Beasiswa S1 DAAD Jerman: Persyaratan & Jadwal Pendaftaran
Jerman menjadi salah satu destinasi studi paling populer di dunia, termasuk bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa. Tidak heran jika program beasiswa Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) untuk kuliah S1 menjadi salah satu beasiswa yang paling diincar oleh pelajar Indonesia.
Sebelum mendaftar, kamu perlu mengetahui bahwa program beasiswa DAAD memiliki skema yang berbeda dibandingkan beasiswa pemerintah negara lain. Artikel ini akan mengupas tuntas peluang beasiswa DAAD untuk jenjang S1, alternatif beasiswa fully funded lainnya di Jerman, persyaratan kuliah S1 di Jerman, hingga tahapan pendaftarannya.
Apakah DAAD Menyediakan Beasiswa S1 Penuh di Jerman?
Banyak pelajar Indonesia mengira bahwa DAAD menyediakan beasiswa penuh untuk seluruh jenjang pendidikan, termasuk program sarjana. Faktanya, DAAD tidak menyediakan program beasiswa penuh individu untuk jenjang Bachelor (S1) reguler bagi mahasiswa internasional.
A. Fokus Utama Pendanaan DAAD
Sebagian besar pendanaan DAAD difokuskan kepada beberapa program berikut.
1. Program S2 (Master)
Program magister menjadi salah satu fokus utama pendanaan DAAD, terutama bagi lulusan sarjana dan profesional muda yang ingin melanjutkan studi di Jerman.
2. Program S3 (Doktoral)
DAAD menyediakan berbagai skema pendanaan untuk program doktoral dan penelitian, khususnya bagi peneliti internasional dan akademisi dari negara berkembang.
3. Research Grant
Program hibah penelitian tersedia untuk peneliti, dosen, dan akademisi yang ingin melakukan riset jangka pendek maupun jangka panjang di Jerman.
4. Exchange Program dan Short Course
DAAD juga mendukung berbagai program pertukaran mahasiswa serta kursus singkat, termasuk program musim panas dan musim dingin untuk mahasiswa internasional.
B. Apakah Pelajar SMA dan Mahasiswa S1 Tetap Bisa Mendapat Dukungan DAAD?
Meskipun tidak terdapat program DAAD Full Bachelor Scholarship reguler, pelajar SMA dan mahasiswa S1 tetap memiliki kesempatan memperoleh dukungan melalui beberapa program persiapan dan pendanaan alternatif yang difasilitasi oleh DAAD.
Selain itu, kuliah S1 di Jerman relatif lebih terjangkau karena sebagian besar universitas negeri tidak mengenakan biaya kuliah (tuition fee) bagi mahasiswa internasional.
Apa Itu DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst)?
DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) atau German Academic Exchange Service merupakan organisasi gabungan perguruan tinggi di Jerman yang berfungsi sebagai lembaga pendanaan terbesar di dunia untuk pertukaran mahasiswa dan peneliti internasional. Organisasi ini berdiri sejak tahun 1925 dan telah mendukung jutaan penerima beasiswa dari berbagai negara.
DAAD tidak hanya berperan sebagai penyedia beasiswa, tetapi juga mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi Jerman, mempromosikan bahasa Jerman di berbagai negara, serta membantu pengembangan sistem pendidikan tinggi global. Pada tahun 2023, DAAD mendanai lebih dari 140.000 mahasiswa dan peneliti dari seluruh dunia.
Mengapa Banyak Pelajar Indonesia Mengincar DAAD?
Ada beberapa alasan mengapa DAAD menjadi salah satu program beasiswa paling diminati oleh pelajar Indonesia. DAAD dikenal sebagai salah satu lembaga pendanaan pendidikan internasional paling prestisius di dunia. Menjadi penerima beasiswa DAAD memiliki nilai akademik dan profesional yang tinggi di tingkat global.
1. Jaringan Universitas Jerman yang Luas
DAAD bekerja sama dengan hampir seluruh universitas negeri dan berbagai institusi pendidikan tinggi di Jerman, sehingga memberikan akses akademik yang sangat luas bagi penerima pendanaan.
