Beasiswa S1 KAIST Korea: Syarat, Cara Daftar & Jadwal Buka

KAIST Scholarship adalah beasiswa bagi mahasiswa internasional yang diterima di program S1 KAIST. Untuk admission 2027, beasiswa ini mencakup pembebasan tuition fee hingga delapan semester, tunjangan hidup KRW350.000 per bulan, dan asuransi kesehatan. Pelamar tidak mengajukan formulir beasiswa terpisah, tetapi harus memilih opsi KAIST Scholarship dalam formulir admission dan memenuhi ketentuan akademik setelah diterima.


Beasiswa S1 KAIST Korea memberikan kesempatan kepada pelajar internasional untuk melanjutkan pendidikan sarjana di Korea Selatan dengan dukungan pembiayaan dari universitas. Untuk mendaftar, calon mahasiswa perlu memenuhi persyaratan penerimaan, menyiapkan dokumen akademik, mengikuti proses seleksi, dan memilih opsi KAIST Scholarship pada formulir pendaftaran.

Informasi dalam artikel ini mengacu pada ketentuan resmi KAIST Admission untuk penerimaan mahasiswa tahun 2027. Jadwal, persyaratan, dan kebijakan beasiswa dapat berubah pada periode berikutnya. Calon mahasiswa disarankan memeriksa panduan pendaftaran resmi KAIST  sebelum mengajukan aplikasi.

Ringkasan Beasiswa S1 KAIST

Berikut informasi utama mengenai KAIST Scholarship untuk mahasiswa internasional berdasarkan ketentuan yang tersedia pada situs resmi KAIST.

Informasi Detail
Universitas Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST)
Jenjang Undergraduate/S1
Sasaran Pelamar internasional
Program beasiswa KAIST Scholarship
Tuition fee Dibebaskan hingga 8 semester sesuai ketentuan
Tunjangan hidup KRW350.000 per bulan
Asuransi Medical health insurance
Aplikasi beasiswa Tidak ada formulir terpisah
Cara dipertimbangkan Memilih “KAIST Scholarship” pada Statement of Financial Resources
Syarat keberlanjutan Mempertahankan GPA di atas 2,7/4,3 setelah tahun pertama
Intake yang dibahas Spring dan Fall 2027
Application fee USD80 berdasarkan application information yang diberikan; cek kembali guide terbaru

Informasi manfaat dan persyaratan akademik tercantum dalam KAIST Scholarship , sedangkan jadwal penerimaan 2027 dapat diperiksa melalui KAIST Application Timeline.

 

Apa Itu KAIST Scholarship?

KAIST Scholarship adalah program beasiswa yang disediakan oleh Korea Advanced Institute of Science and Technology bagi mahasiswa internasional yang diterima pada jenjang sarjana. KAIST sendiri merupakan universitas riset di Daejeon, Korea Selatan, yang berfokus pada pendidikan dan penelitian dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, serta pengembangan inovasi.

Berbeda dari beasiswa yang memiliki portal pendaftaran tersendiri, KAIST Scholarship terintegrasi dengan proses penerimaan mahasiswa internasional. Calon mahasiswa cukup memilih opsi KAIST Scholarship pada bagian Statement of Financial Resources ketika mengisi formulir pendaftaran S1.

Menurut situs resminya, KAIST menawarkan beasiswa kepada mahasiswa internasional yang berhasil diterima dan memilih pendanaan tersebut dalam aplikasi. Dengan demikian, proses seleksi akademik menjadi bagian penting untuk memperoleh beasiswa. Pendaftaran saja tidak menjamin bahwa calon mahasiswa akan diterima dan mendapatkan pendanaan.

Penerima juga perlu mempertahankan prestasi akademik selama berkuliah. Setelah tahun pertama, mahasiswa harus menjaga GPA di atas 2,7 dari skala 4,3 untuk mempertahankan manfaat beasiswa.

 

Baca Juga: Rekomendasi Beasiswa Kuliah S1 Korea, Serta Syaratnya

 

Siapa yang Bisa Mendaftar?

KAIST Scholarship ditujukan bagi pelamar internasional yang memenuhi persyaratan penerimaan mahasiswa sarjana. Untuk admission 2027, ketentuan utama meliputi kewarganegaraan, kelulusan sekolah menengah, dan status pendidikan saat memulai perkuliahan.

