Persyaratan dan Tahapan Seleksi Beasiswa Erasmus Mundus
Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM) adalah program master internasional yang dijalankan oleh konsorsium perguruan tinggi di beberapa negara. Pelamar dari seluruh dunia dapat mendaftar, tetapi persyaratan, dokumen, deadline, tahapan seleksi, dan ketersediaan beasiswa berbeda di setiap program. Secara umum, prosesnya mencakup pengecekan eligibility, pengiriman dokumen ke konsorsium, seleksi administrasi, penilaian akademik, serta interview jika diwajibkan
Bayangkan bisa menempuh kuliah S2 di beberapa universitas di Eropa, merasakan pengalaman belajar lintas negara, sekaligus berkesempatan mendapatkan beasiswa penuh. Kesempatan inilah yang membuat Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM) menjadi salah satu program beasiswa paling menarik bagi calon mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.
Namun, untuk mendapatkan kesempatan tersebut, kamu perlu memahami persyaratan dan tahapan seleksi Beasiswa Erasmus Mundus dengan baik. Secara umum, pelamar perlu memiliki gelar bachelor atau kualifikasi setara, latar belakang akademik yang relevan, kemampuan bahasa, serta dokumen aplikasi sesuai ketentuan program. Proses seleksinya dapat mencakup pemeriksaan eligibility, penilaian berkas dan rekam akademik, interview atau assessment, hingga pemeringkatan dan pengumuman hasil.
Setiap consortium memiliki persyaratan, skor minimum, deadline, dan mekanisme seleksi yang berbeda. Karena itu, yuk pahami seluruh tahapannya agar persiapan aplikasimu lebih terarah dan tidak ada dokumen penting yang terlewat!
| Komponen | Ringkasan |
| Jenjang | Master atau S2 |
| Pelamar | Kandidat dari seluruh dunia |
| Syarat dasar | Memiliki bachelor degree atau sedang berada di tahun terakhir dan lulus sebelum program dimulai |
| Pendaftaran | Langsung ke institusi atau konsorsium program |
| Seleksi | Seleksi dokumen, penilaian akademik, dan interview atau assessment jika diperlukan |
| Deadline umum | Sebagian besar program membuka aplikasi sekitar Oktober–Januari |
| Beasiswa | Hanya sebagian program yang menyediakan Erasmus Mundus scholarship |
Apa Itu Erasmus Mundus Joint Masters?
Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM) adalah program master internasional yang dirancang dan dijalankan bersama oleh consortium perguruan tinggi. Menurut situs resmi Erasmus+, sebuah EMJM melibatkan sedikitnya tiga institusi dari tiga negara berbeda. Programnya biasanya menggabungkan perkuliahan, riset, traineeship, persiapan tesis, dan sidang dalam satu kurikulum terintegrasi.
Durasi EMJM umumnya satu hingga dua tahun akademik, setara dengan 60, 90, atau 120 ECTS. Struktur mobilitasnya berbeda menurut program, tetapi ketentuan Erasmus+ mewajibkan setidaknya dua periode studi fisik di dua negara. Karena itu, perjalanan akademik peserta dapat berlangsung di beberapa kampus di Eropa maupun negara mitra, sesuai mobility track yang ditawarkan consortium.
Setelah menyelesaikan studi, mahasiswa dapat memperoleh joint degree atau multiple degrees. Joint degree berarti satu sertifikat gelar yang diterbitkan bersama atas nama setidaknya dua institusi. Sementara itu, multiple degrees berarti dua atau lebih sertifikat gelar yang diterbitkan oleh institusi berbeda dalam consortium. Jenis gelar dan universitas penerbitnya harus diperiksa pada halaman program dan student agreement.
Apakah Erasmus Mundus Sama dengan Erasmus+?
Tidak sama, tetapi saling berkaitan. Erasmus+ merupakan program payung Uni Eropa yang mendukung pendidikan, pelatihan, kepemudaan, dan olahraga. Erasmus Mundus Joint Masters adalah salah satu skema studi master internasional di bawah payung tersebut.
Artinya, tidak semua kesempatan Erasmus+ berbentuk program S2 atau beasiswa gelar. Jika tujuanmu adalah kuliah master lintas negara, gunakan istilah resmi Erasmus Mundus Joint Masters dan telusuri program melalui Erasmus Mundus Catalogue. Istilah Erasmus Mundus Joint Master Degree atau EMJMD masih mungkin ditemukan pada artikel maupun program lama, tetapi nomenklatur yang digunakan saat ini adalah EMJM.
