10 Tips Lolos Beasiswa Chevening dan Panduan Persiapannya
Beasiswa Chevening adalah beasiswa penuh untuk program master satu tahun di Inggris. Cara meningkatkan peluang lolos Chevening adalah memenuhi seluruh persyaratan, memiliki minimal 2.800 jam pengalaman kerja, menunjukkan bukti kepemimpinan dan networking, memilih tiga program studi yang relevan, serta menyusun rencana karier jangka pendek, menengah, dan panjang yang terukur.
Beasiswa Chevening merupakan beasiswa penuh dari pemerintah Inggris bagi calon pemimpin dari berbagai negara untuk menempuh program master selama satu tahun di Inggris. Beasiswa ini tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga pengalaman kepemimpinan, kemampuan membangun relasi, pilihan program studi, dan rencana karier setelah lulus.
Untuk meningkatkan peluang lolos, calon pendaftar perlu memenuhi seluruh persyaratan, menyiapkan contoh pengalaman yang berdampak, memilih tiga program studi yang relevan, serta menulis rencana karier yang jelas dan terukur. Artikel ini membahas persyaratan, tahapan seleksi, sepuluh tips persiapan, kesalahan yang perlu dihindari, dan jadwal Chevening 2027/2028.
Apa Itu Beasiswa Chevening?
Chevening Scholarship merupakan program beasiswa internasional pemerintah Inggris yang didanai oleh Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) bersama partner organisations. Program ini memberi kesempatan kepada calon pemimpin dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengikuti program master selama satu tahun di Inggris.
Chevening bukan beasiswa yang hanya menilai pencapaian akademik. Dalam Chevening application criteria, kandidat dinilai melalui empat area utama, yaitu leadership and influencing, kemampuan membangun professional relationships, pilihan program studi, dan career plan.
Untuk leadership, Chevening mencari pengalaman ketika kandidat mampu mengambil peran aktif, memengaruhi orang lain, memecahkan masalah, atau menjalankan sebuah gagasan dengan hasil yang jelas. Untuk networking, kandidat perlu menunjukkan bahwa hubungan profesional yang dibangun menghasilkan kolaborasi atau dampak nyata.
Pada bagian course choice, kandidat perlu menjelaskan hubungan program pilihan dengan latar belakang, career aspirations, dan dampak yang ingin dihasilkan. Sementara itu, career plan harus memiliki target jangka pendek, menengah, dan panjang yang realistis serta dapat diukur.
Dengan begitu, pengalaman profesional, kepemimpinan, networking, pilihan studi, dan kontribusi setelah pulang ke negara asal memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun profil kandidat Chevening.
Apa Saja yang Ditanggung Beasiswa Chevening?
Chevening merupakan fully funded scholarship. Berdasarkan informasi resmi terbaru, penerima award mendapatkan pembayaran tuition fee, tiket perjalanan ekonomi dari dan kembali ke negara tempat tinggal melalui rute yang disetujui, arrival allowance, biaya aplikasi entry clearance atau visa, departure allowance, travel top-up allowance, serta monthly personal living allowance atau stipend untuk membantu biaya akomodasi dan kebutuhan hidup.
Chevening juga menyediakan kontribusi hingga £75 untuk biaya tes tuberkulosis apabila tes tersebut memang diwajibkan. Besaran monthly stipend berbeda antara scholar yang belajar di London dan di luar London serta dapat ditinjau kembali setiap tahun. Karena itu, nominal tunjangan sebaiknya selalu diperiksa kembali ketika award diberikan.
Untuk program MBA, Chevening menerapkan tuition fee cap sebesar £22.000. Jika tuition fee program MBA yang dipilih lebih tinggi dari batas tersebut, penerima award bertanggung jawab terhadap selisih biaya yang tidak ditanggung.
Secara ringkas, komponen utama pendanaan mencakup biaya kuliah, tiket perjalanan, visa, tunjangan kedatangan dan keberangkatan, travel allowance, serta tunjangan hidup. Namun, besaran dan ketentuannya dapat mengikuti peninjauan tahunan Chevening.