 

1. Pelamar Berkewarganegaraan Asing

KAIST menerima pelamar yang memiliki kewarganegaraan selain Korea Selatan. Pelamar juga harus memenuhi salah satu dari dua ketentuan tambahan, yaitu kedua orang tuanya bukan warga negara Korea atau, khusus pelamar keturunan Korea, telah menyelesaikan seluruh pendidikan dasar hingga sekolah menengah di luar Korea dengan standar pendidikan yang setara.

Ketentuan ini perlu diperhatikan oleh pelamar dengan latar belakang kewarganegaraan atau riwayat pendidikan tertentu. Sekolah internasional yang berlokasi di Korea tidak otomatis dianggap sebagai sekolah luar negeri untuk memenuhi ketentuan tersebut.

2. Bukan Pemegang Kewarganegaraan Ganda Korea

Pelamar yang masih memegang kewarganegaraan Korea, termasuk kewarganegaraan ganda Korea dan negara lain, tidak memenuhi persyaratan sebagai mahasiswa internasional melalui jalur ini.

Calon mahasiswa yang memiliki riwayat perubahan kewarganegaraan perlu memeriksa persyaratan dokumen tambahan sesuai ketentuan KAIST.

 

3. Memenuhi Ketentuan Kelulusan Sekolah Menengah

Untuk admission 2027, batas kelulusan sekolah menengah berbeda berdasarkan semester yang dituju.

Periode penerimaan Batas kelulusan SMA
Spring 2027 Paling lambat 28 Februari 2027
Fall 2027 Paling lambat 31 Agustus 2027

Dengan demikian, siswa kelas 12 yang belum menerima ijazah ketika pendaftaran dibuka tetap dapat mengajukan aplikasi selama mampu memenuhi batas kelulusan dan persyaratan dokumen KAIST.

4. Mendaftar sebagai Mahasiswa Baru, Bukan Transfer

KAIST tidak menyediakan jalur transfer bagi mahasiswa internasional melalui undergraduate admission yang dibahas dalam artikel ini. Pelamar perlu mendaftar sebagai mahasiswa baru atau freshman, meskipun sebelumnya pernah menjalani pendidikan di perguruan tinggi lain.

Selain itu, mahasiswa yang diterima tidak diperbolehkan memiliki status aktif sebagai mahasiswa program gelar di universitas lain ketika memulai perkuliahan di KAIST.

Apa Saja Benefit KAIST Scholarship?

KAIST Scholarship menyediakan tiga manfaat utama, yaitu pembebasan biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, dan asuransi kesehatan. Meskipun cakupannya cukup luas, calon mahasiswa tetap perlu memperhitungkan biaya tambahan yang tidak secara otomatis ditanggung beasiswa.

1. Pembebasan Biaya Kuliah

KAIST Scholarship memberikan pembebasan biaya kuliah penuh hingga delapan semester. Dukungan ini memungkinkan penerima mengikuti program sarjana tanpa membayar biaya kuliah reguler selama memenuhi ketentuan beasiswa.

Namun, pembebasan biaya kuliah tidak berarti seluruh pengeluaran selama berkuliah di Korea Selatan ditanggung universitas. Biaya akomodasi, makan, transportasi, dan kebutuhan pribadi tetap perlu dipertimbangkan dalam perencanaan keuangan.

 

2. Tunjangan Hidup Bulanan

Penerima KAIST Scholarship memperoleh tunjangan hidup sebesar KRW350.000 per bulan. Bantuan ini dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari selama menjalani pendidikan di Korea Selatan.

Sebagai gambaran, KAIST menyediakan halaman Cost of Attendance yang memuat estimasi pengeluaran mahasiswa untuk tempat tinggal, makanan, buku, telekomunikasi, dan kebutuhan lainnya. Estimasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa masih dapat membutuhkan dana tambahan meskipun menerima beasiswa.

Karena biaya hidup setiap orang berbeda, calon mahasiswa disarankan menyusun anggaran berdasarkan kebutuhan pribadi, pilihan tempat tinggal, serta kebiasaan pengeluaran selama berada di Daejeon.

 

3. Asuransi Kesehatan

KAIST Scholarship juga mencakup medical health insurance bagi penerimanya. Fasilitas ini menjadi salah satu komponen pendanaan untuk mendukung kebutuhan kesehatan mahasiswa selama menjalani studi.

Namun, mahasiswa tetap perlu memeriksa ketentuan asuransi yang berlaku, termasuk cakupan perlindungan dan kemungkinan biaya kesehatan yang tidak termasuk dalam manfaat tersebut.