Apakah Semua Program Erasmus Mundus Menyediakan Beasiswa?
Tidak. Banyak EMJM menawarkan beasiswa penuh kepada kandidat dengan peringkat terbaik, tetapi keberadaan sebuah program di katalog tidak otomatis berarti beasiswa Erasmus Mundus tersedia untuk intake yang sedang dibuka. EACEA menjelaskan bahwa sebagian program dalam katalog mungkin sudah mendekati akhir periode pendanaan atau hanya memperoleh izin sementara untuk tetap menggunakan nama Erasmus Mundus.
Jika tersedia, Erasmus Mundus scholarship dapat menanggung biaya partisipasi serta memberikan kontribusi untuk perjalanan, visa, dan biaya hidup. Namun, cakupan, jumlah award, intake yang didanai, dan cara mengajukan beasiswa tetap harus dicek pada bagian funding atau scholarship di website resmi program. Gunakan Erasmus Mundus Catalogue untuk menemukan program, lalu lanjutkan ke situs consortium sebagai sumber keputusan.
Siapa yang Bisa Mendaftar Beasiswa Erasmus Mundus?
Secara umum, pelamar dari seluruh dunia dapat mendaftar EMJM. Kandidat harus memiliki bachelor degree atau gelar setara yang diakui menurut aturan nasional dan praktik di negara tempat gelar tersebut diterbitkan. Mahasiswa tingkat akhir juga dapat mendaftar berdasarkan ketentuan umum Erasmus+, asalkan menyelesaikan studi S1 sebelum program master dimulai.
Meski demikian, memenuhi syarat dasar belum tentu membuat seseorang eligible untuk setiap program. Consortium dapat mensyaratkan bidang studi tertentu, jumlah kredit pada mata kuliah prasyarat, standar akademik, pengalaman riset atau kerja, serta bukti kemampuan bahasa. Beberapa program juga menerapkan tenggat kelulusan atau dokumen pengganti yang lebih spesifik untuk mahasiswa tingkat akhir.
Sebagai catatan, status mahasiswa tingkat akhir tidak otomatis membuatmu diterima atau memenuhi syarat beasiswa. Pastikan kamu dapat menunjukkan transkrip terbaru, surat keterangan aktif atau estimasi kelulusan jika diminta, serta menyerahkan bukti kelulusan sebelum batas waktu yang ditetapkan program.
Baca Juga: Rekomendasi Beasiswa S2 Eropa serta Jadwal & Syaratnya
Apa Saja Persyaratan Beasiswa Erasmus Mundus?

Tidak ada satu checklist persyaratan yang berlaku untuk semua EMJM. Setiap website program wajib menjadi rujukan utama karena di sanalah consortium menjelaskan entry requirements, dokumen aplikasi, prosedur seleksi, ketersediaan beasiswa, dan deadline untuk intake tertentu.
1. Gelar Bachelor atau Gelar Setara
Pelamar perlu telah menyelesaikan pendidikan S1 atau bachelor, atau menunjukkan tingkat pembelajaran setara yang diakui secara resmi. Gelar tersebut juga harus memberikan akses ke pendidikan master menurut ketentuan negara penerbitnya. Karena sistem pendidikan berbeda-beda, beberapa consortium dapat meminta penjelasan mengenai durasi studi, total kredit, grading scale, atau pengakuan institusi asal.
Mahasiswa tingkat akhir biasanya dapat menggunakan transkrip terbaru dan surat resmi yang menyatakan estimasi kelulusan apabila program mengizinkannya. Batas akhirnya bukan selalu hari penutupan aplikasi; ada program yang meminta gelar sudah selesai saat melamar beasiswa, sementara program lain menerima kelulusan sebelum perkuliahan dimulai. Ikuti ketentuan yang tertulis pada intake pilihanmu.
2. Latar Belakang Akademik yang Sesuai
Kesesuaian akademik tidak hanya dinilai dari nama jurusan. Consortium dapat memeriksa mata kuliah yang pernah diambil, jumlah kredit, kemampuan metodologis, serta pengalaman yang relevan dengan fokus program. Untuk bidang tertentu, pengalaman riset, kerja profesional, organisasi, proyek, portofolio, atau kemampuan teknis juga dapat menjadi bukti kesiapan studi.