Persyaratan Beasiswa Chevening
Sebelum memikirkan strategi esai atau interview, pastikan seluruh persyaratan dasar terpenuhi. Chevening menegaskan bahwa aplikasi yang tidak memenuhi eligibility criteria akan ditolak.
| Persyaratan | Penjelasan |
| Kewarganegaraan | Warga negara dari negara atau wilayah yang eligible untuk Chevening. Indonesia termasuk negara yang dapat mendaftar pada siklus 2027/2028. |
| Komitmen kembali | Bersedia kembali ke home country atau country of award selama minimal dua tahun setelah masa beasiswa berakhir. |
| Pengalaman kerja | Memiliki minimal dua tahun pengalaman kerja setelah menyelesaikan undergraduate degree, setara dengan sekurang-kurangnya 2.800 jam. |
| Pendidikan | Memiliki undergraduate degree yang memenuhi syarat untuk masuk ke program master di Inggris. |
| Tahun kelulusan | Undergraduate study harus selesai setidaknya dua tahun sebelum deadline aplikasi. Untuk siklus ini, kandidat yang menyelesaikan undergraduate degree setelah Oktober 2024 tidak eligible. |
| Pilihan program | Mendaftar ke tiga program master berbeda yang eligible untuk Chevening. |
| Unconditional offer | Mendapatkan unconditional offer dari minimal satu dari tiga pilihan program sebelum deadline yang ditentukan. |
| Ketentuan tambahan | Tidak memegang kewarganegaraan Inggris atau kewarganegaraan ganda Inggris, kecuali pengecualian tertentu yang ditetapkan Chevening. |
Persyaratan resmi juga mencakup ketentuan mengenai status domisili, riwayat beasiswa pemerintah Inggris, dan hubungan kerja dengan pihak tertentu. Pembaca harus memeriksa eligibility terbaru sebelum mendaftar.
Baca Juga: Perbedaan IELTS dan TOEFL untuk Kuliah di Luar Negeri
Apakah IELTS Wajib untuk Chevening?
Chevening tidak mewajibkan skor IELTS atau tes bahasa Inggris tertentu dalam aplikasi beasiswanya. Namun, universitas yang kamu pilih tetap dapat memiliki English language requirement sendiri, termasuk IELTS, TOEFL, PTE, atau bentuk bukti kemampuan bahasa lainnya.
Meskipun Chevening tidak meminta skor IELTS untuk scholarship application, kemampuan bahasa Inggris tetap penting. Seluruh application form harus diselesaikan dalam bahasa Inggris dan interview Chevening juga dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Selain itu, kamu tetap harus memenuhi persyaratan bahasa dari program universitas agar bisa mendapatkan offer.
Jadi, jangan menganggap “tidak wajib IELTS untuk Chevening” berarti kamu otomatis tidak membutuhkan tes bahasa Inggris sama sekali. Cek requirement dari masing-masing program master yang kamu pilih.
Mau mempersiapkan aplikasi Chevening dengan lebih terarah?
Persyaratan, pilihan program, esai, dan interview Chevening perlu dipersiapkan sejak awal. Konsultasikan rencana studi dan strategi aplikasimu bersama Schoters.
Klik tombol di bawah ini dan tanyakan apa saja 👇
10 Tips Lolos Beasiswa Chevening
1. Periksa Eligibility Sejak Awal
Sebelum mengisi formulir, buat checklist sederhana mengenai kewarganegaraan, tahun kelulusan, undergraduate degree, pengalaman kerja, pilihan program, serta komitmen kembali ke negara asal.
Jangan hanya berasumsi bahwa persyaratan sudah terpenuhi. Cek setiap poin dengan data yang kamu punya. Jika work experience menjadi salah satu area yang belum yakin, hitung jumlah jamnya lebih dulu. Jika course sudah dipilih, pastikan course tersebut benar-benar memenuhi ketentuan Chevening.
Cara ini membantu kamu menemukan masalah eligibility sebelum terlalu banyak waktu dihabiskan untuk menyiapkan bagian aplikasi lainnya.
2. Hitung Pengalaman Kerja dengan Teliti
Chevening mensyaratkan minimal 2.800 jam pengalaman kerja setelah menyelesaikan undergraduate degree, yang disebut sebagai setidaknya dua tahun work experience.
Pengalaman tersebut dapat berasal dari full-time employment, part-time employment, voluntary work, paid internship, maupun unpaid internship. Jadi, pengalaman kerja yang relevan tidak terbatas pada pekerjaan full-time di perusahaan.
Perhitungannya dilakukan berdasarkan jumlah minggu kerja dikalikan rata-rata jam kerja per minggu. Sistem aplikasi Chevening menghitung total tersebut secara otomatis berdasarkan data yang dimasukkan.
