Serba-Serbi TOEFL iBT yang Perlu Diketahui

Saat melamar kerja di luar negeri atau melanjutkan studi di universitas asing, kita akan diminta menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris dengan tes TOEFL atau Test of English as Foreign Language. Inilah mengapa dalam praktiknya ada beberapa jenis tes kemampuan bahasa Inggris yang bisa dipilih. Di antara tes tersebut, TOEFL atau Test of English as Foreign Language termasuk yang sering dimanfaatkan. TOEFL sendiri dibedakan lagi menjadi menjadi  dua, yaitu TOEFL iBT dan konvensional.

Di antara dua jenis TOEFL tersebut, iBT termasuk salah satu yang belakangan sedang banyak diminati. Selain dianggap lebih praktis, tes ini juga diketahui berlaku di banyak negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris Raya. Untuk lebih mengenal apa itu iBT, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu TOEFL iBT?

TOEFL iBT atau Internet Based Test merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang banyak digunakan di beberapa negara termasuk Amerika Serikat. Sesuai namanya, TOEFL ini memanfaatkan jaringan internet dan bisa diikuti secara online. Penggunaan internet tentu saja berbeda dengan tes konvensional yang selama ini dikenal.

Penyelenggaraan tes jenis ini dilakukan oleh ETS (Educational Testing Service), sebuah organisasi internasional yang secara resmi diketahui sebagai pusat penyelenggaraan TOEFL. ETS biasanya akan bekerja sama dengan banyak aplikasi dan lembaga dari berbagai belahan dunia supaya iBT dapat dilakukan orang-orang di negara tersebut.

Melalui ETS dan lembaga resmi yang telah bekerja sama dengan ETS, siapapun bisa mengikuti iBT secara online dengan mudah. Hunters hanya perlu menyesuaikan tanggal dan kota tempat ujian TOEFL dilakukan serta sejumlah biaya untuk memperoleh sertifikat.

Meskipun internet based, sertifikat iBT diakui banyak negara dan bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Saat ini, beberapa universitas di luar negeri bahkan ada yang mewajibkan calon mahasiswanya untuk melampirkan hasil tes kemampuan bahasa Inggris iBT sebagai salah satu syarat administrasi ketika mendaftar.

Apa itu ETS?

Penyelenggaraan tes jenis ini dilakukan oleh ETS (Educational Testing Service), sebuah organisasi internasional yang secara resmi diketahui sebagai pusat penyelenggaraan TOEFL. ETS biasanya akan bekerja sama dengan banyak aplikasi dan lembaga dari berbagai belahan dunia supaya iBT dapat dilakukan orang-orang di negara tersebut.

Melalui ETS dan lembaga resmi yang telah bekerja sama dengan ETS, siapapun bisa mengikuti TOEFL iBT secara online dengan mudah. Hunters hanya perlu menyesuaikan tanggal dan kota tempat ujian TOEFL dilakukan serta sejumlah biaya untuk memperoleh sertifikat.

Meskipun internet based, sertifikat TOEFL iBT diakui banyak negara dan bisa digunakan untuk berbagai kepentingan. Saat ini, beberapa universitas di luar negeri bahkan ada yang mewajibkan calon mahasiswanya untuk melampirkan hasil tes kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT sebagai salah satu syarat administrasi ketika mendaftar. 

 

Baca juga: Yuk Simak Informasi Penilaian TOEFL ITP di sini!

 

Perbedaan TOEFL pBT, TOEFL iBT dan TOEFL ITP

Nah, selain TOEFL iBT Hunters juga harus tahu beberapa perbedaan program TOEFL lainnya. Agar Hunters juga bisa memilih program tes mana yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Berikut penjelasannya!

1. Pengertian dan hak cipta

TOEFL pBT (Paper Based Test) merupakan tes TOEFL yang pertama dan dikerjakan langsung di kertas bukan seperti TOEFL iBT (Internet Based Test). Namun, sejatinya tidak ada yang berbeda dari keduanya. Semua kembali lagi ke preferensi para peserta. Kedua tes ini juga ada dibawah ETS (Educational Testing Service).

Sedangkan TOEFL ITP atau Test of English as a Foreign Language–Institutional Testing Program merupakan sistem tes yang bekerja sama dengan perguruan tinggi.

2. Masa dan tempat berlaku

TOEFL pBT dan TOEFL iBT dapat digunakan secara internasional dan bisa menjadi pilihanmu untuk mendaftar beasiswa atau universitas. Namun untuk TOEFL ITP, biasanya tidak diterima di luar universitas atau perguruan tinggi yang bersangkutan. Namun ketiga sertifikat tes di atas sama-sama berlaku selama 2 tahun.

3. Kegunaan

Seperti yang diketahui di atas, karena TOEFL pBT dan TOEFL iBT dapat digunakan secara internasional, kegunaan kedua teks diatas lebih luas daripada TOEFL ITP. Sedangkan TOEFL ITP biasanya digunakan untuk persyaratan lulus ujian akhir, kenaikan pangkat di pekerjaan, dan lain sebagainya.

Dari rincian perbedaan TOEFL pBT, TOEFL iBT dan TOEFL ITP di atas, tes manakah yang paling cocok dengan kebutuhanmu saat ini?

Range score TOEFL iBT

Setiap program tes bahasa Inggris, memiliki rentang skor 0 hingga 120 yang dibagi menjadi tes listening, speaking, reading, dan writing. Sementara itu, masing-masing bagian memilih nilai 0 hingga 30. Berikut rincian skornya!