2. Pendanaan Studi yang Komprehensif
Berbagai program DAAD mencakup tunjangan hidup, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, hingga dukungan akademik lainnya. Pendanaan tersebut bersifat non-repayable atau tidak perlu dikembalikan.
3. Dukungan Akademik dan Jaringan Alumni
Selain bantuan finansial, DAAD juga menyediakan kursus bahasa, pendampingan budaya, seminar akademik, serta akses ke jaringan alumni internasional yang kuat.
Pilihan Program DAAD untuk Calon Mahasiswa S1
Meskipun tidak menyediakan beasiswa penuh untuk program sarjana reguler, DAAD memiliki beberapa program yang dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa S1.
1. Studienbrücke (Study Bridge)
Studienbrücke merupakan program kerja sama antara DAAD dan Goethe-Institut yang dirancang untuk membantu siswa berprestasi agar dapat melanjutkan studi sarjana di Jerman. Program ini memungkinkan peserta untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki universitas di Jerman.
a. Siapa yang Bisa Mendaftar?
- Siswa SMA/sederajat
- Memiliki prestasi akademik tinggi
- Tertarik pada bidang STEM atau ilmu ekonomi
b. Manfaat Program Studienbrücke
Peserta program akan memperoleh berbagai fasilitas, seperti:
- Kursus bahasa Jerman intensif hingga level B2/C1
- Persiapan akademik
- Pelatihan TestAS dan TestDaF
- Pendampingan aplikasi universitas
- Kesempatan masuk ke universitas mitra di Jerman
c. Jadwal Pendaftaran Studienbrücke
Jadwal pendaftaran Studienbrücke dapat berubah setiap tahun. Oleh karena itu, calon peserta disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru melalui situs resmi Goethe-Institut Indonesia.
2. Program VORsprung DAAD
Program VORsprung DAAD adalah kelas persiapan online untuk calon mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi S1 di Jerman.
Melalui program ini, calon mahasiswa bisa mendapatkan gambaran awal tentang materi perkuliahan, kebutuhan bahasa, serta proses adaptasi sebelum benar-benar menjalani studi di Jerman. Meski begitu, VORsprung bukan termasuk beasiswa S1 penuh, melainkan program persiapan yang dapat membantu proses menuju kuliah S1 di Jerman.
3. DAAD Summer Courses dan Winter Courses
Selain program persiapan untuk siswa SMA, DAAD juga memiliki program kursus singkat seperti University Summer Courses dan University Winter Courses. Program ini bukan beasiswa S1 penuh, tetapi bisa menjadi kesempatan bagi mahasiswa aktif untuk merasakan pengalaman akademik dan budaya di Jerman.
4. University Summer Courses
University Summer Courses ditujukan untuk mahasiswa program Bachelor maupun Master dari berbagai bidang studi yang sudah memiliki kemampuan bahasa Jerman tingkat menengah. Untuk mahasiswa bachelor, peserta harus sudah menyelesaikan minimal dua tahun akademik saat periode beasiswa dimulai.
Program ini biasanya berfokus pada kursus bahasa, budaya, serta kajian wilayah Jerman. Durasi programnya dapat berlangsung hingga satu bulan, sehingga cocok bagi mahasiswa yang ingin memperkuat kemampuan bahasa dan memahami lingkungan akademik Jerman secara langsung.
5. University Winter Courses
University Winter Courses merupakan kursus bahasa intensif yang umumnya berlangsung sekitar empat minggu. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jerman sekaligus mengenal budaya dan sistem akademik Jerman.
Cakupan pendanaan program ini dapat meliputi biaya kursus, akomodasi, tunjangan, asuransi, serta bantuan transportasi. Namun, sama seperti Summer Courses, peserta perlu sudah menyelesaikan minimal dua tahun studi universitas saat program dimulai.