 

4. Syarat Mempertahankan Beasiswa

Manfaat KAIST Scholarship tidak hanya bergantung pada keberhasilan pelamar melewati proses admission. Setelah diterima, mahasiswa juga perlu mempertahankan prestasi akademik sesuai standar universitas.

Berdasarkan informasi resmi KAIST, penerima harus memiliki GPA di atas 2,7 dari skala 4,3 setelah menyelesaikan tahun pertama. Mahasiswa juga tetap wajib memenuhi ketentuan akademik dan administratif lain yang berlaku selama masa studi.

 

5.  Biaya yang perlu disiapkan

Sebelum mendaftar, penting untuk memahami perbedaan antara manfaat beasiswa dan keseluruhan biaya studi. Berikut gambaran komponen pengeluaran yang perlu diperhitungkan. 

Komponen Keterangan
Tuition fee Dibebaskan sesuai ketentuan
Biaya hidup Sebagian dibantu melalui tunjangan bulanan
Akomodasi Perlu dicek dan dianggarkan secara mandiri
Makan dan transportasi Tidak otomatis seluruhnya ditanggung
Application fee Mengikuti nominal pada admission guide
Visa dan perjalanan Periksa ketentuan dan kebutuhan pribadi
Buku, perangkat, dan kebutuhan harian Siapkan anggaran tambahan

Sebagai referensi, KAIST Cost of Attendance  menyediakan estimasi pengeluaran mahasiswa, termasuk biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari. Angka tersebut merupakan estimasi universitas dan dapat berubah mengikuti biaya hidup maupun kebijakan terbaru.

 

Bingung Menyiapkan Aplikasi S1 KAIST?

Admission KAIST menilai lebih dari sekadar nilai dan skor tes. Schoters dapat membantu memetakan profil, memilih strategi intake, menyusun esai, memeriksa dokumen, dan mempersiapkan aplikasi beasiswa.

Klik tombol di bawah ini dan tanyakan apa saja 👇

 

Apakah KAIST Memiliki Jurusan yang Bisa Dipilih?

KAIST memiliki berbagai bidang studi di rumpun sains, teknologi, teknik, desain, dan manajemen teknologi. Menariknya, mahasiswa internasional program undergraduate tidak harus langsung menentukan jurusan saat pertama kali diterima.

KAIST menerapkan sistem undeclared major, yaitu mahasiswa memulai tahun pertama tanpa terikat pada satu jurusan. Setelah menyelesaikan semester kedua, mahasiswa dapat memilih jurusan yang ingin didalami tanpa proses seleksi jurusan tambahan. Menurut laman resmi KAIST, tidak terdapat kuota penerimaan terpisah untuk setiap departemen dalam mekanisme tersebut.

Sistem ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal berbagai disiplin ilmu sebelum menentukan bidang yang paling sesuai dengan minat dan tujuan akademiknya.

Beberapa contoh bidang studi yang dapat dieksplorasi meliputi: 

Bidang Studi Fokus Pembelajaran
Computer Science Komputasi, pengembangan perangkat lunak, data, dan teknologi digital 
Electrical Engineering  Sistem elektronika, perangkat, komunikasi, dan teknologi kelistrikan 
Mechanical Engineering Sistem mekanis, perancangan, dan teknologi rekayasa 
Industrial Design Desain produk, interaksi manusia, teknologi, dan inovasi 
Materials Science & Engineering Pengembangan, karakterisasi, dan penerapan material 
Aerospace Engineering Teknologi penerbangan, sistem antariksa, dan rekayasa aeronautika 
Biological Sciences  Biologi, bioteknologi, dan penelitian ilmu hayati 
Business and Technology Management  Manajemen, bisnis, inovasi, dan komersialisasi teknologi 
Mathematical Sciences  Matematika dan penerapannya dalam berbagai bidang 
Physics  Fisika teoretis dan eksperimental 
Chemistry  Ilmu kimia dan penelitian terkait material maupun proses kimia 
Civil & Environmental Engineering  Infrastruktur, lingkungan, dan teknologi pembangunan 

Daftar tersebut merupakan contoh bidang akademik, bukan peringkat jurusan terfavorit. Calon mahasiswa tetap perlu memeriksa ketersediaan program dan struktur kurikulum melalui daftar program undergraduate resmi KAIST.