Skill

Level

Reading Advanced (24–30)
High-Intermediate (18–23)
Low-Intermediate (4–17)
Below Low-Intermediate (0–3)
Listening Advanced (22–30)
High-Intermediate (17–21)
Low-Intermediate (9–16)
Below Low-Intermediate (0–8)
Speaking Advanced (25–30)
High-Intermediate (20–24)
Low-Intermediate (16–19)
Basic (10–15)
Below Basic (0–9)
Writing Advanced (24–30)
High-Intermediate (17–23)
Low-Intermediate (13–16)
Basic (7–12)
Below Basic (0–6)

 

Untuk informasi lebih lanjut dari skor ini, kamu bisa cek lewat website ETS berikut. 

 

Baca juga: Perbedaan Antara TOEFL, IELTS, dan TOEIC

 

Materi tes dan sistem penilaian TOEFL iBT

Materi tes yang diujikan pada iBT tentu berbeda dengan tes TOEFL konvensional, yaitu reading, listening, writing, dan speaking. Mengingat materi yang diberikan cukup banyak, Hunters akan melewati waktu sekitar 4,5 jam untuk menyelesaikan seluruh rangkaian tes tersebut.

Dalam hal penilaian atau scoring, meskipun materi yang diujikan lebih banyak, TOEFL iBT memiliki rentang skor antara 0–30 untuk setiap materi tes. Jadi, jika dijumlahkan, skor tertinggi adalah 120. Semakin tinggi hasil skor yang diperoleh, berarti semakin mumpuni pula kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki. Hal ini tentu berbeda dengan sistem penilaian pada TOEFL konvensional. Rentang skor TOEFL konvensional biasanya antara 330–667.

Soal tingkat kesulitan, keduanya memiliki bobot yang sama. Hanya saja orang lebih menyukai iBT karena waktu mengerjakannya lebih lama. Hal ini tentu cukup efektif bagi orang-orang yang mungkin masih kesulitan untuk memahami tulisan berbahasa Inggris dalam waktu singkat.

Tips menjawab tes TOEFL iBT

Hampir sama seperti tes lainnya, tes TOEFL iBT juga memiliki empat bagian pertanyaan yang harus kamu jawab. Setiap bagiannya punya tantangan dan karakteristiknya sendiri. Berikut beberapa tips yang bisa kamu gunakan dalam persiapan!

1. Persiapan TOEFL iBT reading

Karena nantinya kamu akan bertemu banyak tema tulisan yang panjang, mulai biasakan dirimu untuk membaca bacaan panjang dari tema yang berbeda. Selain itu juga ketahui pola pertanyaan dan jawaban dalam tes TOEFL iBT. Salah satunya ada model pertanyaan dan jawaban “TRUE/FALSE”, parafrase dan sinonim dari kata-kata.

2. Persiapan TOEFL iBT Listening

Cara terbaik untuk menjawab soal TOEFL iBT listening adalah belajar cara membuat catatan yang baik. Nah untuk tips ini bisa berbeda dari satu orang ke lainnya, jadi pastikan kamu berlatih secara maksimal ya.

3. Persiapan TOEFL iBT Speaking

Sedikit berbeda dengan tes IELTS, TOEFL iBT memiliki 6 segmen dan pertanyaan untuk masing-masing segmen berdasarkan percakapan. Untuk bagian ini kamu bisa mengandalkan teknik mencatat yang sama dengan bagian listening. 

4. Persiapan TOEFL iBT Writing

TOEFL iBT writing test akan berisikan dua segmen tulisan, yaitu Integrated Essay dan Independent Essay. Selain belajar grammar dan kosakata, pahamilah bagaimana membuat draft tulisan dan struktur esai yang baik.

Biaya tes  

Untuk sekali tes TOEFL iBT, biasanya kita akan diminta untuk mengeluarkan dana sekitar Rp2,5-3 juta. Berbanding terbalik, tes konvensional dibanderol dengan biaya lebih terjangkau. Hunters mungkin hanya perlu mengeluarkan dana sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu untuk mengikuti ujian TOEFL konvensional. Hal ini dikarenakan tes TOEFL iBT lebih banyak diterima di berbagai negara dibanding dengan sertifikat tes TOEFL konvensional.

Kegunaan sertifikat 

Saat ini sertifikat TOEFL  iBT telah diterima secara luas di lebih dari 30 negara, termasuk Inggris. Mengingat iBT bisa dilakukan secara online, Hunters bebas memilih lembaga penyelenggara dan melaksanakan iBT dari tanah air dengan harapan mendapat sertifikat yang bisa diakui secara internasional.

Jadi, jika bicara soal kegunaan, penggunaan sertifikat iBT tidak terbatas dan berlaku secara internasional. Hunters bisa menggunakan sertifikat TOEFL ini untuk keperluan bisnis ataupun pendidikan.

Baca juga: Yuk Cek Informasi Tes TOEFL iBT di Artikel Ini!

 

Nah, itulah ulasan tentang perbedaan TOEFL iBT dan serba-serbinya. Pada dasarnya, baik iBT maupun ujian TOEFL konvensional memiliki bobot kesulitan dan legalitas yang sama. Perbedaan yang paling mencolok hanya pada metode tes saja, yang satu online yang lain paper based.

Soal tingkat kesulitan dan hasil, semua tergantung dari peserta ujian. Di Indonesia, baik iBT maupun ujian TOEFL konvensional bisa dilakukan di lembaga terpercaya seperti Schoters. Menawarkan sertifikat resmi dengan fasilitas belajar menarik, Schoters termasuk salah satu lembaga yang telah bekerja sama dengan ETS dalam hal penyelenggaraan TOEFL di Indonesia.

Pendaftaran TOEFL iBT

Mulai dari kelas persiapan, materi prediksi, hingga tes TOEFL bisa kita ikuti di Schoters. Untuk informasi lebih lengkap tentang Schoters atau jadwal ujian lainnya, Hunters bisa tanya di sini. Semoga bermanfaat.

TOEFL IBT-1