Pendaftar dapat mencantumkan hingga 15 employment periods. Karena itu, pastikan periode, jumlah minggu, dan jam kerja yang dicantumkan konsisten. Jangan menghitung pengalaman yang sama dua kali.
Sebagai gambaran, 2.800 jam kira-kira setara dengan dua tahun full-time menggunakan asumsi 35 jam kerja per minggu. Namun, Chevening menjelaskan bahwa jam tersebut dapat diselesaikan dalam periode waktu yang berbeda.
3. Kumpulkan Contoh Kepemimpinan yang Berdampak
Leadership tidak harus selalu datang dari jabatan formal. Menjadi ketua organisasi atau project leader juga tidak otomatis membuktikan leadership apabila kamu tidak bisa menunjukkan tindakan dan hasilnya.
Chevening mencari contoh ketika kandidat mengambil peran dalam mendorong perubahan, meningkatkan outcome, menyelesaikan masalah tertentu, atau berhasil menjalankan ide dengan tangible impact.
Pengalaman tersebut bisa berasal dari memimpin proyek, menginisiasi program, memperbaiki sistem kerja, menyelesaikan masalah tim, mendorong perubahan di komunitas, atau meningkatkan hasil dan efisiensi organisasi.
Untuk menyusun pengalaman secara lebih runtut, kamu dapat menggunakan kerangka editorial STAR-L: Situation, Task, Action, Result, dan Learning.
Mulailah dari situasi dan tantangan yang dihadapi, lalu jelaskan tanggung jawabmu. Setelah itu, fokuskan bagian terpenting pada tindakan yang benar-benar kamu lakukan, hasil yang diperoleh, dan apa yang kamu pelajari dari pengalaman tersebut.
Jika memungkinkan, gunakan hasil yang dapat diukur seperti jumlah peserta, persentase peningkatan, penghematan waktu, peningkatan engagement, revenue, jumlah stakeholder yang terlibat, atau indikator lain yang relevan.
4. Tunjukkan Kemampuan Memengaruhi Orang Lain
Influencing bukan sekadar mempunyai kemampuan komunikasi yang baik. Kamu perlu menunjukkan situasi ketika ada pihak yang harus diyakinkan, diajak bekerja sama, atau diubah pandangannya agar sebuah masalah bisa diselesaikan.
Jelaskan masalah yang dihadapi, siapa pihak yang perlu dipengaruhi, strategi komunikasi yang kamu gunakan, hambatan yang muncul, dan perubahan yang akhirnya berhasil dicapai.
Misalnya, kamu mungkin pernah mengusulkan sistem baru tetapi tim awalnya menolak karena dianggap terlalu sulit. Cerita menjadi lebih bernilai apabila kamu dapat menjelaskan bagaimana kamu memahami kekhawatiran mereka, mengubah pendekatan komunikasi, menunjukkan data atau proof of concept, dan akhirnya memperoleh dukungan.
Chevening mencari evidence leadership and influencing dengan hasil yang jelas, bukan sekadar jabatan atau keikutsertaan dalam kegiatan.
5. Ceritakan Pengalaman Membangun Networking
Networking dalam Chevening bukan hanya soal memiliki banyak kenalan. Fokusnya adalah kemampuan membangun dan mempertahankan professional relationships yang menghasilkan positive outcomes.
Contohnya dapat berupa membangun kerja sama lintas organisasi, menghubungkan komunitas dengan institusi, mengelola stakeholder, mengembangkan jejaring profesional, atau mengajak beberapa pihak berbeda bekerja menuju tujuan yang sama.
Ceritakan bagaimana hubungan tersebut dimulai, apa kontribusimu dalam relationship tersebut, bagaimana kamu menjaganya, dan apa hasil konkret dari kolaborasi tersebut.
Chevening secara resmi mencari contoh ketika kandidat membangun strong working relationships dan collaboration tersebut menghasilkan measurable outcomes.
Karena itu, hindari pernyataan umum seperti “saya memiliki networking yang luas” tanpa menjelaskan bukti dan hasilnya.
6. Pilih Tiga Program Studi yang Relevan
Pendaftar harus mencantumkan tiga program master berbeda yang eligible untuk Chevening. Tiga program tersebut dapat berada di universitas yang sama atau di beberapa universitas berbeda.