Baca Juga: Universitas Terbaik di Jerman Beserta Info Beasiswanya
Alternatif Beasiswa Fully Funded S1 di Jerman Selain DAAD
Karena DAAD tidak menyediakan beasiswa penuh untuk program S1 reguler, calon mahasiswa tetap bisa mempertimbangkan beberapa alternatif beasiswa lain di Jerman. Beberapa program berikut dapat menjadi pilihan bagi kamu yang sedang mencari beasiswa fully funded Jerman untuk jenjang sarjana.
SBW Berlin Scholarship
Cakupan Beasiswa
SBW Berlin Scholarship merupakan salah satu beasiswa yang dapat mendanai biaya studi, akomodasi gratis di asrama, serta tunjangan hidup bulanan. Program ini cocok untuk mahasiswa yang memiliki ketertarikan kuat pada kegiatan sosial.
Persyaratan
Pelamar umumnya perlu berusia 18–30 tahun, memiliki rekam jejak kegiatan sosial atau relawan, serta memiliki proyek sosial yang dapat diterapkan di negara asal setelah lulus.
Jadwal Pendaftaran
SBW Berlin Scholarship tidak memiliki jadwal pendaftaran yang tetap. Artinya, Hunters bisa mengajukan pendaftaran kapan saja sepanjang tahun melalui email.
Deutschlandstipendium
Cakupan Beasiswa
Deutschlandstipendium memberikan dana €300 per bulan selama minimal dua semester dan dapat diperpanjang. Beasiswa ini tidak bergantung pada pendapatan pribadi maupun orang tua.
Persyaratan
Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa dari semua negara di universitas negeri atau universitas yang diakui di Jerman. Seleksi mempertimbangkan prestasi akademik, potensi diri, keterlibatan sosial, dan latar belakang pribadi.
Jadwal Pendaftaran
Jadwal pendaftaran Deutschlandstipendium mengikuti kebijakan tiap universitas. Namun, umumnya, pendaftaran winter semester dibuka sekitar Juni–Agustus, sedangkan summer semester sekitar Desember–Januari.
Friedrich Ebert Stiftung
Cakupan Beasiswa
Friedrich Ebert Stiftung atau FES memberikan beasiswa untuk mahasiswa internasional yang sudah terdaftar di universitas negeri atau universitas yang diakui di Jerman. Cakupannya berupa tunjangan €750 per bulan untuk mahasiswa S1, biaya asuransi kesehatan, serta tunjangan keluarga €276 bagi penerima beasiswa yang memiliki anak.
Persyaratan
Pelamar perlu memiliki prestasi akademik baik, aktif secara sosial-politik, serta memiliki nilai yang sejalan dengan demokrasi sosial. Mahasiswa internasional juga harus sudah tinggal di Jerman, terdaftar di universitas Jerman, dan memiliki sertifikat bahasa Jerman minimal C1 atau TestDaF.
Jadwal Pendaftaran
Untuk mahasiswa tahun pertama dan mahasiswa Master, pendaftaran biasanya dibuka sebelum atau pada awal semester pertama. Tenggatnya adalah 31 Oktober untuk winter semester dan 30 April untuk summer semester. Proses seleksi dapat berlangsung sekitar 4–7 bulan.
Heinrich Böll Foundation
Cakupan Beasiswa
Heinrich Böll Foundation menyediakan tunjangan bulanan bagi mahasiswa internasional berbakat dari berbagai disiplin ilmu. Pendanaan umumnya diberikan selama masa studi standar dan bisa diperpanjang satu semester.
Persyaratan
Pelamar perlu menunjukkan prestasi akademik, potensi karier, serta keterlibatan yang sejalan dengan nilai yayasan, seperti keberlanjutan, demokrasi, HAM, keadilan, dan ekologi.
Jadwal Pendaftaran
Jadwal pendaftaran Heinrich Böll Foundation dibuka dua kali setahun, yaitu biasanya pada 1 Maret dan 1 September.
Konrad Adenauer Stiftung
Cakupan Beasiswa
Konrad Adenauer Stiftung atau KAS juga menyediakan pendanaan bagi mahasiswa internasional dengan prestasi akademik tinggi. Program ini dapat menjadi alternatif bagi calon mahasiswa yang mencari dukungan finansial selama kuliah di Jerman.