 

Apa Saja Syarat Dokumen KAIST?

Persiapan dokumen menjadi salah satu tahapan penting dalam proses undergraduate admission KAIST. Dokumen yang diminta digunakan untuk memverifikasi identitas, latar belakang akademik, kemampuan bahasa, serta informasi pendukung lainnya.

Berikut checklist persiapan berdasarkan kategori dokumen dalam brief. Status wajib, jumlah dokumen, dan ketentuan pengunggahan harus dicocokkan kembali dengan Application Guidelines for 2027 Admissions yang berlaku.

1. Surat rekomendasi

Surat rekomendasi membantu pihak universitas memahami kemampuan dan potensi pelamar berdasarkan penilaian guru atau pihak sekolah yang mengenalnya secara langsung. Pemberi rekomendasi sebaiknya dapat menjelaskan kemampuan akademik, ketekunan, karakter, serta pengalaman pelamar secara konkret.

KAIST menyediakan mekanisme pengiriman rekomendasi melalui portal aplikasi. Setelah pelamar memasukkan informasi pemberi rekomendasi dan mengikuti proses pembayaran, pemberi rekomendasi akan menerima instruksi pengiriman melalui email.

Untuk admission 2027, calon mahasiswa perlu memeriksa kembali jumlah surat dan status kewajibannya melalui panduan resmi. Tanggal pengiriman rekomendasi memiliki tenggat tersendiri yang berbeda dari penutupan formulir aplikasi.

 

2. Esai Admission

Esai merupakan kesempatan bagi pelamar untuk menunjukkan minat akademik, pola pikir, pengalaman, dan alasan memilih KAIST. Berbeda dari transkrip yang menampilkan hasil akademik, esai dapat memberikan gambaran tentang cara pelamar menghadapi tantangan, mengeksplorasi ilmu pengetahuan, dan mengembangkan gagasan.

Dalam menyusunnya, pelamar perlu menggunakan pengalaman nyata dan menjawab pertanyaan sesuai instruksi yang tersedia pada formulir admission. Hindari menggunakan satu esai umum untuk seluruh pertanyaan atau menyalin contoh dari internet.

Pertanyaan, batas karakter, serta format jawaban untuk admission 2027 harus mengikuti panduan resmi KAIST.

 

3. Bukti Prestasi

KAIST dapat mempertimbangkan bukti pencapaian akademik maupun aktivitas lain yang relevan dengan kemampuan pelamar. Dokumen pendukung dapat berupa penghargaan olimpiade, kompetisi sains, proyek penelitian, pengembangan teknologi, kegiatan organisasi, atau karya yang menunjukkan minat akademik.

Namun, jumlah sertifikat bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Pelamar sebaiknya memilih bukti yang dapat menunjukkan keterampilan, proses belajar, serta kontribusi pribadi secara lebih jelas.

Misalnya, bagi siswa yang ingin mengeksplorasi Computer Science, dokumentasi proyek pemrograman yang pernah dikembangkan dapat memberikan konteks tambahan terhadap minat akademiknya.

 

Apakah IELTS atau TOEFL Wajib untuk Mendaftar KAIST?

KAIST menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama komunikasi akademik bagi mahasiswa internasional. Karena itu, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu aspek penting dalam proses penerimaan.

Pelamar perlu memenuhi ketentuan bukti kemampuan bahasa yang ditetapkan pada panduan admission. Namun, hal tersebut tidak berarti setiap pelamar wajib mengambil IELTS atau TOEFL. KAIST mengenal beberapa jenis tes kemampuan bahasa Inggris serta mekanisme pengecualian bagi kandidat yang memenuhi kriteria tertentu.

Berikut contoh tes yang tercantum dalam panduan penerimaan KAIST. Skor dan persyaratan tahun 2027 harus diperiksa berdasarkan versi panduan resmi yang digunakan.

Tes Informasi pada materi admission Catatan
IELTS Contoh skor minimum 6,5 Verifikasi skor dan masa berlaku
TOEFL iBT Contoh skor minimum 83 Verifikasi versi tes yang diterima
TOEIC Contoh skor minimum 720 Pastikan diterima pada intake yang dituju
Tes lain Dapat tercantum pada guide Jangan mengasumsikan semua tes diterima

KAIST telah memperbarui ketentuan tes kemampuan bahasa pada beberapa periode admission sebelumnya. Oleh karena itu, calon mahasiswa tidak disarankan hanya menggunakan tabel skor dari artikel lama tanpa memeriksa panduan resmi.