Contohnya, halaman admisi resmi EPOG-JM meminta bukti kredit tertentu dalam ekonomi serta statistik atau ekonometrika. Contoh ini menunjukkan mengapa pelamar perlu membaca prasyarat mata kuliah, bukan sekadar menyimpulkan eligibility dari gelar S1. Batas IPK maupun standar akademik juga ditetapkan per program; tidak ada satu angka IPK universal untuk seluruh EMJM.
3. Kemampuan Bahasa
Bahasa pengantar EMJM dapat berupa bahasa Inggris, bahasa lain, atau kombinasi beberapa bahasa sesuai mobility track. Masing-masing program menentukan jenis tes yang diterima, skor minimum, masa berlaku sertifikat, cara mengirim hasil, dan kondisi pengecualian. Karena itu, anggapan bahwa semua Erasmus Mundus wajib IELTS dengan skor yang sama adalah keliru.
IELTS Academic, TOEFL iBT, Cambridge English, PTE Academic, sertifikat medium of instruction, atau bukti lain dapat diterima oleh program tertentu. Namun, pilihan tes dan pengecualiannya tidak seragam. Sebagai contoh, EPOG-JM menerima beberapa jenis tes dan dapat mempertimbangkan bukti bahwa pendidikan tinggi sebelumnya sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris, sedangkan program lain dapat membatasi negara, format, atau usia sertifikat yang memenuhi syarat.
4. Dokumen Aplikasi
Dokumen perlu menunjukkan tiga hal: kamu memenuhi persyaratan formal, siap mengikuti program secara akademik, dan memiliki alasan yang kuat untuk dipertimbangkan. Berikut dokumen yang umum diminta dalam aplikasi EMJM.
| Dokumen | Fungsi | Catatan |
| Ijazah atau surat keterangan lulus | Membuktikan kualifikasi akademik | Mahasiswa tingkat akhir dapat memakai dokumen pengganti jika diizinkan |
| Transkrip akademik | Menunjukkan performa dan mata kuliah yang telah ditempuh | Format dan terjemahan mengikuti ketentuan program |
| Curriculum vitae | Merangkum pendidikan, pengalaman, prestasi, dan aktivitas relevan | Gunakan format yang mudah dibaca |
| Motivation letter | Menjelaskan alasan memilih program, kesiapan, dan tujuan studi | Harus disesuaikan dengan konsorsium yang dituju |
| Surat rekomendasi | Memberikan penilaian dari dosen atau profesional | Jumlah dan format berbeda tiap program |
| Sertifikat kemampuan bahasa | Membuktikan kemampuan bahasa pengantar | Cek skor minimum dan masa berlaku |
| Paspor atau identitas | Memverifikasi identitas pelamar | Pastikan nama konsisten dengan dokumen lain |
| Portofolio atau bukti pengalaman | Mendukung bidang kreatif, riset, profesional, atau teknis | Hanya jika diminta program |
| Dokumen tambahan | Memenuhi kebutuhan khusus program | Dapat berupa research proposal, writing sample, atau bukti pengalaman kerja |
| Terjemahan resmi | Memastikan dokumen dapat diverifikasi | Cek apakah diperlukan penerjemah tersumpah atau legalisasi |
Tabel di atas adalah daftar daftar dokumen yang umum diminta, bukan checklist universal. Ikuti nama dokumen, bahasa, format file, batas ukuran, cara penamaan, dan metode pengiriman yang tercantum pada portal resmi program.
5. Persyaratan Khusus untuk Beasiswa
Mekanisme aplikasi admission dan scholarship dapat berbeda. Sebagian program memakai satu formulir yang sekaligus mempertimbangkan kandidat untuk admission dan Erasmus Mundus scholarship. Program lain dapat meminta pelamar mencentang opsi pendanaan, mengisi bagian tambahan, mengunggah dokumen khusus, atau mematuhi deadline beasiswa yang lebih awal daripada deadline admission.
Periksa dengan teliti status pendanaan program, jumlah intake yang masih memperoleh beasiswa, kategori pelamar, kuota, dan kriteria pemeringkatannya. Jangan berasumsi bahwa memperoleh offer admission berarti otomatis memperoleh scholarship; hasil admission, scholarship award, reserve list, dan self-funded offer dapat disampaikan secara terpisah.
Butuh Bantuan Memetakan Program Erasmus Mundus?
