20 Kampus Luar Negeri Favorit Awardee LPDP
Kampus luar negeri yang sering menjadi pilihan pendaftar dan awardee LPDP antara lain University of Oxford, University of Cambridge, MIT, Stanford University, Imperial College London, UCL, National University of Singapore, University of Melbourne, University of Toronto, dan kampus unggulan lainnya. Namun, tidak ada satu kampus yang paling cocok untuk semua awardee. Pilihan terbaik harus disesuaikan dengan program studi, persyaratan admission, daftar perguruan tinggi tujuan LPDP, peluang memperoleh LoA, dan rencana kontribusi setelah lulus.
Saat mencari informasi seputar beasiswa favorit LPDP, nama universitas terkenal dunia memang sering menjadi titik awal dalam membuat shortlist. Namun, memilih kampus tujuan LPDP tidak cukup hanya berdasarkan ranking atau popularitas. Kamu juga perlu mempertimbangkan kesesuaian program studi, persyaratan admission, peluang memperoleh LoA, biaya hidup, serta hubungan program tersebut dengan rencana kontribusimu setelah lulus.
Perlu diketahui, daftar dalam artikel ini bukan ranking resmi LPDP berdasarkan jumlah awardee. LPDP memiliki daftar serta ketentuan perguruan tinggi tujuan yang dapat berubah mengikuti tahun dan program beasiswa yang diikuti. Pada 2026, LPDP menyediakan Buku Daftar Perguruan Tinggi Tujuan Luar Negeri sebagai rujukan resmi calon pendaftar. Karena itu, status kampus dan program studi tetap perlu dicek kembali sebelum aplikasi dikirim.
Ringkasan 20 Kampus
Berikut 20 kampus yang dapat menjadi referensi awal saat menyusun shortlist universitas luar negeri. Bidang studi di bawah merupakan gambaran umum, bukan jaminan bahwa semua program di kampus tersebut dapat dipilih atau didanai melalui LPDP.
| No. | Kampus | Negara | Bidang yang Dapat Ditonjolkan |
| 1 | Massachusetts Institute of Technology (MIT) | Amerika Serikat | Teknologi, engineering, computer science, data, kebijakan publik |
| 2 | Stanford University | Amerika Serikat | Teknologi, bisnis, kewirausahaan, pendidikan, sustainability |
| 3 | Harvard University | Amerika Serikat | Public policy, pendidikan, kesehatan masyarakat, hukum, bisnis |
| 4 | Princeton University | Amerika Serikat | Public policy, hubungan internasional, engineering, sains |
| 5 | University of California, Berkeley | Amerika Serikat | Computer science, engineering, lingkungan, ekonomi, kebijakan publik |
| 6 | Columbia University | Amerika Serikat | Engineering, public health, journalism, international affairs |
| 7 | Johns Hopkins University | Amerika Serikat | Public health, international studies, kedokteran, engineering |
| 8 | University of California, Los Angeles (UCLA) | Amerika Serikat | Engineering, data, kesehatan masyarakat, ilmu sosial |
| 9 | University of Oxford | Inggris | Kebijakan publik, ilmu sosial, pendidikan, kesehatan, STEM |
| 10 | University of Cambridge | Inggris | Engineering, sains, teknologi, pendidikan, kebijakan |
| 11 | Imperial College London | Inggris | Engineering, kedokteran, bisnis, climate science |
| 12 | University College London (UCL) | Inggris | Pendidikan, arsitektur, urban studies, kesehatan, data |
| 13 | ETH Zurich | Swiss | Engineering, computer science, arsitektur, lingkungan |
| 14 | University of Toronto | Kanada | Computer science, engineering, public health, pendidikan |
| 15 | The University of Melbourne | Australia | Pendidikan, hukum, kesehatan, lingkungan, bisnis |
| 16 | National University of Singapore (NUS) | Singapura | Computer science, engineering, bisnis, public policy |
| 17 | Tsinghua University | China | Engineering, arsitektur, manajemen, lingkungan, kebijakan publik |
| 18 | Peking University | China | Ekonomi, hukum, ilmu sosial, sains, kebijakan publik |
| 19 | The University of Tokyo | Jepang | Engineering, sains, public policy, pertanian, humaniora |
| 20 | Wageningen University & Research | Belanda | Pertanian, pangan, lingkungan, air, sustainability |
20 Kampus Luar Negeri yang Populer di Kalangan Pendaftar LPDP
1. Massachusetts Institute of Technology (MIT)
Massachusetts Institute of Technology atau MIT berada di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. Kampus ini dapat menjadi referensi kuat bagi kandidat yang ingin mendalami teknologi, engineering, computer science, data, ekonomi, maupun irisan teknologi dan kebijakan publik.