Persyaratan
Pelamar umumnya perlu memiliki pencapaian akademik yang baik, aktif dalam kegiatan sosial atau politik, serta memiliki nilai yang sejalan dengan visi yayasan. Kemampuan bahasa Jerman juga perlu dipersiapkan dengan serius.
Jadwal Pendaftaran
Jadwal pendaftaran KAS mengikuti periode seleksi dari yayasan. Calon pelamar disarankan untuk mengecek informasi terbaru melalui laman resmi program.
Erasmus+ (untuk exchange)
Cakupan Beasiswa
Erasmus+ dapat menjadi pilihan untuk mahasiswa yang ingin mengikuti program exchange di Eropa, termasuk Jerman. Program ini tidak selalu ditujukan untuk studi S1 penuh dari awal sampai lulus, tetapi bisa menjadi kesempatan pendanaan untuk pengalaman akademik jangka pendek.
Persyaratan
Persyaratan Erasmus+ biasanya bergantung pada kerja sama antara universitas asal dan universitas tujuan. Mahasiswa perlu memastikan apakah kampusnya memiliki kemitraan aktif dengan institusi di Jerman atau Eropa.
Jadwal Pendaftaran
Jadwal pendaftaran Erasmus+ mengikuti kebijakan universitas dan program kerja sama yang tersedia. Karena itu, mahasiswa perlu menghubungi kantor internasional di kampus masing-masing.
Tertarik dengan program beasiswa s1 daad dan ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan konsultan expert? Schoters bisa bantu kamu mulai dari persiapan memilih universitas, beasiswa, persyaratan dokumen hingga interview. Silakan klik tombol “Konsultasi Kuliah di Luar Negeri” di bawah ini dan kamu bisa bebas tanya apapun 👇
Apakah Kuliah S1 di Jerman Gratis?
Universitas Negeri Jerman Umumnya Bebas Tuition Fee
Sebagian besar universitas negeri di Jerman tidak membebankan tuition fee untuk program sarjana. Dalam dokumen sumber, disebutkan bahwa 15 dari 16 negara bagian di Jerman membebaskan biaya kuliah di universitas negeri untuk semua jenjang, termasuk mahasiswa internasional. Pengecualiannya adalah Baden-Württemberg yang dapat mengenakan biaya €1.500 per semester untuk mahasiswa non-Uni Eropa.
Kebijakan inilah yang membuat kebutuhan beasiswa S1 Jerman sedikit berbeda dengan negara lain. Karena biaya kuliah di banyak kampus negeri sudah sangat rendah, pendanaan seperti DAAD umumnya lebih difokuskan untuk jenjang pascasarjana, riset, atau program persiapan tertentu.
Semester Contribution
Walaupun bebas tuition fee, mahasiswa tetap perlu membayar semester contribution atau Semesterbeitrag. Biaya ini bukan uang kuliah, melainkan biaya administrasi semester yang biasanya digunakan untuk fasilitas kampus dan layanan mahasiswa.
Besaran semester contribution umumnya sekitar €150–€350 per semester. Dalam beberapa universitas, biaya ini juga sudah mencakup Semesterticket, yaitu tiket transportasi umum yang dapat digunakan mahasiswa selama satu semester.
Biaya Hidup Mahasiswa di Jerman
Selain biaya administrasi kampus, mahasiswa juga perlu mempersiapkan biaya hidup selama tinggal di Jerman. Berdasarkan regulasi visa pelajar Jerman, mahasiswa membutuhkan dana sekitar €992/bulan atau €11,904/tahun untuk memenuhi kebutuhan hidup.
| Komponen | Estimasi |
| Akomodasi | €300–€500/bulan |
| Makan | €150–€250 per bulan |
| Transportasi | Umumnya di-cover Semesterticket |
| Asuransi | €110–€120 per bulan |
Persyaratan Kuliah S1 di Jerman untuk Lulusan SMA Indonesia
Apakah Lulusan SMA Indonesia Bisa Langsung Kuliah di Jerman?