Selain kemampuan bahasa, proses seleksi juga mempertimbangkan berbagai aspek akademik dan pengalaman pelamar. Skor tes yang tinggi perlu didukung oleh profil aplikasi yang konsisten.

 

Apakah SAT, ACT, AP, A-Level, atau IB Diperlukan?

Hasil tes akademik terstandar merupakan salah satu dokumen yang perlu diperhatikan dalam pendaftaran KAIST. Tes ini dapat membantu universitas memahami kesiapan akademik pelamar yang berasal dari berbagai sistem pendidikan.

Namun, calon mahasiswa tidak perlu menganggap seluruh tes tersebut harus diambil sekaligus. Jenis tes yang diterima, ketentuan penyampaian skor, dan kemungkinan persyaratan tambahan harus mengikuti panduan admission tahun berjalan.

Sebagai persiapan, pelamar dapat memeriksa tes atau kualifikasi akademik yang dimiliki, memastikan dokumen hasil tes tersedia, serta memahami prosedur pengiriman skor resmi. Jika menggunakan kurikulum tertentu, seperti IB atau A-Level, periksa pula ketentuan hasil sementara dan dokumen final setelah kelulusan.

Untuk memastikan kesesuaian dokumen dengan admission 2027, gunakan KAIST Application Guidelines  sebagai acuan utama.

Cara Daftar KAIST Scholarship

Pendaftaran KAIST Scholarship dilakukan bersamaan dengan proses undergraduate admission melalui formulir online. Pelamar tidak perlu mengikuti seleksi beasiswa pada portal terpisah, tetapi harus memastikan opsi pendanaan dipilih dengan benar.

Berikut alur pendaftaran yang dapat diikuti calon mahasiswa.

  1. Buka laman resmi KAIST International Undergraduate Admission.
  2. Pilih intake Spring atau Fall.
  3. Baca eligibility dan application guide terbaru.
  4. Tentukan admission track dan periksa deadline.
  5. Buat akun pada portal aplikasi.
  6. Isi data pribadi dan riwayat pendidikan.
  7. Masukkan skor tes bahasa dan tes akademik.
  8. Unggah dokumen.
  9. Isi esai sesuai prompt.
  10. Masukkan data pemberi rekomendasi.
  11. Pilih KAIST Scholarship pada Statement of Financial Resources.
  12. Bayar application fee USD80 atau nominal sesuai guide terbaru.
  13. Submit aplikasi sebelum deadline.
  14. Pastikan recommendation letter dikirim sebelum tenggat terpisah.
  15. Pantau email dan pengumuman admission.
  16. Ikuti interview jika KAIST menghubungi secara individual.

KAIST menegaskan bahwa wawancara tidak diwajibkan bagi seluruh pelamar. Wawancara online hanya dilakukan apabila universitas menilai hal tersebut diperlukan, dan kandidat terpilih akan dihubungi secara individual melalui email.

 

Jadwal Pendaftaran KAIST Admission 2027

Tahap Spring 2027 – Early Fall 2027 – Early Fall 2027 – Regular
Application dan dokumen 22 September–22 Oktober 2026, 18.00 KST 22 September–22 Oktober 2026, 18.00 KST 10 November 2026–14 Januari 2027, 18.00 KST
Recommendation letter 29 Oktober 2026, 18.00 KST 29 Oktober 2026, 18.00 KST 21 Januari 2027, 18.00 KST
Interview jika diperlukan 22 Desember 2026 22 Desember 2026 3 Maret 2027
Admission announcement 7 Januari 2027, 10.00 KST 7 Januari 2027, 10.00 KST 25 Maret 2027, 10.00 KST
Perkiraan mulai tahun akademik Akhir Februari 2027 Akhir Agustus 2027 Akhir Agustus 2027

 

Contoh Profil Pelamar

Elemen Contoh
Nama Nabila Putri
Negara Indonesia
Pendidikan SMA kelas 12, peminatan MIPA
Minat bidang Computer Science dan Environmental Engineering
Proyek Sistem pemantauan kualitas udara berbasis sensor
Prestasi Finalis kompetisi sains tingkat nasional
Skor bahasa IELTS sesuai ambang pada guide admission
Target intake Fall 2027
Beasiswa KAIST Scholarship
Catatan Seluruh profil dan data bersifat fiktif

Contoh Esai Admission yang Baik

During my final year of high school, I became interested in the relationship between technology and environmental problems in cities. I first explored this issue through a small project that used low-cost sensors to monitor air quality around my school. The project did not produce a perfect system, but it taught me how a technical idea must be tested against real conditions and user needs.