Daftar graduate program MIT mencakup, antara lain, Electrical Engineering and Computer Science, Civil and Environmental Engineering, Economics, Computational Science and Engineering, serta Data, Economics, and Design of Policy. MIT juga memiliki Technology and Policy Program yang menggabungkan studi teknologi dengan ekonomi, politik, metode kuantitatif, dan riset.
Karakter seperti ini cocok untuk kandidat yang memiliki dasar akademik kuat, nyaman dengan pendekatan kuantitatif, dan dapat menjelaskan bagaimana riset atau teknologi yang dipelajari nantinya relevan dengan kebutuhan Indonesia. Namun, jangan hanya melihat nama MIT. Struktur dan eligibility setiap graduate program bisa berbeda, sehingga calon pendaftar tetap perlu memastikan program yang dituju menerima profilnya serta sesuai dengan ketentuan LPDP.
2. Stanford University
Stanford University berada di California, Amerika Serikat, dan memiliki pilihan studi yang berkaitan dengan engineering, computer science, pendidikan, bisnis, sustainability, dan berbagai bidang interdisipliner. Stanford School of Engineering, misalnya, memiliki graduate program di Computer Science, Electrical Engineering, Bioengineering, Civil and Environmental Engineering, hingga Management Science and Engineering. Stanford Doerr School of Sustainability juga menaungi berbagai graduate degree dan riset terkait iklim serta sustainability.
Stanford dapat menarik bagi kandidat dengan rencana studi yang berhubungan dengan inovasi, entrepreneurship, teknologi, maupun sustainability. Tetapi jangan memilihnya hanya karena identik dengan Silicon Valley. Hubungkan pilihan program dengan masalah yang ingin kamu selesaikan dan rencana kontribusi setelah kembali ke Indonesia.
Ada satu detail admission yang juga penting: program MA/MPP dari Stanford Public Policy memiliki jalur penerimaan khusus. Laman resminya menyebut external applicants tidak dapat mendaftar sebagai standalone applicant dan biasanya harus masuk melalui joint degree yang memenuhi ketentuan. Ini contoh mengapa nama universitas saja tidak cukup; program spesifik wajib dicek satu per satu.
Baca Juga: Apa Itu LoA LPDP? Persyaratan dan Cara Mendapatkannya
3. Harvard University
Berada di Cambridge, Massachusetts, Harvard University memiliki banyak graduate school dengan karakter serta proses admission masing-masing. Pilihan yang relevan bagi pendaftar LPDP dapat ditemukan pada Harvard Kennedy School untuk public policy, Harvard Graduate School of Education untuk pendidikan, Harvard T.H. Chan School of Public Health untuk bidang kesehatan masyarakat, hingga Harvard Law School dan Harvard Business School.
Sebagai contoh, Master in Public Policy di Harvard Kennedy School berfokus pada kemampuan menganalisis persoalan kebijakan dan menyusun solusi melalui ilmu sosial serta praktik lapangan. Harvard juga menawarkan berbagai jalur public health dan health policy dengan profil kandidat serta persyaratan pengalaman yang berbeda.
Karena struktur Harvard terdiri atas berbagai school, jangan menggunakan persyaratan satu program sebagai acuan untuk seluruh universitas. Kandidat harus membuka laman school dan degree yang benar, lalu mengecek academic requirement, pengalaman, dokumen, tes, serta deadline secara terpisah.
4. Princeton University
Princeton University berada di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Selain engineering dan berbagai bidang sains, kampus ini memiliki Princeton School of Public and International Affairs atau SPIA yang menawarkan program graduate di bidang kebijakan publik dan hubungan internasional.
Untuk jenjang master, SPIA memiliki Master in Public Affairs yang berlangsung dua tahun serta Master in Public Policy selama satu tahun. MPP Princeton ditujukan untuk mid-career professionals, sehingga kandidat yang baru lulus perlu memastikan program mana yang benar-benar sesuai dengan pengalaman dan tahap kariernya.
Princeton dapat relevan bagi calon awardee yang ingin mendalami policy, international development, international relations, ekonomi kebijakan, maupun riset. Hal yang perlu diverifikasi bukan hanya apakah Princeton ada dalam daftar LPDP, tetapi juga eligibility program, pengalaman yang diminta, admission untuk international students, dan kecocokannya dengan rencana studi.
5. University of California, Berkeley
University of California, Berkeley atau UC Berkeley berada di Berkeley, California. Kampus ini memiliki graduate program di bidang computer science, engineering, ekonomi, lingkungan, public health, public policy, dan banyak disiplin lainnya.
