Serba-Serbi TOEFL iBT yang Perlu Diketahui

Tips & Trik, 12 Sep 2022

Saat melamar kerja di luar negeri atau melanjutkan studi di universitas asing, kita akan diminta menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris dengan tes TOEFL atau Test of English as Foreign Language. Dalam sertifikat tersebut akan terlihat, seberapa baik skor kita dalam beberapa aspek seperti listening, reading, speaking, dan writing.

Selain untuk memastikan kemampuan Bahasa Inggris, sertifikat juga dipakai sebagai standar kualitas. Dengan standar kualitas yang sama, diharapkan kandidat yang pergi ke luar negeri benar-benar sesuai dengan kriteria perusahaan atau universitas yang dituju.

Inilah mengapa dalam praktiknya ada beberapa jenis tes kemampuan Bahasa Inggris yang bisa dipilih. Di antara tes tersebut, TOEFL atau Test of English as Foreign Language termasuk yang sering dimanfaatkan. TOEFL sendiri dibedakan lagi menjadi menjadi  dua, yaitu TOEFL iBT dan konvensional. 

Di antara dua jenis TOEFL tersebut, iBT termasuk salah satu yang belakangan sedang banyak diminati. Selain dianggap lebih praktis, tes ini juga diketahui berlaku di banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris Raya. Untuk lebih mengenal apa itu iBT, berikut ulasan lengkapnya!

Apa itu TOEFL iBT?

TOEFL iBT atau Internet Based Test merupakan tes kemampuan Bahasa Inggris yang banyak digunakan di beberapa negara termasuk Amerika Serikat. Sesuai namanya, TOEFL ini memanfaatkan jaringan internet dan bisa diikuti secara online. Penggunaan internet tentu saja berbeda dengan tes konvensional yang selama ini dikenal. 

Penyelenggaraan tes jenis ini dilakukan oleh ETS (Educational Testing Service), sebuah organisasi internasional yang secara resmi diketahui sebagai pusat penyelenggaraan TOEFL. ETS biasanya akan bekerja sama dengan banyak aplikasi dan lembaga dari berbagai belahan dunia supaya iBT dapat dilakukan orang-orang di negara tersebut. 

Melalui ETS dan lembaga resmi yang telah bekerja sama dengan ETS, siapapun bisa mengikuti iBT secara online dengan mudah. Hunters hanya perlu menyesuaikan tanggal dan kota tempat ujian TOEFL dilakukan serta sejumlah biaya untuk memperoleh sertifikat.

Meskipun internet based, sertifikat iBT diakui banyak negara dan bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Saat ini, beberapa universitas di luar negeri bahkan ada yang mewajibkan calon mahasiswanya untuk melampirkan hasil tes kemampuan Bahasa Inggris iBT sebagai salah satu syarat administrasi ketika mendaftar.             

          Baca juga: Penjelasan Lengkap Perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC

Materi Tes dan Sistem Penilaian TOEFL iBT

Materi tes yang diujikan pada iBT tentu berbeda dengan tes TOEFL konvensional, yaitu reading, listening, writing, dan speaking. Mengingat materi yang diberikan cukup banyak, Hunters akan melewati waktu sekitar 4,5 jam untuk menyelesaikan seluruh rangkaian tes tersebut.

Dalam hal penilaian atau scoring, meskipun materi yang diujikan lebih banyak, TOEFL iBT memiliki rentang skor antara 0–30 untuk setiap materi tes. Jadi, jika dijumlahkan, skor tertinggi adalah 120.  Semakin tinggi hasil skor yang diperoleh, berarti semakin mumpuni pula kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki. Hal ini tentu berbeda dengan sistem penilaian pada TOEFL konvensional. Rentang skor TOEFL konvensional biasanya antara 330–667. 

Soal tingkat kesulitan, keduanya memiliki bobot yang sama. Hanya saja orang lebih menyukai iBT karena waktu mengerjakannya lebih lama. Hal ini tentu cukup efektif bagi orang-orang yang mungkin masih kesulitan untuk memahami tulisan berbahasa Inggris dalam waktu singkat.

Banner-L-_-Mau-Lolos-Beasiswa-LN_-1-300x150-4

Biaya Tes dan Kegunaan Sertifikat TOEFL iBT

Untuk sekali tes iBT, biasanya kita akan diminta untuk mengeluarkan dana sekitar Rp2,5-3 juta. Berbanding terbalik, tes konvensional dibanderol dengan biaya lebih terjangkau. Hunters mungkin hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu untuk mengikuti ujian TOEFL konvensional. Hal ini dikarenakan tes TOEFL iBT lebih banyak diterima di berbagai negara dibanding dengan sertifikat tes TOEFL konvensional.

Saat ini sertifikat iBT telah diterima secara luas di lebih dari 30 negara, termasuk Inggris. Mengingat iBT bisa dilakukan secara online, Hunters bebas memilih lembaga penyelenggara dan melaksanakan iBT dari tanah air dengan harapan mendapat sertifikat yang bisa diakui secara internasional.

Jadi jika bicara soal kegunaan, penggunaan sertifikat iBT tidak terbatas dan berlaku secara internasional. Hunters bisa menggunakan sertifikat TOEFL ini untuk keperluan bisnis ataupun pendidikan.

          Baca juga: Cek Info Harga Tes TOEFL iBT & Tips Capai Skor Maksimal

Nah, itulah ulasan tentang perbedaan TOEFL iBT dan serba-serbinya. Apa Hunters tertarik untuk mendapatkan sertifikat TOEFL ini? Pada dasarnya, baik iBT maupun ujian TOEFL konvensional memiliki bobot kesulitan dan legalitas yang sama. Perbedaan yang paling mencolok hanya pada metode tes saja, yang satu online yang lain paper based.

Soal tingkat kesulitan dan hasil, semua tergantung dari peserta ujian. Di Indonesia, baik iBT maupun ujian TOEFL konvensional bisa dilakukan di lembaga terpercaya seperti Schoters. Menawarkan sertifikat resmi dengan fasilitas belajar menarik, Schoters termasuk salah satu lembaga yang telah bekerja sama dengan ETS dalam hal penyelenggaraan TOEFL di Indonesia.

Pendaftaran TOEFL iBT

Mulai dari kelas persiapan, materi prediksi, hingga tes TOEFL bisa kita ikuti di Schoters.

Untuk informasi lebih lengkap tentang Schoters atau jadwal ujian lainnya, Hunters bisa tanya di sini. Semoga bermanfaat.

bimbingan kuliah luar negeri