fbpx

Tips Bikin Study Plan untuk Daftar Beasiswa Luar Negeri

Tips & Trik

Kenalan dengan Study Plan 

Saat daftar beasiswa di luar negeri, terkadang ada syarat di mana kamu harus buat study plan atau esai rencana studi loh!  Tapi Scholarship Hunters sendiri udah tau belum sih study plan itu esai kaya apa? Bedanya sama motivation letter atau personal statement gimana?

Study plan atau esai rencana studi adalah esai yang berisi penjelasan dari tujuan pendidikanmu dan rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Study plan ini biasanya juga diminta sebagai syarat dokumen pendaftaran beasiswa atau dimasukkan sebagai salah satu esai yang harus dilengkapi oleh pelamar beasiswa. Contoh beasiswa yang mewajibkan membuat esai rencana studi yaitu, beasiswa GKS Korea atau beasiswa LPDP

Baca juga: 4 Beasiswa Luar Negeri tanpa IELTS/TOEFL

Tips Membuat Study Plan

Untuk membuat study plan beasiwa, kamu WAJIB mengikuti ketentuan kampus dan beasiswa masing-masing. Karena ada beberapa beasiswa yang punya template sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan yang mesti kamu jawab. Oleh karena itu, penting banget buat kamu untuk selalu perhatiin guideline pendaftaran dari masing-masing beasiswa yang kamu daftar. Gunanya biar study plan kamu sesuai dengan arahan yang pemberi beasiswa minta dan semakin memperbesar peluangmu untuk diterima. Pastikan juga esai study plan kamu udah menjawab poin-poin berikut ini:

 

Poin 1

Dalam paragraf 1 kamu jelaskan dahulu jurusan yang ingin kamu ambil kamu bisa sebutkan alasan singkat kenapa kamu ingin ambil jurusan ini. Selanjutnya kamu bisa jelaskan mata kuliah yang ada di jurusan incaranmu sekitar 4 buah, dan jelaskan kenapa mata kuliah tersebut bermanfaat buat kamu dan karir kamu ke depan. Ini penting banget karena kamu harus jelasin apa gunanya ilmu yang mau kamu ambil ini di masa depan.

Akan lebih baik juga kalau kamu jelasin tujuan program studi yang kamu pilih. Jadi, kamu bisa menyesuaikan tujuan belajar kamu dengan tujuan dari program study incaranmu.

Study plan untuk beasiswa ini punya jumlah maksimal kata/karakter/halamannya dan tiap beasiswa beda-beda. Again Hunters,baca lagi ketentuannya ya!

 

 

Poin 2

Dalam poin 2 kamu harus cantumkan daftar silabus perkuliahan yang akan kamu ambil pas kamu kuliah di universitas pilihanmu. Lebih bagus juga kalau kamu menjelaskannya secara detail, lengkap dengan berapa SKS yang kamu ingin ambil di semester pertama sampai terakhir. Hal ini berguna untuk menunjukan keseriusanmu memilih jurusan yang kamu inginkan dan memperlihatkan bahwa kamu udah research mata kuliah jurusan tersebut.

Informasi mengenai silabus ini bisa kamu temukan di website kampus ya. Kalau tidak ada, kamu cukup buat daftar mata kuliah yang ingin kamu tempuh juga bisa.

Baca juga: 7 Negara Memberikan Beasiswa S2 Penuh ke Luar Negeri

Poin 3

Poin ketiga yang terakhir dan ga kalah penting, jangan lupa juga deskripsikan topik yang akan kamu tulis dalam tesis. Kalau kamu belum tau mau ambil topik apa, at least  kamu bisa jelasin topik apa yang kamu paling tertarik untuk pelajari.  Hal ini penting kamu kemukakan terutama jika kamu ambil S2 jalur riset atau S3.

Selanjutnya, jelaskan juga aktivitas di luar perkuliahan yang akan kamu lakukan selama studi, misalnya ikut paguyuban/organisasi murid Indonesia di luar negeri, organisasi kampus, atau organisasi riset jurusan di kampus tujuanmu.

 

Kalau kamu bingung mau mulai pendaftaran beasiswa luar negeri dari mana, kamu bisa  konsultasi ke expert beasiswa di Schoters untuk persiapan dokumen, esai, dan informasi beasiswa dengan lengkap dalam bimbingan yang jam-nya fleksibel!

Tunggu apa lagi, lihat informasi dan jadwal beasiswa-beasiswa luar negeri di kalender beasiswa Schoters dan segera daftarkan dirimu!

Pin It on Pinterest

Share This