Salah satu hal penting ketika mengeksplorasi Berkeley adalah memahami jenis degree yang tersedia. Di EECS, misalnya, terdapat jalur yang lebih berorientasi industri seperti Master of Engineering serta program research-oriented seperti PhD dan MS/PhD. Daftar Graduate Division Berkeley juga memperlihatkan bahwa deadline, GRE requirement, term admission, dan bahkan status penerimaan dapat berbeda berdasarkan program.
Berkeley cocok bagi kandidat yang sudah memiliki arah jelas: apakah tujuan utamanya membangun kompetensi profesional, melakukan riset, atau menggabungkan teknologi dengan kebijakan dan sustainability. Saat mengecek daftar LPDP, pastikan kamu menggunakan nama University of California, Berkeley, bukan menganggap seluruh sistem University of California sebagai satu institusi yang sama.
6. Columbia University

Columbia University berada di New York City, Amerika Serikat. Lingkungan akademiknya mencakup Columbia Engineering, Mailman School of Public Health, Columbia Journalism School, Columbia Business School, serta School of International and Public Affairs atau SIPA.
Karena itu, Columbia dapat menjadi referensi bagi kandidat dengan tujuan yang sangat berbeda, mulai dari engineering dan public health sampai journalism, international affairs, dan public administration. SIPA, misalnya, menawarkan graduate study dalam International Affairs dan Public Administration.
Kandidat yang cocok biasanya sudah dapat mengidentifikasi school serta program yang mendukung tujuan kariernya. Jangan berhenti di halaman utama Columbia karena proses admission dikelola oleh unit masing-masing. Pastikan degree, durasi, deadline, dokumen, serta ketentuan LoA yang diperoleh sesuai dengan skema LPDP yang kamu ikuti.
7. Johns Hopkins University
Johns Hopkins University memiliki basis utama di Baltimore, Maryland, dengan unit akademik dan program yang juga beroperasi di lokasi lain. Kampus ini dapat dipertimbangkan untuk public health, engineering, international studies, serta berbagai bidang kesehatan.
Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health memiliki graduate study lintas disiplin kesehatan, sementara Whiting School of Engineering menawarkan master dan doctoral programs pada berbagai departemen engineering. Untuk kandidat hubungan internasional, Johns Hopkins SAIS menawarkan program seperti Master of Arts in International Relations, International Affairs, International Economics and Finance, hingga International Public Policy.
Program-program tersebut memiliki target kandidat yang berbeda. Beberapa program profesional dapat menilai pengalaman kerja atau latar belakang tertentu, sementara program riset menuntut kesiapan akademik yang lebih dalam. Karena itu, kandidat bidang kesehatan juga perlu mengecek prasyarat akademik, pengalaman, serta ketentuan profesional yang berlaku pada degree yang dituju.
8. University of California, Los Angeles (UCLA)
University of California, Los Angeles atau UCLA berada di Los Angeles, California. Pilihan graduate program-nya mencakup engineering, public health, data, social sciences, environmental studies, arts, hingga business.
Dalam public health saja, UCLA memiliki pilihan pada bidang Biostatistics, Epidemiology, Environmental Health Sciences, Health Policy, dan beberapa jalur MPH. UCLA juga memiliki Master of Data Science in Health yang menunjukkan bagaimana pilihan studinya dapat melintasi data dan kesehatan.
UCLA dapat sesuai bagi kandidat yang ingin memilih program berdasarkan kebutuhan spesifik, bukan hanya nama universitas. Karena variasi programnya besar, cek department yang mengelola degree tersebut, persyaratan akademik, dokumen, serta proses aplikasi. Beberapa program bahkan menggunakan sistem aplikasi tambahan seperti SOPHAS untuk public health.
Bingung Memilih Kampus Tujuan LPDP?
Memilih kampus LPDP perlu mempertimbangkan jurusan, persyaratan admission, LoA, daftar perguruan tinggi tujuan, dan rencana kontribusi setelah lulus. Schoters dapat membantu menyusun shortlist kampus dan strategi aplikasi yang sesuai dengan profilmu.
Klik tombol di bawah ini dan tanyakan apa saja 👇
9. University of Oxford
University of Oxford berada di Oxford, Inggris. Pilihan graduate study-nya mencakup social sciences, public policy, pendidikan, kesehatan, humanities, science, hingga berbagai bidang STEM.
Sebagai contoh, Master of Public Policy Oxford merupakan program intensif satu tahun yang ditujukan bagi calon maupun praktisi pemimpin yang memiliki komitmen terhadap public service. Persyaratan degree, kemampuan bahasa Inggris, dokumen, serta standar akademiknya ditampilkan langsung pada halaman course dan dapat berubah mengikuti tahun intake.