Chevening merekomendasikan tiga course yang serupa di tiga universitas berbeda agar kandidat memiliki alternatif admission yang lebih banyak. Nama program tidak harus identik, tetapi content-nya sebaiknya tetap relevan dengan career goals.
Course yang dipilih harus full-time, dimulai pada autumn term atau sekitar September/Oktober, berupa taught master’s, menghasilkan master’s degree qualification, dan berbasis di UK.
Program yang part-time, distance learning, kurang dari sembilan bulan, lebih dari 12 bulan, PhD/DPhil, atau memiliki lebih dari satu bulan pembelajaran di luar UK tidak memenuhi ketentuan normal Chevening.
Untuk membantu menentukan hubungan ketiga program, kamu dapat memulainya dari lima pertanyaan: apa latar belakangmu, masalah apa yang ingin diselesaikan, keterampilan apa yang masih dibutuhkan, program apa yang menyediakan keterampilan tersebut, dan bagaimana ilmu itu akan digunakan setelah kembali ke Indonesia.
Dengan framework tersebut, pilihan course akan terlihat sebagai bagian dari rencana karier, bukan tiga jurusan yang dipilih secara acak.
7. Riset Modul dan Keunggulan Program Pilihan Pertama
Walaupun kamu harus meriset ketiga course, pembahasan mendalam pada Chevening application criteria saat ini berfokus pada first-choice course.
Chevening meminta kandidat menunjukkan bahwa mereka telah meneliti ketiga pilihan, tetapi ketika membahas course choice secara mendalam, jawaban perlu berfokus pada pilihan pertama serta hubungannya dengan background, career aspirations, dan impact yang ingin dihasilkan.
Karena itu, jangan berhenti pada reputasi atau ranking universitas. Bandingkan modul, fokus akademik, metode pembelajaran, bidang keahlian yang akan diperoleh, serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya.
Identifikasi specific modules atau areas of study yang benar-benar bisa mengisi skill gap kamu. Jelaskan juga bagaimana course tersebut berhubungan dengan masalah yang ingin kamu selesaikan di Indonesia dan mengapa program tersebut menjadi pilihan pertama.
Chevening juga mengarahkan kandidat untuk menjelaskan bagaimana course tersebut dapat membantu menangani pressing challenges yang berkaitan dengan UK priority areas seperti growth and prosperity, climate resilience, security and stability, serta development for more inclusive and effective societies.
Dengan begitu, hubungan aplikasimu menjadi lebih jelas: background → problem → skill gap → course → new skills → career plan → impact.
8. Susun Rencana Karier yang Terukur
Career plan Chevening perlu memiliki target jangka pendek, menengah, dan panjang yang saling berhubungan.
| Tahap | Contoh Fokus |
| Jangka pendek | Kembali ke Indonesia dan menjalankan peran atau proyek yang relevan dengan bidang studi. |
| Jangka menengah | Memimpin inisiatif, organisasi, bisnis, program, riset, atau kebijakan di bidang yang dipilih. |
| Jangka panjang | Menciptakan perubahan yang lebih luas dalam sektor, kebijakan, industri, atau komunitas. |
Chevening secara resmi meminta short, mid, and long-term career plan dengan clear, measurable goals. Rencana tersebut juga perlu realistis dan achievable.
Karena itu, jangan hanya menulis “ingin memberikan kontribusi untuk Indonesia”. Tentukan isu yang ingin diselesaikan, peran yang ingin diambil, pihak yang perlu dilibatkan, timeline, serta indikator keberhasilan yang dapat digunakan.
Hubungkan juga antara studi di Inggris dengan kontribusi setelah kembali ke Indonesia. Jelaskan skill apa yang akan kamu peroleh dari first-choice course, bagaimana skill tersebut mengisi gap yang ada, dan bagaimana pengetahuan tersebut akan diterapkan setelah pulang.
Semakin jelas hubungan antara pendidikan, career plan, masalah yang ingin diselesaikan, dan measurable impact, semakin mudah assessor memahami arah perjalananmu.
9. Tulis Esai Berdasarkan Pengalaman Sendiri
Jawaban aplikasi Chevening harus menggunakan pengalaman pribadi, bukti konkret, dan refleksi yang sesuai dengan pertanyaan.
Hindari cerita yang terlalu umum. Jelaskan kontribusi pribadi dan, jika tersedia, gunakan angka atau hasil konkret untuk memperkuat pengalaman. Jangan mengarang pencapaian, menggunakan cerita milik orang lain, atau menyalin esai dari internet.