Setiap konsorsium Erasmus Mundus memiliki persyaratan, dokumen, deadline, dan proses seleksi yang berbeda. Schoters dapat membantu mengecek kecocokan profil, memilih program, menyiapkan motivation letter dan dokumen, serta mempersiapkan interview jika diwajibkan.
Klik tombol di bawah ini dan tanyakan apa saja 👇
Apakah Ada Batas Usia atau Syarat Kewarganegaraan?
Tidak ada satu batas usia universal yang dapat diterapkan pada seluruh EMJM. Halaman pusat Erasmus Mundus menerima mahasiswa master dari seluruh dunia, sehingga warga Indonesia dapat mendaftar selama memenuhi eligibility program. Namun, program tertentu tetap dapat menetapkan ketentuan tambahan terkait kewarganegaraan, domisili, status residensi, jalur mobilitas, atau kategori pendanaan.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan label pelamar Uni Eropa atau non-Uni Eropa. Baca definisi kategori yang dipakai consortium, terutama jika kategori tersebut memengaruhi kuota beasiswa, dokumen residensi, atau mobility track. Jika ada informasi yang tidak jelas, gunakan kontak resmi program sebelum mengirim aplikasi.
Apa Saja Tahapan Seleksi Beasiswa Erasmus Mundus?
Setelah aplikasi dikirim, berkas pelamar biasanya akan melalui beberapa tahap penilaian sebelum hasil akhir diumumkan. Prosesnya umumnya dimulai dari pemeriksaan eligibility dan kelengkapan dokumen, kemudian berlanjut ke penilaian akademik, interview atau assessment jika diperlukan, hingga pemeringkatan kandidat. Tabel berikut memberikan gambaran umum mengenai tahapan seleksi tersebut, sedangkan detail urutan, nama tahap, dokumen, dan metode penilaiannya akan mengikuti kebijakan masing-masing konsorsium.
| Tahapan | Proses | Output |
| 1. Memilih program | Mencari program di Erasmus Mundus Catalogue dan membuka website resminya | Daftar program yang relevan |
| 2. Mengecek eligibility | Membandingkan latar belakang, gelar, bahasa, pengalaman, dan kewarganegaraan dengan syarat program | Status memenuhi atau tidak memenuhi syarat |
| 3. Menyiapkan dokumen | Mengumpulkan ijazah, transkrip, CV, motivation letter, rekomendasi, sertifikat bahasa, dan dokumen tambahan | Berkas aplikasi lengkap |
| 4. Mengirim aplikasi | Submit langsung ke institusi atau konsorsium yang menjalankan program | Konfirmasi aplikasi atau nomor pendaftaran |
| 5. Seleksi administrasi | Konsorsium memeriksa kelengkapan, format, batas waktu, dan kesesuaian dokumen | Lolos atau tidak lolos administrasi |
| 6. Penilaian akademik | Tim menilai rekam akademik, kesesuaian bidang, motivasi, pengalaman, dan rekomendasi | Kandidat masuk tahap pemeringkatan |
| 7. Interview atau assessment | Dilaksanakan hanya jika diwajibkan oleh program | Hasil interview atau assessment |
| 8. Pemeringkatan kandidat | Konsorsium menyusun ranking berdasarkan kriteria dan kuota program | Kandidat terpilih, reserve list, atau tidak terpilih |
| 9. Pengumuman hasil | Program mengirim keputusan admission dan/atau scholarship | Offer, scholarship award, reserve list, atau rejection |
| 10. Konfirmasi dan enrollment | Kandidat terpilih menerima offer, memenuhi instruksi program, dan menyiapkan proses studi | Status enrollment dan persiapan keberangkatan |

Tahap 1: Memilih Program dari Erasmus Mundus Catalogue
Mulailah dari Erasmus Mundus Catalogue, kemudian buka website resmi setiap program yang masuk shortlist. Jangan berhenti pada nama atau topik program. Periksa universitas anggota consortium, negara lokasi studi, struktur mobilitas, durasi dan ECTS, jenis gelar, entry requirements, dokumen, biaya, serta status beasiswa untuk intake yang kamu incar.
Catat deadline admission dan scholarship secara terpisah. Pastikan pula link aplikasi mengarah ke portal institusi atau consortium yang resmi. Katalog berfungsi sebagai pintu pencarian, sedangkan keputusan aplikasi dibuat berdasarkan informasi di website program.