Hal ini mencerminkan cara terbaik membaca admission Oxford: jangan mengandalkan persyaratan “Oxford secara umum”. Kandidat perlu masuk ke halaman course atau departemen tujuan dan memeriksa requirement spesifik. Bagi pendaftar LPDP, cek juga durasi, waktu mulai studi, LoA, serta status program pada daftar terbaru LPDP.
10. University of Cambridge

University of Cambridge berada di Cambridge, Inggris. Kampus ini menawarkan postgraduate study pada engineering, sains, teknologi, pendidikan, ilmu sosial, dan public policy.
MPhil in Public Policy, misalnya, memberikan pembelajaran interdisipliner yang mencakup ekonomi, statistik, policy analysis, serta keterampilan profesional. Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang ingin berperan di pemerintahan, perusahaan, maupun organisasi nonpemerintah.
Untuk Cambridge, kandidat sebaiknya menggunakan Postgraduate Course Directory sebagai titik awal. Perhatikan degree type, academic requirement, kebutuhan pengalaman, komponen riset, bahasa, deadline, dan college-related process jika relevan. Setelah itu, cocokkan program dengan persyaratan LPDP dan rencana kontribusi yang ingin dibawa pulang.
11. Imperial College London
Imperial College London berbasis di London, Inggris, dan sangat relevan untuk kandidat yang tertarik pada engineering, medicine, teknologi, bisnis, maupun climate-related study.
Karakter program Imperial cukup spesifik. Sebagai contoh, MSc Biomedical Engineering dapat meminta latar belakang engineering, physical sciences, atau mathematics serta kompetensi matematika yang kuat. Ini memperlihatkan bahwa reputasi universitas tidak dapat menggantikan kecocokan academic background dengan program.
Imperial juga menggunakan application rounds untuk sejumlah postgraduate taught courses, sementara program lain dapat memiliki mekanisme deadline berbeda. Kandidat perlu membuka halaman course tujuan karena deadline, application fee, requirement, dan kapasitas dapat berbeda.
12. University College London (UCL)

University College London atau UCL berada di London dan memiliki pilihan graduate study yang sangat multidisipliner, termasuk pendidikan, arsitektur, urban development, public health, data, dan social sciences.
Di area perkotaan saja terdapat pilihan seperti Urban Development Planning MSc dan Urban Studies MSc. Beberapa program juga menggabungkan tema yang biasanya dipelajari secara terpisah, seperti Health in Urban Development MSc yang menghubungkan urbanisation, health, social justice, governance, dan development planning.
UCL cocok bagi kandidat yang memiliki masalah atau sektor tertentu yang ingin didalami secara lintas disiplin. Karena pilihan studinya luas, selalu periksa faculty atau department pemilik program, academic requirement, pengalaman yang diharapkan, serta format pembelajarannya sebelum memasukkannya ke shortlist LPDP.
13. ETH Zurich
ETH Zurich berada di Zurich, Swiss, dan dikenal sebagai universitas yang berorientasi kuat pada engineering, computer science, architecture, natural sciences, serta environmental systems.
Untuk Computer Science MSc, misalnya, ETH menyediakan bidang seperti Machine Intelligence, Data Management Systems, Secure and Reliable Systems, dan Theoretical Computer Science. Program Environmental Engineering juga mencakup water management, environmental technologies, resource management, serta hydraulic engineering.
Kampus ini cocok bagi kandidat dengan fondasi akademik dan kuantitatif kuat, khususnya mereka yang ingin terlibat dalam riset atau technical problem solving. Namun, faktor bahasa sangat penting. Banyak program engineering menggunakan bahasa Inggris, sedangkan program seperti MSc Architecture menggunakan bahasa Jerman dan mensyaratkan bukti proficiency tertentu.
Karena itu, jangan membuat asumsi bahasa hanya berdasarkan negara atau universitas. Baca requirement profile dari program yang kamu incar.
14. University of Toronto

University of Toronto berada di Toronto, Kanada. Pilihan graduate study mencakup computer science, engineering, public health, pendidikan, social sciences, dan berbagai bidang interdisipliner.
Pada Computer Science, University of Toronto memiliki MSc dan PhD yang menggabungkan coursework dengan riset di bawah supervisi faculty. Bidangnya mencakup artificial intelligence, software engineering, networks, cryptography, robotics, computer vision, database systems, hingga human-computer interaction. Kampus ini juga memiliki MSc in Applied Computing sebagai pilihan berbeda dari jalur riset tersebut.
Hal penting untuk kandidat LPDP adalah membedakan research-based dan professional/course-based program. School of Graduate Studies Toronto mencantumkan berbagai professional graduate degree seperti MEng, MScAC, MEd, dan MPH. Dokumen, supervisor requirement, serta struktur studinya dapat berbeda.