My interest in science developed through mathematics, physics, and computer programming. I enjoyed subjects that required both analytical thinking and experimentation. However, I gradually realised that learning technical concepts was not enough. To create useful solutions, I also needed to understand how people interact with technology and how engineering decisions affect society.

In my air-quality project, I worked with three classmates to collect data at different times of the day. I was responsible for programming the data-collection system and organising the results. When the readings became inconsistent, I reviewed the sensor placement and recalibrated the system. This process taught me patience, teamwork, and the importance of questioning data instead of accepting the first result.

I am applying to KAIST because I want to study in an environment that values scientific research, innovation, and interdisciplinary problem-solving. I am particularly interested in exploring computer science and environmental engineering before selecting a major based on my academic development. I hope to learn how sensors, data analysis, and intelligent systems can support healthier and more sustainable cities.

I also want to contribute to the KAIST community by participating in student projects and sharing my experience of developing a low-cost prototype in Indonesia. Studying with students from different backgrounds would help me understand that technology should be designed for diverse communities, not only for users with advanced resources.

In the future, I hope to develop environmental monitoring solutions that can be used by schools and local communities in Indonesia. KAIST would give me the academic foundation, research exposure, and international perspective needed to pursue this goal. I am ready to improve my skills, accept feedback, and take responsibility for my learning as a KAIST student.

 

Baca Juga: Kuliah di Korea: Keunikan, Biaya, dan Kota Populer Studi

 

Mengapa contoh ini baik?

  • Memulai dengan pengalaman nyata.
  • Menunjukkan hubungan antara minat, proyek, dan tujuan studi.
  • Menyertakan masalah dan tindakan, bukan hanya daftar prestasi.
  • Menjelaskan alasan memilih KAIST secara spesifik.
  • Tidak mengklaim sudah memiliki keahlian yang belum terbukti.
  • Menjelaskan kontribusi dan rencana masa depan.
  • Menghubungkan ilmu dengan konteks Indonesia.

 

Tips Memperkuat Aplikasi

  • Buat daftar proyek dan pencapaian sejak awal SMA.
  • Tulis kontribusi pribadi dalam setiap kegiatan.
  • Gunakan angka atau hasil jika tersedia.
  • Jelaskan proses saat menghadapi masalah.
  • Hubungkan minat pada sains/teknologi dengan masalah yang ingin diselesaikan.
  • Riset program dan major KAIST secara resmi.
  • Siapkan tes bahasa Inggris jauh sebelum deadline.
  • Minta recommendation letter lebih awal.
  • Pilih bukti prestasi yang paling relevan.
  • Jangan menggunakan esai yang sama tanpa menyesuaikannya.
  • Periksa perbedaan deadline formulir dan recommendation letter.
  • Konversikan KST ke waktu Indonesia agar tidak terlambat.

 

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Menulis bahwa KAIST Scholarship pasti diberikan kepada semua pendaftar.
  • Menganggap tunjangan KRW350.000 menanggung seluruh biaya hidup.
  • Menggunakan jadwal pendaftaran tahun lama.
  • Mengira deadline recommendation letter sama dengan deadline aplikasi.
  • Mengirim semua sertifikat tanpa memilih yang relevan.
  • Menyalin esai dari internet.
  • Mengarang prestasi atau proyek.
  • Salah memasukkan skor tes.
  • Menganggap interview wajib bagi semua pelamar.
  • Mengabaikan syarat mempertahankan GPA setelah diterima.
  • Mendaftar sebagai transfer student padahal jalur ini untuk freshman.
  • Tidak memeriksa perubahan application guide.

 

Siap Mendaftar Beasiswa S1 KAIST?

Persiapkan admission form, tes bahasa Inggris, tes akademik, recommendation letter, esai, dan bukti prestasi dengan strategi yang sesuai. Bersama Schoters, kamu dapat memperoleh pendampingan untuk menyusun dokumen dan mempersiapkan aplikasi ke universitas Korea.

Schoters menyediakan program Study Abroad Academy buat kamu yang mau dibimbing untuk kuliah di luar negeri. Hingga saat ini, Study Abroad Academy telah berhasil membantu ribuan siswa memperoleh beasiswa di 400+ universitas di 46 negara.