Secara umum, lulusan SMA Indonesia tidak bisa langsung masuk ke program S1 reguler di universitas Jerman. Penyebabnya, ijazah SMA Indonesia dengan masa pendidikan 12 tahun belum disetarakan langsung dengan Abitur, yaitu ijazah kelulusan sekolah menengah di Jerman.
Karena itu, lulusan SMA Indonesia biasanya perlu mengikuti Studienkolleg terlebih dahulu sebelum mendaftar ke universitas.
Apa Itu Studienkolleg?
Studienkolleg adalah program persiapan selama satu tahun atau dua semester yang berfungsi sebagai kelas matrikulasi dan penyetaraan sebelum mahasiswa internasional masuk ke universitas Jerman. Program ini membantu calon mahasiswa menyesuaikan kemampuan akademik, bahasa, serta pemahaman bidang studi yang akan diambil.
Di akhir program Studienkolleg, peserta harus mengikuti ujian kelulusan bernama Feststellungsprüfung atau FSP. Nilai FSP kemudian dapat digabungkan dengan nilai ijazah SMA untuk mendaftar ke universitas di Jerman.
Jalur Alternatif Selain Studienkolleg
Selain melalui Studienkolleg, terdapat beberapa jalur alternatif yang bisa membuat calon mahasiswa memenuhi syarat masuk universitas Jerman. Misalnya, memiliki ijazah internasional seperti IB Diploma atau A-Level dengan kombinasi mata pelajaran tertentu.
Jalur lainnya adalah sudah menempuh kuliah minimal dua tahun atau empat semester di universitas Indonesia yang diakui dalam basis data Anabin Jerman, dengan jurusan yang linear.
Tahapan Masuk Studienkolleg

1. Riset Studienkolleg Tujuan
Langkah pertama adalah mencari tahu Studienkolleg yang sesuai dengan jurusan dan universitas tujuanmu. Setiap program dapat memiliki syarat, jalur, dan jenis kursus yang berbeda, sehingga riset awal penting dilakukan sejak jauh hari.
2. Siapkan Dokumen Pendaftaran
- Ijazah
- Transkrip nilai
- Paspor
- Sertifikat bahasa
Perlu dicatat bahwa dokumen akademik biasanya perlu diterjemahkan ke bahasa Jerman atau Inggris sesuai ketentuan kampus.
3. Penuhi Persyaratan Bahasa Jerman
Banyak Studienkolleg meminta kemampuan bahasa Jerman minimal B1–B2. Karena itu, persiapan bahasa perlu dimulai sejak awal agar kamu bisa mengikuti proses seleksi dengan lebih siap.
4. Kirim Aplikasi
Pendaftaran Studienkolleg dapat dilakukan melalui Uni-Assist atau langsung ke universitas terkait. Uni-Assist merupakan portal pemrosesan aplikasi mahasiswa internasional yang digunakan banyak kampus di Jerman.
5. Mengikuti Tes Masuk (Aufnahmeprüfung)
Calon peserta biasanya perlu mengikuti Aufnahmeprüfung atau tes masuk Studienkolleg. Materi tes dapat mencakup matematika, bahasa Jerman, dan materi sesuai jurusan yang dituju.
6. Mendapatkan Surat Penerimaan (Zulassung)
Jika lolos seleksi, kamu akan mendapatkan Zulassung atau surat penerimaan. Dokumen ini menjadi salah satu syarat penting untuk proses administrasi berikutnya.
7. Mengurus Visa
Setelah memperoleh Zulassung, kamu dapat mulai mengurus visa pelajar ke Kedutaan Besar Jerman. Salah satu syarat pentingnya adalah bukti dana melalui Blocked Account sesuai kebutuhan biaya hidup satu tahun.
8. Mengikuti Studienkolleg
Setelah tiba di Jerman, kamu akan mengikuti Studienkolleg selama sekitar satu tahun. Pada tahap ini, kamu akan belajar materi akademik sesuai bidang yang akan diambil di universitas.