15. The University of Melbourne
The University of Melbourne berada di Melbourne, Australia. Kampus ini menyediakan pilihan graduate study pada pendidikan, hukum, public health, lingkungan, bisnis, dan banyak disiplin lainnya.
Faculty of Education menawarkan postgraduate programs yang menghubungkan teori, research, policy, serta praktik pendidikan. Di bidang kesehatan, Master of Public Health menyediakan core public health training dan pilihan seperti epidemiology, biostatistics, global health, health policy, serta climate, environment and health.
Melbourne juga memiliki pilihan graduate law dan environment yang cukup beragam. Namun, durasi dan intake tidak selalu sama. Sebagai contoh, beberapa program menggunakan intake Februari/Juli, sementara pilihan lain dapat menawarkan beberapa intake sepanjang tahun. Karena itu, cek tanggal masuk, durasi, mode studi, dan format LoA sebelum menggunakannya untuk aplikasi LPDP.
Baca Juga: Beasiswa LPDP: Syarat, Tahapan Seleksi, & Cara Daftar
16. National University of Singapore (NUS)

National University of Singapore atau NUS berada di Singapura dan memiliki pilihan graduate study dalam computing, engineering, business, public policy, urban planning, serta sustainability.
NUS Computing menawarkan graduate coursework seperti Master of Computing dengan spesialisasi Computer Science, Information Systems, Infocomm Security, dan Artificial Intelligence. Sementara itu, Lee Kuan Yew School of Public Policy menyediakan Master in Public Policy yang menggabungkan ekonomi, political science, management, dan kemampuan profesional untuk policy practitioners.
Pada bidang perkotaan, Master of Urban Planning NUS menggunakan studio, urban data science, urban economics, research methods, serta electives sebagai bagian dari kurikulum.
Lokasi Singapura yang dekat dari Indonesia memang dapat menjadi pertimbangan praktis, tetapi tidak berarti proses admission NUS otomatis lebih mudah. Tetap nilai academic fit dan persyaratan program secara objektif.
17. Tsinghua University
Tsinghua University berada di Beijing, China. Kampus ini memiliki pilihan graduate study luas pada engineering, teknologi, architecture, management, environment, serta public policy.
Bagi international applicants, salah satu hal yang menarik untuk dicek adalah program berbahasa Inggris. Tsinghua saat ini mencantumkan puluhan graduate programs in English, termasuk Global MBA, Master of Public Administration in International Development, International Master of Public Administration, program Architecture, hingga Global Manufacturing and Analytics.
Daftar professional graduate programs Tsinghua juga meliputi bidang digital economy, electronic and information engineering, environmental engineering, public health, public administration, hingga global affairs.
Kandidat sebaiknya mengecek apakah program incarannya benar-benar tersedia bagi international students dan bahasa apa yang digunakan. Jangan menganggap seluruh graduate program di Tsinghua menggunakan bahasa Inggris.
18. Peking University
Peking University atau PKU juga berada di Beijing, China. Sebagai comprehensive research university, PKU mencakup disiplin mulai dari economics, law, social sciences, science, engineering, medicine, management, hingga bidang interdisipliner.
Ini membuat PKU relevan bagi kandidat dengan rencana studi yang tidak terbatas pada STEM. Namun, international applicants perlu memperhatikan admissions catalogue karena jurusan yang tersedia dan bahasa pengantar dapat berbeda. Untuk 2026, PKU secara khusus mengarahkan international applicants ke Master’s/Doctoral Admissions Major Catalogue untuk mengecek major dan language of instruction.
Karena itu, kandidat LPDP sebaiknya mulai dari nama program yang benar, lalu mengecek dokumen akademik, persyaratan bahasa, admission route, jenjang, serta kesesuaiannya dengan ketentuan pendanaan LPDP.
19. The University of Tokyo

The University of Tokyo berada di Tokyo, Jepang. Universitas ini memiliki 15 graduate schools yang mencakup Engineering, Science, Agricultural and Life Sciences, Humanities and Sociology, Economics, Education, Information Science and Technology, serta Public Policy.
Graduate School of Engineering sendiri memiliki berbagai departemen dari Civil Engineering dan Architecture sampai Electrical Engineering and Information Systems, Bioengineering, serta Technology Management for Innovation. Sementara itu, Graduate School of Agricultural and Life Sciences mencakup biotechnology, forest science, agricultural economics, environmental engineering, hingga global agricultural sciences.
Bagi kandidat public policy, Master of Public Policy International Program atau MPP/IP menyediakan courses berbahasa Inggris sehingga kemampuan bahasa Jepang bukan prasyarat untuk program tersebut. Namun, ketentuan ini tidak dapat digeneralisasi ke semua graduate school.