Fasilitas yang akan kamu dapatkan di program ini antara lain: 

  • Video call 1-on-1 dengan mentor.
  • Akses 200+ video & modul pembelajaran.
  • Sesi Q&A dengan fasilitator.
  • Rekomendasi personal beasiswa.
  • Review Dokumen (esai, resume, motivation letter, dan lainnya) oleh mentor.

Yuk, segera daftarkan dirimu di Study Abroad Academy dan dapatkan bimbingan eksklusif kuliah di luar negeri bersama mentor-mentor berpengalaman!

 

FAQ

Apa itu KAIST Scholarship?

KAIST Scholarship adalah beasiswa untuk mahasiswa internasional yang diterima di program undergraduate KAIST. Manfaatnya mencakup pembebasan tuition fee, tunjangan hidup, dan asuransi kesehatan sesuai ketentuan.

 

Apakah KAIST Scholarship fully funded?

KAIST Scholarship mencakup tuition fee hingga delapan semester, KRW350.000 per bulan, dan asuransi kesehatan. Namun, tidak semua biaya hidup seperti akomodasi, makan, transportasi, dan kebutuhan pribadi otomatis ditanggung.

 

Apakah ada aplikasi beasiswa terpisah?

Tidak. Pelamar perlu memilih opsi KAIST Scholarship pada bagian Statement of Financial Resources dalam formulir admission.

 

Siapa yang dapat mendaftar?

Pelamar internasional yang memenuhi ketentuan kewarganegaraan, kelulusan SMA, dan persyaratan admission KAIST. Pemegang kewarganegaraan Korea, termasuk dual citizenship Korea, tidak memenuhi jalur mahasiswa internasional.

 

Apakah KAIST menerima mahasiswa transfer?

Untuk jalur internasional undergraduate ini, KAIST tidak menyediakan transfer program. Pelamar perlu mendaftar sebagai mahasiswa baru.

 

Apakah IELTS atau TOEFL wajib?

Pelamar perlu memenuhi bukti kemampuan bahasa Inggris sesuai application guide. Tes yang diterima, skor minimum, masa berlaku, dan pengecualian harus dicek pada intake yang dituju.

 

Apakah SAT wajib?

Tidak dapat digeneralisasi untuk semua pelamar. Persyaratan standardized test mengikuti application guide dan latar belakang pendidikan pelamar.

 

Kapan pendaftaran KAIST 2027 dibuka?

Untuk admission 2027, Early application dan document submission berlangsung 22 September–22 Oktober 2026. Fall Regular application berlangsung 10 November 2026–14 Januari 2027. Semua deadline menggunakan Korea Standard Time.

 

Apakah recommendation letter wajib?

KAIST mencantumkan recommendation letter sebagai bagian dari dokumen aplikasi. Tenggat pengirimannya dapat berbeda dari deadline formulir.

Apakah semua pelamar mengikuti interview?

Tidak. Interview dapat dilakukan jika diperlukan. KAIST akan menghubungi pelamar yang perlu mengikuti interview.

Berapa tunjangan hidup penerima KAIST Scholarship?

Informasi resmi KAIST mencantumkan KRW350.000 per bulan. Nominal dan ketentuan dapat berubah pada intake berikutnya.

Berapa GPA untuk mempertahankan beasiswa?

Laman resmi KAIST mencantumkan GPA di atas 2,7 dari skala 4,3 setelah tahun pertama. Penerima tetap harus memeriksa kebijakan akademik terbaru.

Kapan mahasiswa memilih major?

Mahasiswa KAIST berstatus undeclared major pada tahun pertama dan dapat memilih major setelah semester kedua. Tidak ada kuota untuk setiap departemen/major menurut laman eligibility KAIST.

 

Referensi

“KAIST Scholarship”. admission.kaist.ac.kr. Diakses pada 24 September 2026.

“Eligibility”. admission.kaist.ac.kr. Diakses pada 24 September 2026.

“Application Timeline for 2027 Admissions”. admission.kaist.ac.kr. Diakses pada 24 September 2026.

“Application Guidelines”. admission.kaist.ac.kr. Diakses pada 24 September 2026.

“Application Form and Documents”. admission.kaist.ac.kr. Diakses pada 24 September 2026.

“KAIST International Undergraduate Admission”. admission.kaist.ac.kr. Diakses pada 24 September 2026.