Tahap 2: Mengecek Kelayakan
Buat perbandingan sederhana antara profilmu dan persyaratan program. Cocokkan gelar dan jurusan, IPK atau standar akademik, mata kuliah prasyarat, pengalaman kerja atau riset, kemampuan bahasa, kewarganegaraan atau domisili, serta dokumen yang sudah tersedia. Untuk mahasiswa tingkat akhir, tambahkan tanggal estimasi lulus dan tenggat penyerahan ijazah.
Jika ada satu syarat wajib yang belum terpenuhi, cari tahu apakah program menyediakan alternatif resmi. Jangan menganggap pengalaman kerja dapat menggantikan mata kuliah prasyarat atau bahwa medium of instruction selalu menggantikan tes bahasa, kecuali website program menyatakannya.
Tahap 3: Seleksi Dokumen
Pada seleksi administrasi, tim biasanya memeriksa kelengkapan, keterbacaan, keaslian, konsistensi nama dan data, format file, serta ketepatan waktu pengiriman. Dokumen yang benar tetapi diunggah pada kolom yang salah, tidak diterjemahkan sesuai aturan, atau dikirim setelah deadline tetap dapat membuat aplikasi tidak diproses.
Sesudah lolos pemeriksaan dasar, berkas seperti transkrip, CV, motivation letter, recommendation letter, language certificate, dan bukti pengalaman menjadi dasar untuk menilai kecocokan kandidat. Karena itu, semua dokumen sebaiknya saling mendukung dan menceritakan profil yang konsisten, bukan sekadar lengkap secara administratif.
Tahap 4: Seleksi Akademik dan Substansi
Consortium dapat menilai prestasi akademik, relevansi pengalaman, alasan memilih bidang studi, tujuan karier, kualitas rekomendasi, dan kesiapan mengikuti struktur multikampus. Motivation letter yang kuat perlu menunjukkan hubungan konkret antara latar belakangmu, kurikulum program, mobility track, serta kontribusi yang ingin kamu bawa selama dan setelah studi.
Sebagian program mempublikasikan rubrik atau bobot penilaian, sedangkan yang lain hanya menjelaskan kriterianya. Jangan menebak passing grade atau menganggap bobot dari satu EMJM berlaku untuk program lain. Jika rubrik tersedia, gunakan sebagai panduan untuk menentukan bukti apa yang perlu ditonjolkan dalam dokumen.
Tahap 5: Interview atau Assessment Tambahan
Tidak semua EMJM memiliki interview. Jika diwajibkan oleh program, tahap tambahan dapat berupa wawancara daring, tes tertulis, presentasi, video, atau assessment lain. Media, durasi, jumlah pewawancara, dan topiknya ditentukan oleh consortium.
Beberapa program secara terbuka memasukkan interview ke dalam prosesnya. EPOG-JM mengadakan wawancara video untuk kandidat preselected, sedangkan ILSPSD mencantumkan interview bagi kandidat shortlist dalam timetable 2027. Bila menerima undangan, siapkan alasan memilih program, pengalaman relevan, tujuan studi, kesiapan mobilitas, dan rencana setelah lulus.
Apa yang Dinilai dalam Seleksi Erasmus Mundus?
Seleksi Erasmus Mundus tidak hanya mencari kandidat dengan nilai tertinggi. Tim juga menilai apakah rekam jejak, motivasi, kemampuan bahasa, dan tujuan pelamar sesuai dengan program yang dipilih. Tabel berikut merangkum aspek yang umum ditemukan pada proses seleksi.
| Aspek Penilaian | Hal yang Perlu Ditunjukkan Pelamar |
| Kesiapan akademik | Nilai, mata kuliah, prestasi, dan kemampuan mengikuti studi master |
| Kesesuaian program | Hubungan antara latar belakang, minat, dan fokus program |
| Motivation letter | Alasan yang spesifik dan relevan, bukan narasi umum |
| Pengalaman | Riset, kerja, organisasi, proyek, atau kontribusi yang mendukung aplikasi |
| Kemampuan bahasa | Bukti kemampuan mengikuti perkuliahan dan mobilitas akademik |
| Surat rekomendasi | Penilaian konkret mengenai kemampuan dan potensi pelamar |
| Kesiapan internasional | Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan multikampus dan multibudaya |
| Potensi kontribusi | Tujuan akademik atau profesional setelah menyelesaikan program |
Kriteria, definisi, dan bobotnya dapat berbeda di setiap consortium. Gunakan tabel ini untuk audit awal dokumen, lalu sesuaikan prioritasnya dengan rubrik resmi program.