20. Wageningen University & Research
Wageningen University & Research atau WUR berada di Wageningen, Belanda. Kampus ini sangat relevan bagi kandidat yang berfokus pada agriculture, food and nutrition, environment, water, climate, sustainability, hingga penggunaan teknologi dan data dalam sektor tersebut.
Daftar master WUR mencakup bidang seperti Environmental Sciences, International Land and Water Management, Plant Biotechnology, Nutrition and Health, Resilient Farming and Food Systems, hingga berbagai program yang menggabungkan agriculture dengan sustainability dan policy.
WUR menjadi contoh penting bahwa kampus yang tepat untuk LPDP tidak harus selalu universitas yang paling sering muncul dalam daftar ranking umum. Jika rencana kontribusimu berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, pengelolaan air, perubahan iklim, atau sumber daya alam Indonesia, universitas dengan spesialisasi yang sangat relevan justru dapat memberikan academic fit yang lebih kuat.
Apakah Kampus Favorit LPDP Harus Memiliki Ranking Tinggi?
Tidak selalu. Ranking tinggi bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kampus tujuan LPDP. Ranking global mengukur universitas berdasarkan metodologi tertentu, sementara ranking per bidang dapat menghasilkan urutan yang berbeda. Lebih penting lagi, ranking tidak menjawab apakah kurikulum program benar-benar sesuai dengan masalah yang ingin kamu pelajari.
Untuk program research-based, keberadaan supervisor dan research group yang relevan bahkan bisa jauh lebih penting daripada selisih ranking universitas. Untuk program profesional, kualitas kurikulum, hubungan dengan industri atau pemerintah, experiential learning, serta network yang dibangun selama studi juga perlu diperhatikan.
LPDP sendiri memiliki dokumen resmi mengenai perguruan tinggi tujuan dan kebijakan yang berlaku pada tahun seleksi. Artinya, ranking tidak dapat menggantikan proses verifikasi terhadap daftar LPDP maupun ketentuan program studi yang dipilih.
Bagaimana Cara Memastikan Kampus Tujuan Bisa Dipilih untuk LPDP?
1. Cek website resmi LPDP terlebih dahulu
Gunakan laman resmi LPDP sebagai sumber utama. Hindari mengandalkan daftar universitas dari artikel lama, media sosial, maupun screenshot karena kebijakan dapat berubah antarperiode.
2. Baca booklet program yang sedang kamu ikuti
LPDP memiliki beberapa program dan kategori beasiswa. Ketentuan perguruan tinggi, program studi, LoA, serta dokumen dapat berbeda sehingga booklet program yang aktif harus menjadi rujukan.
3. Cek daftar perguruan tinggi tujuan terbaru
LPDP menyediakan Buku Daftar Perguruan Tinggi Tujuan Luar Negeri yang memang dibuat sebagai rujukan resmi calon pendaftar untuk menentukan universitas tujuan.
4. Cocokkan nama resmi universitas
Perhatikan penulisan institusi secara lengkap. Ini penting terutama untuk universitas yang tergabung dalam sistem besar seperti University of California atau institusi yang memiliki beberapa campus.
5. Verifikasi program studi, jenjang, durasi, dan intake
Jangan berhenti setelah menemukan nama universitas. Pastikan degree yang diincar benar-benar tersedia untuk S2 atau S3, memiliki durasi sesuai rencana pendanaan, serta membuka intake yang cocok dengan jadwal LPDP.
6. Baca persyaratan admission universitas
Periksa academic background, GPA atau equivalent requirement, sertifikat bahasa, pengalaman kerja, GRE/GMAT bila diminta, prerequisite mata kuliah, portfolio, supervisor, hingga writing sample.
7. Pastikan LoA sesuai ketentuan LPDP
LPDP menjelaskan bahwa LoA yang digunakan sekurang-kurangnya harus mencantumkan identitas, jenjang studi, program studi, dan informasi waktu mulai studi. Perguruan tinggi serta program juga harus sesuai dengan yang dipilih dalam aplikasi LPDP.
8. Pisahkan deadline kampus dan deadline LPDP
Kedua aplikasi merupakan proses berbeda. Deadline admission universitas bisa jatuh beberapa bulan sebelum pendaftaran LPDP, sehingga buat timeline yang menghitung keduanya.
9. Simpan seluruh sumber resmi
Bookmark halaman course, admission requirements, intake, application deadline, serta informasi LPDP yang kamu gunakan. Ini mempermudah pengecekan ulang jika ada perubahan.