Hal paling penting untuk siklus saat ini adalah aturan penggunaan artificial intelligence. Chevening secara tegas melarang penggunaan AI software untuk menghasilkan jawaban terhadap essay questions.
Applicant harus mengirimkan karya original yang ditulis menggunakan pengalaman dan kata-katanya sendiri. Chevening juga menyatakan bahwa penggunaan content dari AI tools seperti ChatGPT sebagai karya sendiri melanggar aturan plagiarism dan fraud. Aplikasi yang terbukti fraudulent atau copied dapat didiskualifikasi, dan kandidat diminta mengonfirmasi bahwa AI tidak digunakan untuk menghasilkan jawabannya.
Karena itu, materi persiapan seperti artikel ini sebaiknya digunakan untuk memahami kriteria dan memetakan pengalaman, bukan untuk menghasilkan jawaban Chevening secara otomatis.
Baca Juga: Tips Menulis Esai Beasiswa
10. Siapkan Referee dan Interview Lebih Awal
Pendaftar Chevening perlu mencantumkan dua referee. Referee dapat berasal dari latar belakang profesional, akademik, atau kombinasi keduanya.
Referee bukan keluarga atau teman dekat, tetapi seseorang yang mengenal pendaftar secara profesional atau akademik dan dapat memberikan penilaian mengenai kualitas kandidat. Chevening menyebut referee harus mengenal applicant tetapi tidak boleh merupakan friend atau relative.
Jangan memilih referee hanya karena jabatan mereka tinggi. Akan lebih berguna apabila mereka mengenal kontribusi, kemampuan leadership, networking, personal qualities, dan kemampuanmu menghadapi demanding academic programme.
Hubungi referee jauh sebelum deadline, berikan CV dan ringkasan pengalamanmu, jelaskan tujuan studi serta career plan, dan pastikan mereka memahami konteks Chevening.
Jika kandidat diundang interview, dua reference letters harus diunggah paling lambat tujuh hari kerja sebelum interview. Reference harus ditulis dalam bahasa Inggris. Jika original reference menggunakan bahasa lain, kandidat harus menyertakan original tersebut bersama notarised English translation.
Interview Chevening merupakan competency-based panel assessment yang dilakukan dalam bahasa Inggris. Kandidat akan membahas informasi di application, personal dan professional aspirations, tiga course choices, status university applications, serta bagaimana Chevening membantu mereka mencapai impact yang direncanakan.
Untuk latihan, siapkan jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan seluruh area berikut.
| Area Latihan | Contoh Pertanyaan yang Perlu Dilatih |
| Leadership dan influencing | Kapan kamu pernah mengambil inisiatif atau memengaruhi orang lain untuk menyelesaikan sebuah masalah, dan apa hasilnya? |
| Networking | Bagaimana hubungan profesional yang kamu bangun menghasilkan kolaborasi atau dampak nyata? |
| Pilihan program | Mengapa first-choice course tersebut paling relevan dengan pengalaman dan skill gap kamu? |
| Career plan | Apa target karier jangka pendek, menengah, dan panjangmu setelah kembali ke Indonesia? |
| Dampak setelah studi | Masalah apa yang ingin kamu selesaikan dan bagaimana studi di UK akan membantumu mencapai target tersebut? |
Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan latihan editorial, bukan daftar pertanyaan resmi yang dijamin muncul dalam interview. Tujuannya adalah membantu kamu mempersiapkan evidence dari area yang memang dinilai Chevening.
Baca Juga: Persyaratan dan Tahapan Seleksi Beasiswa Chevening
Timeline Beasiswa Chevening 2027/2028
Untuk siklus Chevening Scholarship 2027/2028, timeline resmi yang tersedia saat artikel diperbarui adalah sebagai berikut.
| Tahapan | Jadwal |
| Pendaftaran dibuka | 4 Agustus 2026 pukul 11.00 UTC atau 18.00 WIB |
| Pendaftaran ditutup | 6 Oktober 2026 pukul 11.00 UTC atau 18.00 WIB |
| Pemeriksaan eligibility | Mulai Oktober 2026 |
| Penilaian reading committee | Pertengahan Oktober 2026–Januari 2027 |
| Pengumuman shortlist interview | Pertengahan Februari 2027 |
| Interview | Maret–April 2027 |
| Pengumuman hasil | Mulai pertengahan Juni 2027 |
| Deadline unconditional offer | 8 Juli 2027 pukul 17.00 BST |
| Studi dimulai | September/Oktober 2027 |
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Dokumen dan data untuk Chevening digunakan pada tahap yang berbeda. Saat initial scholarship application, tidak semua dokumen perlu langsung diunggah. Kandidat yang maju ke interview kemudian diminta mengunggah supporting documents tertentu.