Baca Juga: Contoh Motivation Letter Beasiswa Bahasa Inggris yang Benar!
Kapan Pendaftaran Erasmus Mundus Dibuka dan Berapa Lama Seleksinya?
Erasmus Mundus Catalogue diperbarui setiap tahun, dan menurut panduan resmi Erasmus+, sebagian besar program menerima aplikasi sekitar Oktober hingga Januari untuk tahun akademik berikutnya. Untuk entry 2027, European Commission mengumumkan bahwa 37 EMJM baru hasil seleksi 2026 akan ditambahkan ke katalog dan mulai membuka aplikasi pada musim gugur 2026 untuk perkuliahan yang dimulai September 2027.
Periode Oktober-Januari hanyalah pola umum, bukan satu deadline bersama. Scholarship dan admission dapat mempunyai tanggal penutupan berbeda, terutama apabila program masih menerima kandidat self-funded setelah kompetisi beasiswa berakhir. Jadwal interview, pemeringkatan, reserve list, dan pengumuman juga ditentukan oleh masing-masing consortium.
Sebagai contoh yang relevan untuk entry 2027, ILSPSD membuka portal pada 1 Oktober 2026, menutup aplikasi scholarship pada 4 Januari 2027, dan masih menerima aplikasi self-funded hingga 31 Maret 2027. Sementara itu, EPOG-JM menetapkan deadline cohort 2027-2029 pada 29 Januari 2027 pukul 13.00 waktu Paris. Contoh tersebut menunjukkan pentingnya mencatat tanggal, jam, dan zona waktu persis dari program yang kamu pilih.
Lama seleksi juga tidak seragam. Setelah deadline, consortium dapat membutuhkan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk memeriksa eligibility, menilai berkas, mengadakan interview jika diperlukan, menyusun main list dan reserve list, lalu mengirim hasil. Pantau portal dan email, termasuk folder spam, selama periode yang disebutkan program.
| Waktu Persiapan | Aktivitas |
| 12–18 bulan sebelum intake | Menentukan bidang studi, mencari program, dan memetakan persyaratan |
| 9–12 bulan sebelum intake | Mengikuti tes bahasa dan mulai menghubungi pemberi rekomendasi |
| 6–9 bulan sebelum intake | Menyusun CV, motivation letter, transkrip, dan dokumen tambahan |
| Oktober–Januari secara umum | Mengirim aplikasi sesuai deadline program |
| Setelah deadline | Menunggu seleksi administrasi, akademik, interview, dan pemeringkatan sesuai jadwal konsorsium |
| Setelah menerima hasil | Mengonfirmasi offer, melengkapi enrollment, visa, dan persiapan keberangkatan |
Checklist Sebelum Mengirim Aplikasi
Gunakan checklist ini sebagai pemeriksaan terakhir. Jika satu butir belum selesai, cek kembali portal program sebelum menekan tombol submit.
- Sudah membaca website resmi program.
- Sudah memeriksa entry requirements.
- Sudah memastikan program menyediakan scholarship.
- Sudah mencatat deadline admission dan scholarship.
- Gelar atau status kelulusan sesuai ketentuan.
- Transkrip dan dokumen akademik sudah diterjemahkan jika diperlukan.
- Sertifikat bahasa masih berlaku.
- Motivation letter dibuat khusus untuk program.
- CV memuat pengalaman paling relevan.
- Pemberi rekomendasi sudah mengetahui deadline.
- Semua file menggunakan format dan nama yang diminta.
- Data pada formulir konsisten dengan paspor dan dokumen akademik.
- Aplikasi dikirim sebelum batas waktu.
- Bukti submit dan email konfirmasi sudah disimpan.
Siapkan Aplikasi Erasmus Mundus dengan Lebih Terarah
Persyaratan dan tahapan seleksi Erasmus Mundus berbeda di setiap konsorsium. Schoters dapat membantu kamu memetakan program, mengecek eligibility, menyiapkan dokumen, menyusun motivation letter, dan mempersiapkan interview sesuai kebutuhan.
Schoters menyediakan program Study Abroad Academy buat kamu yang mau dibimbing untuk kuliah di luar negeri. Hingga saat ini, Study Abroad Academy telah berhasil membantu ribuan siswa memperoleh beasiswa di 400+ universitas di 46 negara.
Fasilitas yang akan kamu dapatkan di program ini antara lain:
- Video call 1-on-1 dengan mentor.
