secara lengkap pada buku panduan beasiswa. Kamu harus memastikan semua berkas lengkap dan memenuhi syarat. Mulai dari surat rekomendasi, rencana studi, esai, surat pernyataan, dan sebagainya. Sebelum memasukan periksa ulang ya sebelum mengirim, saran aja buat ceklist.

9. Tidak menyiapkan dari jauh-jauh hari

Tidak Menyiapakan Segala Hal dari Jauh Hari Bisa Menjadi Faktor Kamu Gagal Mendapatkan Beasiswa

Untuk mendaftar beasiswa secara online pastikan kamu mendaftar jauh jauh hari setidaknya 2 minggu batas submit. Karena baisanya dalam satu minggu menjelang pendaftaran berakhir, orang orang pada mulai daftar, hingga akibatnya website tersebut susah untuk di masukin. Kemudian cek lagi berkas ya, apstikan berkasnya itu benar. Pasalnya, jika sekali kamu klik submit, maka formulir tidak akan bisa diedit kembali.

Dikarenakan online, sangat besar kemungkinan akan adanya kesalahan sistem. Misalnya saja ketika kamu telah mengisi data pada form dengan benar, namun karena koneksi buruk, tidak ter-input. Sebelum upload dokumen dan lanjut ke langkah selanjutnya, periksa lagi. Semakin lengkap, mengikuti panduan, dan memenuhi syarat, semakin besar peluang kamu.

Butuh bantuan untuk mendaftar kuliah di luar negeri sekaligus mendapatkan beasiswanya? Schoters bisa membantumu! Kamu bakal dibimbing untuk membuat dokumen persyaratan beasiswa hingga tuntas. Untuk info selengkapnya klik di sini!

Pin It on Pinterest

Share This