1. Paspor atau identitas resmi
Data identitas digunakan dalam aplikasi. Jika masuk interview, kandidat harus mengunggah passport atau national ID dan membawa photo ID saat interview.
2. Informasi pendidikan
Masukkan riwayat institusi, program studi, dan hasil pendidikan pada application form.
3. Ijazah atau undergraduate degree certificate
Jika masuk interview, Chevening meminta official undergraduate certificate atau diploma.
4. Transkrip akademik
Transkrip berguna untuk university admission, tetapi tidak diterima sebagai pengganti undergraduate degree certificate untuk dokumen interview Chevening.
5. Riwayat pengalaman kerja
Cantumkan periode kerja, jumlah minggu, dan jam kerja untuk perhitungan minimal 2.800 jam.
6. Data tiga program studi
Cantumkan tiga UK master’s course choices dalam aplikasi.
7. Informasi dua referee
Masukkan nama, job details, dan contact details dua referee dalam application form.
8. Jawaban aplikasi
Siapkan jawaban untuk empat essay questions yang membahas leadership, relationship-building, course choices, dan future career goals.
9. Dua surat referensi
Jika masuk interview, upload dua reference letters paling lambat tujuh hari kerja sebelum interview.
10. Unconditional offer
Minimal satu unconditional offer dari salah satu course choice harus diterima dan disubmit sebelum deadline.
11. Dokumen interview
Siapkan photo ID, undergraduate education certificate atau diploma, dua reference letters, dan dokumen lain sesuai instruksi Chevening.
Khusus education document pada tahap interview, Chevening saat ini menegaskan bahwa undergraduate transcript tidak dapat menggantikan undergraduate degree certificate/diploma.
Jadi, transkrip tetap dapat dibutuhkan untuk proses admission universitas, tetapi jangan menganggap transkrip sudah cukup untuk memenuhi requirement education document Chevening pada tahap interview.
Kesalahan yang Harus Dihindari
1. Salah Menghitung Pengalaman Kerja
Pastikan hanya pengalaman setelah undergraduate degree yang dimasukkan untuk memenuhi work experience requirement. Hindari menghitung periode yang sama lebih dari sekali dan masukkan jumlah jam kerja secara akurat.
2. Memilih Program Studi yang Tidak Eligible
Tiga course yang dipilih harus berbeda, memenuhi ketentuan Chevening, dan memiliki hubungan yang jelas dengan career plan. Pastikan ketiganya tetap memiliki benang merah dengan bidang serta kompetensi yang ingin dikembangkan.
3. Menulis Jawaban Aplikasi yang Terlalu Umum
Pernyataan seperti “saya adalah pemimpin yang baik” atau “saya ingin berdampak bagi Indonesia” belum menunjukkan evidence. Gunakan pengalaman nyata yang menjelaskan peranmu, tindakan yang dilakukan, tantangan yang dihadapi, dan hasil yang dicapai.
4. Mengulang Cerita yang Sama di Setiap Jawaban
Hindari menggunakan pengalaman yang sama tanpa alasan pada setiap bagian aplikasi. Pilih cerita yang paling relevan dengan masing-masing area assessment Chevening, seperti leadership, networking, course choice, dan career plan.
5. Membuat Career Plan yang Terlalu Abstrak
Career plan harus memiliki target jangka pendek, menengah, dan panjang. Sertakan juga indikator keberhasilan yang jelas agar target tersebut terlihat realistis dan dapat diukur.
6. Tidak Meriset First-Choice Course secara Mendalam
Jangan hanya memilih program berdasarkan nama universitas atau reputasinya. Riset specific modules dan keunggulan first-choice course, lalu jelaskan hubungannya dengan background, career aspirations, serta impact yang ingin kamu buat.
7. Terlambat Mendaftar ke Universitas
Scholarship application dan UK university application merupakan proses yang terpisah. Kamu memang tidak harus sudah mendaftar ke universitas sebelum mengirim aplikasi Chevening, tetapi tetap harus memperoleh unconditional offer dari minimal satu pilihan sebelum deadline.