- Akses 200+ video & modul pembelajaran.
- Sesi Q&A dengan fasilitator.
- Rekomendasi personal beasiswa.
- Review Dokumen (esai, resume, motivation letter, dan lainnya) oleh mentor.
Yuk, segera daftarkan dirimu di Study Abroad Academy dan dapatkan bimbingan eksklusif kuliah di luar negeri bersama mentor-mentor berpengalaman!
FAQ
Apa saja persyaratan utama Beasiswa Erasmus Mundus?
Pelamar umumnya harus memiliki gelar bachelor atau sedang berada di tahun terakhir dan lulus sebelum program master dimulai. Persyaratan bidang studi, nilai, bahasa, pengalaman, dan dokumen tambahan ditentukan oleh masing-masing konsorsium.
Apakah mahasiswa tingkat akhir bisa mendaftar Erasmus Mundus?
Bisa, selama mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan bachelor degree sebelum program master dimulai. Bukti status mahasiswa tingkat akhir dan batas waktu kelulusan harus mengikuti ketentuan program.
Apakah Beasiswa Erasmus Mundus wajib IELTS?
Tidak ada satu skor IELTS yang berlaku untuk semua program. Setiap konsorsium menentukan tes bahasa yang diterima, skor minimum, masa berlaku sertifikat, dan kemungkinan pengecualian.
Apakah semua program Erasmus Mundus fully funded?
Tidak. Sebagian program menawarkan Erasmus Mundus scholarship bagi kandidat terbaik, tetapi tidak semua program dalam katalog menyediakan beasiswa. Cakupan biaya juga harus dicek pada website resmi program.
Di mana pendaftaran Beasiswa Erasmus Mundus dilakukan?
Pendaftaran dilakukan langsung ke institusi atau konsorsium yang menjalankan program pilihan. Erasmus Mundus Catalogue digunakan untuk mencari program, sedangkan aplikasi dikirim melalui website resmi program tersebut.
Apa saja tahapan seleksi Beasiswa Erasmus Mundus?
Tahapan umumnya meliputi pengecekan eligibility, pengumpulan dokumen, pengiriman aplikasi, seleksi administrasi, penilaian akademik, interview atau assessment jika diwajibkan, pemeringkatan, dan pengumuman hasil.
Apakah semua program Erasmus Mundus memiliki interview?
Tidak. Interview hanya dilakukan jika diwajibkan oleh program. Format, durasi, media, dan topik interview berbeda di setiap konsorsium.
Kapan pendaftaran Erasmus Mundus dibuka?
Sebagian besar program membuka pendaftaran sekitar Oktober hingga Januari untuk perkuliahan pada tahun akademik berikutnya. Deadline yang sebenarnya tetap harus dicek di website resmi program karena setiap konsorsium memiliki jadwal berbeda.
Apakah ada batas usia untuk mendaftar Erasmus Mundus?
Tidak ada satu batas usia universal untuk seluruh EMJM. Pelamar perlu memeriksa persyaratan usia, kewarganegaraan, domisili, atau mobilitas pada program yang dituju.
Apa dokumen yang biasanya diminta?
Dokumen yang umum diminta meliputi ijazah atau bukti status mahasiswa tingkat akhir, transkrip, CV, motivation letter, surat rekomendasi, sertifikat bahasa, paspor atau identitas, serta dokumen tambahan sesuai program.
Apa perbedaan joint degree dan multiple degrees?
Joint degree berupa satu sertifikat gelar yang diterbitkan bersama oleh beberapa institusi. Multiple degrees berarti mahasiswa memperoleh dua atau lebih sertifikat gelar dari institusi yang berbeda dalam konsorsium.
Referensi
“Erasmus Mundus Joint Masters (students)”. erasmus-plus.ec.europa.eu. Diakses pada 31 Agustus 2026.
“Erasmus Mundus Catalogue”. eacea.ec.europa.eu. Diakses pada 31 Agustus 2026.
“Erasmus+ Programme Guide 2026”. erasmus-plus.ec.europa.eu. Diakses pada 31 Agustus 2026.
“Panduan Lengkap Beasiswa Erasmus Mundus: Persyaratan, Tahapan, & Tipsnya”. blog.schoters.com. Diakses pada 31 Agustus 2026.
“Info Terlengkap Beasiswa Erasmus Mundus Joint Master Degree (EMJMD)”. blog.schoters.com. Diakses pada 31 Agustus 2026.