10. Lakukan final check sebelum submit
Beberapa bulan dapat cukup untuk mengubah deadline, intake, program availability, atau kebijakan. Sebelum menekan tombol submit, buka kembali halaman resmi universitas dan LPDP untuk memastikan informasi yang digunakan masih berlaku.
Bagaimana Memilih Kampus yang Sesuai dengan Rencana Studi?
Shortlist kampus yang baik seharusnya dibangun dari kebutuhan studimu terlebih dahulu, lalu nama universitas. Gunakan pertanyaan berikut untuk mengevaluasi setiap pilihan.
| Pertimbangan | Pertanyaan yang Perlu Dijawab |
| Relevansi jurusan | Apakah kurikulum mendukung tujuan akademik dan karier? |
| Rencana kontribusi | Apakah ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk kebutuhan Indonesia? |
| Kualitas riset | Apakah ada laboratorium, pusat riset, atau supervisor yang relevan? |
| Persyaratan admission | Apakah profil akademik dan pengalaman sudah sesuai? |
| Bahasa | Apakah memenuhi syarat bahasa program? |
| LoA | Apakah kampus dan program dapat memenuhi ketentuan LPDP? |
| Biaya hidup | Apakah estimasi pendanaan sesuai dengan lokasi kampus? |
| Mobilitas keluarga | Apakah lokasi dan durasi studi sesuai kondisi pribadi? |
| Karier setelah lulus | Apakah jejaring dan layanan karier mendukung rencana jangka panjang? |
Dengan cara tersebut, tiga kampus yang benar-benar cocok dapat menjadi shortlist yang lebih kuat daripada sepuluh universitas terkenal yang dipilih tanpa alasan akademik yang jelas.
Kesalahan Umum Saat Memilih Kampus LPDP
Salah satu kesalahan yang paling umum adalah menjadikan ranking sebagai filter utama, lalu baru mencari jurusan setelahnya. Pendekatan ini dapat membuat kandidat melewatkan kampus yang secara bidang justru lebih relevan dengan rencana kontribusinya.
Kesalahan lain adalah menganggap semua universitas populer pasti masuk dalam daftar LPDP terbaru atau seluruh program dalam satu universitas memiliki status yang sama. Nama university, school, faculty, dan program studi perlu dibedakan dengan jelas. Kandidat juga perlu memahami bahwa LoA dari setiap kampus tidak selalu memiliki format yang sama sehingga isinya tetap harus dicocokkan dengan ketentuan LPDP.
Selain itu, jangan mengabaikan persyaratan seperti sertifikat bahasa, GRE, GMAT, prerequisite akademik, portfolio, atau pengalaman profesional jika program memang memintanya. Informasi ranking, biaya, intake, dan admission dari tahun sebelumnya pun tidak boleh otomatis dianggap masih berlaku.
Terakhir, hindari memilih hanya satu “dream university”. Buat alternatif berdasarkan level kompetisi dan academic fit. Kampus favorit tidak berarti admission lebih mudah, dan universitas dengan nama paling terkenal belum tentu merupakan tempat terbaik untuk tujuan studimu.
Tentukan Kampus LPDP yang Paling Sesuai dengan Profilmu
Kampus populer belum tentu menjadi pilihan paling tepat untuk setiap pendaftar. Bersama Schoters, kamu dapat mengevaluasi jurusan, memilih kampus yang relevan, menyiapkan dokumen admission, dan menyusun strategi aplikasi LPDP dengan lebih terarah.
Schoters menyediakan program Study Abroad Academy buat kamu yang mau dibimbing untuk kuliah di luar negeri. Hingga saat ini, Study Abroad Academy telah berhasil membantu ribuan siswa memperoleh beasiswa di 400+ universitas di 46 negara.
Fasilitas yang akan kamu dapatkan di program ini antara lain:
- Video call 1-on-1 dengan mentor.
- Akses 200+ video & modul pembelajaran.
- Sesi Q&A dengan fasilitator.
- Rekomendasi personal beasiswa.
- Review Dokumen (esai, resume, motivation letter, dan lainnya) oleh mentor.
Yuk, segera daftarkan dirimu di Study Abroad Academy dan dapatkan bimbingan eksklusif kuliah di luar negeri bersama mentor-mentor berpengalaman!
FAQ
Apa saja kampus luar negeri favorit awardee LPDP?
Beberapa kampus yang populer sebagai pilihan pendaftar LPDP antara lain MIT, Stanford, Harvard, Oxford, Cambridge, Imperial College London, UCL, NUS, University of Melbourne, University of Toronto, Tsinghua, Peking University, dan University of Tokyo. Daftar ini bukan ranking resmi berdasarkan jumlah awardee LPDP.
Apakah semua kampus favorit LPDP ada dalam daftar perguruan tinggi tujuan LPDP?