9. Mengikuti Feststellungsprüfung
Di akhir Studienkolleg, kamu harus mengikuti Feststellungsprüfung. Hasil ujian ini akan menjadi salah satu dasar untuk mendaftar ke universitas Jerman.
10. Mendaftar ke Universitas Jerman
Setelah lulus Feststellungsprüfung, kamu bisa melanjutkan proses pendaftaran ke universitas tujuan di Jerman sesuai jurusan dan persyaratan kampus masing-masing.
Baca Juga: 3 Beasiswa Jerman S1 yang Wajib Dicoba
Persyaratan Bahasa untuk Kuliah S1 di Jerman
Program Berbahasa Jerman
- Kemampuan bahasa di level B2–C1
- TestDaF
- DSH
- Goethe-Zertifikat
Jika kamu akan masuk Studienkolleg, banyak program meminta kemampuan bahasa Jerman minimal B1–B2. Namun, syarat ini tetap bisa berbeda tergantung institusi tujuan.
Program International Bachelor
- IELTS minimal 6.0–6.5
- TOEFL minimal 80–90
Dokumen yang Harus Disiapkan
- Paspor
- Ijazah dan Transkrip SMA
- Sertifikat Bahasa
- Motivation Letter
- Curriculum Vitae
- Surat Rekomendasi
- Portofolio (jika diperlukan)
Cara Daftar Kuliah S1 di Jerman
Setelah memahami peluang beasiswa, biaya kuliah, dan syarat akademiknya, langkah berikutnya adalah mengetahui alur pendaftaran kuliah S1 di Jerman. Proses ini perlu dipersiapkan secara bertahap karena melibatkan riset jurusan, penyetaraan dokumen, sertifikat bahasa, hingga pengurusan visa.
1. Riset Universitas dan Program Studi
Mulailah dengan mencari universitas dan program studi yang sesuai dengan minat serta rencana kariermu. Pastikan kamu memeriksa bahasa pengantar, syarat masuk, biaya semester, serta apakah program tersebut menerima mahasiswa internasional.
2. Cek Kelayakan Ijazah
Sebelum mendaftar, cek apakah ijazahmu memenuhi syarat masuk universitas Jerman. Untuk lulusan SMA Indonesia, biasanya dibutuhkan jalur Studienkolleg atau alternatif lain seperti IB Diploma, A-Level, atau pengalaman kuliah dua tahun di universitas Indonesia yang diakui.
3. Ikuti Studienkolleg (Jika Diperlukan)
Jika ijazah SMA belum memenuhi syarat masuk langsung, kamu perlu mengikuti Studienkolleg. Program ini membantu menyetarakan kualifikasi akademik sebelum masuk ke universitas Jerman.
4. Persiapkan Sertifikat Bahasa
Siapkan sertifikat bahasa sesuai program tujuan. Untuk program berbahasa Jerman, kamu dapat menyiapkan TestDaF, DSH, atau Goethe-Zertifikat. Untuk program berbahasa Inggris, kamu dapat menyiapkan IELTS atau TOEFL.
5. Daftar Melalui Uni-Assist atau Universitas
Sebagian besar kampus di Jerman menggunakan Uni-Assist untuk memproses aplikasi mahasiswa internasional. Namun, ada juga universitas yang membuka pendaftaran langsung melalui portal kampus masing-masing.
6. Dapatkan Letter of Acceptance (Zulassung)
Setelah aplikasi diterima, kamu akan memperoleh Letter of Acceptance atau Zulassung. Dokumen ini menjadi bukti bahwa kamu diterima di program tujuan dan dapat digunakan untuk proses visa.
7. Mengurus Visa Pelajar
Tahap berikutnya adalah mengurus visa pelajar. Dalam proses ini, kamu biasanya perlu menyiapkan dokumen penerimaan, paspor, bukti dana melalui Blocked Account, asuransi kesehatan, dan dokumen pendukung lain sesuai ketentuan Kedutaan Besar Jerman.