8. Memilih Referee yang Tidak Mengenal Kontribusimu
Persiapkan referee sejak awal. Referee yang hanya mengenal nama atau jabatanmu, tetapi tidak memahami kontribusi dan pengalamanmu, kemungkinan akan lebih sulit menulis reference yang spesifik.
9. Mengisi Formulir Selain dalam Bahasa Inggris
Seluruh application form Chevening harus diselesaikan dalam bahasa Inggris. Chevening menyatakan bahwa formulir yang tidak ditulis dalam bahasa Inggris dapat dianggap ineligible.
10. Menggunakan AI untuk Menghasilkan Jawaban Aplikasi
Jangan menggunakan AI software seperti ChatGPT untuk menghasilkan essay answers. Chevening melarang penggunaan AI untuk menulis jawaban aplikasi dan menggunakan tools untuk mengidentifikasi AI-generated content, plagiarism, serta fraud.
11. Membayar Pihak yang Menjanjikan Kelulusan
Pendaftaran Chevening Scholarship gratis. Kamu tidak perlu membayar siapa pun untuk mengajukan scholarship application. Chevening juga tidak endorse atau bekerja sama dengan pihak ketiga yang mengenakan biaya untuk application support atau advice.
Karena itu, tidak ada pihak yang dapat menjanjikan atau menjamin bahwa kamu “pasti lolos” Chevening.
Siapkan Aplikasi Chevening Bersama Schoters
Mulai dari mengecek persyaratan, memilih program studi, menyusun esai, hingga mempersiapkan interview, kamu bisa mendapatkan arahan sesuai profil dan target studimu.
Schoters menyediakan program Study Abroad Academy buat kamu yang mau dibimbing untuk kuliah di luar negeri. Hingga saat ini, Study Abroad Academy telah berhasil membantu ribuan siswa memperoleh beasiswa di 400+ universitas di 46 negara.
Fasilitas yang akan kamu dapatkan di program ini antara lain:
- Video call 1-on-1 dengan mentor.
- Akses 200+ video & modul pembelajaran.
- Sesi Q&A dengan fasilitator.
- Rekomendasi personal beasiswa.
- Review Dokumen (esai, resume, motivation letter, dan lainnya) oleh mentor.
Yuk, segera daftarkan dirimu di Study Abroad Academy dan dapatkan bimbingan eksklusif kuliah di luar negeri bersama mentor-mentor berpengalaman!
FAQ
Apa saja tips lolos Beasiswa Chevening?
Beberapa tips pentingnya adalah memenuhi eligibility, menghitung pengalaman kerja dengan benar, menyiapkan contoh kepemimpinan, memilih tiga program studi yang relevan, menulis rencana karier terukur, dan mempersiapkan interview sejak awal.
Berapa pengalaman kerja untuk mendaftar Chevening?
Pendaftar harus memiliki minimal 2.800 jam pengalaman kerja yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan dikumpulkan selama sekurang-kurangnya dua tahun. Pengalaman tersebut dapat berasal dari pekerjaan full-time, part-time, volunteer, maupun internship.
Apakah IELTS wajib untuk Beasiswa Chevening?
Chevening tidak mensyaratkan skor IELTS dalam aplikasi beasiswanya. Namun, universitas yang dipilih dapat meminta bukti kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan program masing-masing.
Berapa universitas yang harus dipilih untuk Chevening?
Pendaftar harus memilih tiga program master berbeda yang eligible untuk Chevening. Setidaknya satu unconditional offer perlu diperoleh sebelum deadline yang ditentukan.
Apakah semua penerima Chevening wajib kembali ke Indonesia?
Penerima Chevening harus berkomitmen untuk kembali ke negara asal setidaknya selama dua tahun setelah beasiswa berakhir.
Apakah boleh menggunakan ChatGPT untuk menulis esai Chevening?
Tidak. Chevening melarang penggunaan AI untuk menghasilkan jawaban aplikasi. Pendaftar harus menulis jawaban berdasarkan pengalaman dan pemikiran sendiri.
Referensi
“Chevening Scholarships”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“Chevening eligibility criteria”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“Work experience”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“Chevening application criteria”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“Common application errors”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“References”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“Application timeline”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“What does a Chevening Scholarship cover?”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.
“Find a course”. chevening.org. Diakses pada 20 Agustus 2026.