Belum tentu. Daftar perguruan tinggi tujuan dapat berubah dan ketentuannya bisa berbeda berdasarkan skema, jenjang, atau program studi. Pendaftar wajib mengecek daftar resmi LPDP terbaru sebelum memilih kampus.
Apakah kampus dengan ranking tinggi pasti menjadi pilihan terbaik untuk LPDP?
Tidak. Kampus terbaik harus disesuaikan dengan jurusan, kurikulum, supervisor, persyaratan admission, peluang mendapatkan LoA, biaya hidup, dan rencana kontribusi setelah lulus.
Apakah LPDP membatasi pilihan negara tujuan?
LPDP memiliki ketentuan mengenai perguruan tinggi dan program studi tujuan. Karena itu, pembaca perlu mengecek booklet serta daftar perguruan tinggi tujuan pada periode pendaftaran yang diikuti.
Apa saja pertimbangan memilih kampus tujuan LPDP?
Pertimbangkan relevansi jurusan, kualitas riset, persyaratan akademik, skor bahasa, ketentuan LoA, biaya hidup, durasi studi, lokasi, serta hubungan program dengan rencana kontribusi untuk Indonesia.
Apakah semua program studi di satu kampus bisa dibiayai LPDP?
Tidak otomatis. Kelayakan dapat bergantung pada jenjang, program studi, skema beasiswa, serta daftar perguruan tinggi tujuan yang berlaku pada periode pendaftaran.
Apakah wajib memiliki LoA Unconditional untuk mendaftar LPDP?
Ketentuan LoA bergantung pada skema dan periode pendaftaran LPDP. Pendaftar harus membaca booklet resmi dan memastikan format LoA sesuai ketentuan yang berlaku.
Kampus mana yang cocok untuk bidang teknologi?
MIT, Stanford, UC Berkeley, Imperial College London, ETH Zurich, NUS, Tsinghua, dan University of Tokyo dapat menjadi pilihan awal untuk bidang teknologi. Kandidat tetap perlu memeriksa program spesifik dan persyaratan admission masing-masing kampus.
Kampus mana yang cocok untuk bidang public policy?
Oxford, Harvard, Princeton, Columbia, Johns Hopkins, UCL, NUS, dan Peking University memiliki program yang berkaitan dengan kebijakan publik atau ilmu sosial. Ketersediaan program dan eligibility LPDP harus diverifikasi sebelum mendaftar.
Kapan waktu terbaik memilih kampus LPDP?
Idealnya, shortlist kampus dibuat 12–18 bulan sebelum target intake. Waktu tersebut dapat digunakan untuk menyiapkan tes bahasa, dokumen akademik, motivation letter, surat rekomendasi, dan aplikasi LoA.
Referensi
“LPDP – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan”. lpdp.kemenkeu.go.id. Diakses pada 2 September 2026.
“Pendaftaran dan Penjadwalan Beasiswa LPDP”. lpdp.kemenkeu.go.id. Diakses pada 2 September 2026.
“25 Perguruan Tinggi Luar Negeri Terbaik untuk Beasiswa LPDP”. blog.schoters.com. Diakses pada 2 September 2026.
“QS World University Rankings”. topuniversities.com. Diakses pada 2 September 2026.
“Massachusetts Institute of Technology”. mit.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“Stanford University”. stanford.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“Harvard University”. harvard.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“Princeton University”. princeton.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“University of California, Berkeley”. berkeley.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“Columbia University”. columbia.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“Johns Hopkins University”. jhu.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“University of California, Los Angeles”. ucla.edu. Diakses pada 2 September 2026.
“University of Oxford”. ox.ac.uk. Diakses pada 2 September 2026.
“University of Cambridge”. cam.ac.uk. Diakses pada 2 September 2026.
“Imperial College London”. imperial.ac.uk. Diakses pada 2 September 2026.
“University College London”. ucl.ac.uk. Diakses pada 2 September 2026.
“ETH Zurich”. ethz.ch. Diakses pada 2 September 2026.
“University of Toronto”. utoronto.ca. Diakses pada 2 September 2026.
“The University of Melbourne”. unimelb.edu.au. Diakses pada 2 September 2026.
“National University of Singapore”. nus.edu.sg. Diakses pada 2 September 2026.
“Tsinghua University”. tsinghua.edu.cn. Diakses pada 2 September 2026.
“Peking University”. pku.edu.cn. Diakses pada 2 September 2026.
“The University of Tokyo”. u-tokyo.ac.jp. Diakses pada 2 September 2026.
“Wageningen University & Research”. wur.nl. Diakses pada 2 September 2026.

