8. Berangkat ke Jerman
Setelah visa disetujui, kamu bisa mempersiapkan keberangkatan ke Jerman. Pada tahap ini, pastikan kamu sudah mengurus akomodasi, jadwal kedatangan, dokumen penting, serta kebutuhan awal selama tinggal di Jerman.
FAQ Beasiswa DAAD S1
Apakah DAAD menyediakan beasiswa S1 penuh?
Tidak. DAAD tidak menyediakan beasiswa penuh individu untuk program Bachelor atau S1 reguler bagi mahasiswa internasional. Namun, pelajar SMA dan mahasiswa S1 tetap bisa mengikuti program tertentu seperti Studienbrücke serta University Summer Courses atau University Winter Courses.
Apakah kuliah S1 di Jerman gratis?
Sebagian besar universitas negeri di Jerman bebas tuition fee, termasuk untuk mahasiswa internasional. Namun, mahasiswa tetap perlu membayar semester contribution dan menyiapkan biaya hidup bulanan selama tinggal di Jerman.
Apakah harus mengikuti Studienkolleg untuk kuliah di Jerman?
Bagi lulusan SMA Indonesia, umumnya ya. Ijazah SMA Indonesia biasanya belum setara langsung dengan Abitur, sehingga calon mahasiswa perlu mengikuti Studienkolleg selama satu tahun sebelum mendaftar ke universitas.
Berapa level bahasa Jerman yang dibutuhkan?
Untuk masuk Studienkolleg, banyak institusi meminta kemampuan bahasa Jerman minimal B1–B2. Sementara itu, program S1 berbahasa Jerman biasanya membutuhkan level B2–C1 dengan sertifikat seperti TestDaF, DSH, atau Goethe-Zertifikat.
Apa perbedaan Studienbrücke dan Studienkolleg?
Studienbrücke adalah program persiapan kerja sama DAAD dan Goethe-Institut untuk siswa SMA berprestasi, terutama di bidang STEM dan ekonomi. Sementara itu, Studienkolleg adalah program penyetaraan akademik selama satu tahun yang biasanya perlu diikuti lulusan SMA Indonesia sebelum masuk universitas Jerman.
Kapan pendaftaran Studienbrücke dibuka?
Jadwal pendaftaran Studienbrücke dapat berubah setiap tahun. Calon peserta perlu mengecek informasi terbaru melalui laman resmi Goethe-Institut Indonesia.
Apakah ada beasiswa fully funded S1 di Jerman?
Ada beberapa alternatif selain DAAD yang dapat dipertimbangkan, seperti SBW Berlin Scholarship, Deutschlandstipendium, Friedrich Ebert Stiftung, Heinrich Böll Foundation, Konrad Adenauer Stiftung, dan Erasmus+ untuk program exchange. Namun, cakupan, persyaratan, dan jadwal tiap program dapat berbeda.
Bingung mau kuliah di luar negeri mulai dari mana? Jangan khawatir, ada Study Abroad Academy!
Schoters menyediakan program Study Abroad Academy buat kamu yang mau dibimbing untuk kuliah di luar negeri. Hingga saat ini, Study Abroad Academy telah berhasil membantu ribuan siswa memperoleh beasiswa di 400+ universitas di 46 negara.
Fasilitas yang akan kamu dapatkan di program ini antara lain:
- Video call 1-on-1 dengan mentor.
- Akses 200+ video & modul pembelajaran.
- Sesi Q&A dengan fasilitator.
- Rekomendasi personal beasiswa.
- Review Dokumen (esai, resume, motivation letter, dan lainnya) oleh mentor.
Yuk, segera daftarkan dirimu di Study Abroad Academy dan dapatkan bimbingan eksklusif kuliah di luar negeri bersama mentor-mentor berpengalaman!
Referensi:
https://www.daad-indonesia.org/
https://www.goethe.de/ins/id/en/spr/kur/stu.html
https://indonesia.fes.de/about-us/scholarship-programme-internships.html
https://sbw.berlin/en/scholarships
![[Schoters] Form Konsultasi Harvester](https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/cta/0ff6f3b0-bdd6-48dc-8774-2abb07663c93.png)


